Apa Itu Hipomania? Ketahui Ragam Gejala dan Penanganannya

(0)
28 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hipomania adalah kondisi mental yang membuat mood dan energi seseorang lebih tinggi dari biasanyaRasa gembira yang tidak biasa, bahkan hingga berjoget kegirangan, dapat menjadi tanda hipomania
Mania merupakan kondisi yang lekat dengan gangguan bipolar. Pada beberapa kasus, seseorang dapat menunjukkan gejala yang mirip mania namun intensitasnya lebih rendah dan tidak separah mania. Kondisi mania yang lebih ringan ini disebut dengan hipomania. Apa saja gejala hipomania?

Mengenal apa itu hipomania

Hipomania (hypomania) adalah peningkatan kondisi mental dan energi yang melebihi kondisi normal. Peningkatan kondisi psikologis dan energi ini dapat memengaruhi mood, pikiran, dan perilaku seseorang. Hipomania juga dikaitkan dengan gejala gangguan bipolar, terutama bipolar tipe 2. Hipomania merupakan kondisi yang berbeda dengan mania. Kondisi mania merujuk pada gangguan yang membuat energi dan mood seseorang meningkat secara ekstrem dan dapat bersifat parah. Hipomania menjadi kondisi yang lebih ringan dibanding mania – namun tetap berada di batas normal.Saat seseorang mengalami hipomania, individu lain di dekatnya akan bisa mendeteksi perilaku mania yang tak normal tersebut. Seperti mania, hipomania juga dapat memicu masalah dalam aktivitas sehari-hari – walau memang tidak separah mania. Seseorang dengan hipomania juga biasanya tidak membutuhkan rawat inap seperti individu yang mengalami mania.

Ragam gejala hipomania

Gejala hipomania salah satunya adalah merayu pasangan secara berlebihan
Tiba-tiba merayu pasangan secara seksual bisa menjadi gejala hipomania
Tanda dan gejala spesifik dari hipomania dapat bervariasi bagi masing-masing orang. Namun, secara umum, gejala hipomania dapat berupa:
  • Peningkatan mood dan rasa gembira yang tidak biasa
  • Berperilaku tidak pantas, seperti membuat komentar dan perkataan kasar
  • Berpakaian atau berperilaku yang berlebihan
  • Peningkatan hasrat seksual dan bisa membuat seseorang meminta perlakuan yang tidak biasa pada pasangannya 
  • Mengucapkan rayuan seksual yang tidak pantas, terlibat dalam perselingkuhan, serta menghabiskan banyak uang untuk pornografi dan pekerja seks
  • Melompat dari satu topik ke topik yang tidak berkaitan saat berbicara
  • Kebutuhan untuk tidur yang menurun
  • Menghabiskan uang secara sembarangan, seperti membeli barang-barang yang sejatinya tidak mampu dibeli
  • Lebih proaktif dalam bertindak walau biasanya ia cenderung pasif
  • Berbicara begitu cepat sehingga sulit bagi orang lain untuk memahami hal-hal yang dikatakan
  • Lekas marah serta menunjukkan permusuhan atau perilaku agresif yang tidak biasa
Untuk bisa didiagnosis hipomania oleh dokter, seseorang “harus” menunjukkan setidaknya tiga gejala selama lebih dari empat hari. 

Penyebab hipomania

Penyebab hipomania adalah masalah tidur
Perubahan pola tidur dapat menyebabkan hipomania
Hipomania dapat dialami seseorang sebagai gejala dari gangguan bipolar. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena faktor penyebab lain, misalnya:
  • Konsumsi alkohol dan penggunaan obat ilegal
  • Perubahan dalam pola tidur
  • Depresi
  • Stres yang terlalu parah
  • Efek samping dari obat-obatan

Bagaimana dokter menangani hipomania?

Walau hipomania sifatnya lebih ringan dibandingkan mania, kondisi ini terkadang tetap memicu dampak negatif dalam kehidupan seseorang. Misalnya, peningkatan hasrat seksual pada orang dengan hipomania meningkatkan risiko infeksi menular seksual akibat seks yang tidak aman dan berisiko. Untuk itulah, hipomania tetap memerlukan penanganan.Pada kondisi hipomania yang sudah mengganggu kehidupan seseorang, dokter dapat memberikan obat yang dapat menstabilkan mood pasien dan terapi perilaku kognitif. Obat penstabil mood tersebut dapat berupa:
  • Lithium, penstabil mood ini juga memiliki efek antidepresan.
  • Obat-obatan benzodiazepin yang juga masuk dalam obat anticemas
  • Asam valproat yang juga masuk sebagai sebagai obat antikejang atau antikonsulvan
  • Obat-obatan antipsikotik. Obat antipsikotik dapat meredakan gejala hipomania sembari menanti efektivitas lithium dan asam valproat

Catatan dari SehatQ

Hipomania adalah kondisi mental yang membuat mood dan energi seseorang lebih tinggi dari biasanya. Hipomania dapat menjadi gejala gangguan bipolar walau juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Untuk mendapatkan informasi lain terkait kesehatan mental, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan mental terpercaya.
kurang tidurbipolargangguan psikologis
Healthline. https://www.healthline.com/health/mania-vs-hypomania
Diakses pada 14 Oktober 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-hypomania-how-is-it-diagnosed-380313
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait