Mengenal Definisi Informed Consent dan Pentingnya Dalam Penanganan Medis

Informed consent adalah proses penyampaian informasi tindakan medis kepada pasien
Pastikan Anda memberikan menyetujui tindakan medis dalam proses informed consent

Beberapa dari Anda mungkin sudah akrab dengan istilah informed consent. Namun, bagi individu yang belum pernah menjalani tindakan medis lanjutan atau belum pernah melakukan pengecekan darah, seperti tes hiv, istilah informed consent mungkin kurang awam.

Sebenarnya, apa itu informed consent? Mengapa hal ini penting bagi pasien sebelum menyetujui tindakan medis tertentu?

Apa itu informed consent?

Informed consent adalah proses penyampaian informasi terkait tindakan medis yang ditawarkan dokter atau perawat kepada pasien sebelum pasien menyetujui tindakan medis tersebut. Informed consent menjadi bentuk komunikasi dokter dan petugas medis, serta memberi waktu untuk pasien untuk bertanya, menyetujui, atau menolak penanganan tersebut.

Proses dalam informed consent mencakup:

  • Wewenang Anda untuk membuat keputusan
  • Detil dari informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan
  • Pemahaman Anda terkait informasi medis
  • Keputusan sukarela Anda untuk menjalani tindakan medis

Informed consent adalah proses komunikasi dua arah antara pasien dengan pelaku medis sebelum memberikan keputusan. Selain itu, poin penting lain dari informed consent adalah membantu pasien lebih teredukasi terkait kesehatan diri dan penanganan medis.

Selain informed consent, ada pula implied consent. Implied consent adalah salah satu bentuk dari informed consent yang merujuk pada persetujuan tersirat dari pasien untuk menjalani perawatan medis.

Misalnya, apabila Anda mengalami demam dan berkunjung ke sebuah klinik, kunjungan ini merupakan contoh dari implied consent. Artinya, secara tersirat Anda menyetujui untuk mendapatkan obat demam dari dokter.

Apa saja bentuk penanganan medis yang membutuhkan informed consent?

Ada beberapa skenario penanganan medis yang membutuhkan informed consent yaitu:

  • Tindakan pembedahan
  • Transfusi darah
  • Terapi radiasi
  • Tindakan anastesi
  • Sebagian besar vaksinasi
  • Kemoterapi
  • Beberapa tes medis lanjutan, seperti biopsi
  • Tes darah, termasuk tes HIV

Informasi dalam informed consent juga harus memasukkan informasi di bawah ini:

  • Diagnosis kondisi pasien
  • Nama dan tujuan dari penanganan medis
  • Manfaat dan risiko tindakan medis yang ditawarkan
  • Tindakan medis lain yang dapat menjadi alternatif, beserta manfaat, prosedur, dan risikonya

Apakah orang lain bisa mewakilkan informed consent pasien?

Adakalanya orang lain harus mewakilkan persetujuan terhadap informed consent Anda. Beberapa situasi yang memperbolehkan hal tersebut meliputi:

1. Pasien belum berusia dewasa

Pasien anak akan perlu diwakilkan oleh orangtua atau walinya untuk memberikan persetujuan dalam penanganan medis.

2. Pasien tidak mampu memberikan persetujuan

Beberapa situasi membuat pasien tidak mampu memberikan persetujuan, seperti pasien yang pingsan atau koma.
Selain bentuk perwakilan di atas, ada pula situasi yang membuat informed consent tak diperlukan, yaitu situasi gawat darurat. Dalam kondisi darurat, petugas medis dan dokter akan meminta persetujuan dari anggota keluarga terdekat.

Namun, apabila di saat genting tersebut anggota keluarga tidak ada, dokter akan menjalankan tindakan medis yang diperlukan, untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Catatan dari SehatQ

Pasien memiliki hak untuk mengetahui, menyetujui, atau menolak tindakan medis yang ditawarkan dokter. Apabila Anda setuju, Anda perlu memberikan persetujuan atau informed consent tersebut.

Selalu bertanya kepada dokter, terkait pertimbangan dan hal-hal lain yang berpotensi muncul setelah menjalani tindakan medis yang ditawarkan

Healthline. https://www.healthline.com/health/informed-consent
Diakses pada 21 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24814662
Diakses pada 21 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed