Apa itu Enzim? Kenali Faktor yang Memengaruhi Cara Kerjanya

(0)
12 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanpa enzim, fungsi tubuh seperti dalam mencerna nutrisi pun tentu akan terganggu.Cara kerja enzim dipengaruhi oleh keseimbangan asam dan basa serta temperatur di sekitarnya
Saat Anda membaca artikel ini, beragam proses biologis dan kimiawi terjadi dalam tubuh. Proses-proses di tubuh tidak lepas dari peran molekul yang sangat kecil, termasuk enzim salah satunya. Kenali apa itu enzim, cara kerjanya, serta faktor yang memengaruhi kerjanya di dalam tubuh.

Apa itu enzim?

Enzim adalah molekul katalis yang dapat mempercepat laju reaksi kimia di dalam sel-sel. Atas perannya tersebut, enzim berperan vital bagi kehidupan dan diperlukan dalam beragam proses biologis dan kimiawi di dalam tubuh.  Beberapa jenis enzim membantu memecah molekul yang besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil – sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Ada pula enzim lain yang membantu mengikat dua molekul menjadi senyawa yang baru.Fungsi enzim juga dibutuhkan dalam proses penyimpanan dan pelepasan energi, reproduksi, pernapasan, bahkan penglihatan. Namun, menariknya, tiap-tiap enzim bekerja hanya untuk satu jenis reaksi kimia spesifik di dalam tubuh.Molekul yang menjadi objek enzim dalam sebuah reaksi kimia disebut dengan substrat. Sementara itu, molekul hasil reaksi kimia yang dibantu oleh enzim disebut dengan produk. Substrat akan mengalami pengubahan bentuk menjadi produk di bagian enzim yang disebut sisi aktif (active site).Beberapa jenis enzim tidak dapat beraktivitas tanpa bantuan molekul non-protein yang disebut kofaktor. Misalnya, enzim karbonik anhidrase tidak dapat bekerja tanpa bantuan ion zinc untuk menjalankan fungsinya memelihara keseimbangan asam basa tubuh.

Cara kerja enzim

Cara kerja enzim dapat dijelaskan melalui dua model, yakni model lock and key serta dalam model induced-fit. Apa bedanya?

1. Model lock and key

Model lock and key merupakan cara kerja enzim lama yang dicetuskan tahun 1894. Dalam model ini, proses kerja enzim melibatkan sisi aktifnya yang memiliki bentuk geometri sesuai dengan bentuk geometri substrat tertentu.Karena harus memiliki kesesuaian bentuk geometri, hanya substrat spesifik yang bisa masuk ke sisi aktif enzim jika keduanya cocok – layaknya potongan puzzle atau sebuah kunci dan anak kunci (lock and key).

2. Model induced-fit

Model lock and key kini telah diperbaharui dengan model yang disebut model induced-fit. Tak seperti model lock and key yang kaku, model induced-fit mengasumsikan bahwa enzim memiliki bentuk yang fleksibel serta substrat memiliki kemampuan untuk menentukan bentuk final enzim untuk memulai proses reaksi.Dalam model induced-fit, dijelaskan pula bahwa beberapa senyawa mungkin dapat berikatan dengan enzim namun gagal bereaksi. Hal ini dapat terjadi apabila enzim telah mengalami perubahan bentuk yang berlebihan.

Faktor yang memengaruhi cara kerja enzim

Sisi aktif enzim sebagai tempat terjadinya reaksi kimia amat sensitif dengan lingkungan enzim. Faktor yang berpengaruh terhadap cara kerja enzim termasuk:

1. Temperatur

Sebagian besar enzim bekerja optimal di suhu tubuh normal, yakni sekitar 37 derajat Celcius. Apabila suhu di lingkungan enzim sedikit menurun, efektivitas enzim cenderung akan melambat. Perubahan suhu di luar batas toleransi enzim dapat memengaruhi ikatan kimia di sisi aktif enzim. Kondisi ini membuat sisi aktif berisiko menjadi kurang “lihai” dalam  mengikat substrat spesifiknya.Apabila suhu di lingkungan enzim terlalu tinggi, enzim berisiko mengalami denaturasi sehingga kehilangan bentuk dan kemampuannya untuk mempercepat reaksi.

2. pH

Keseimbangan asam dan basa juga memengaruhi fungsi dan cara kerja enzim. Residu asam amino di sisi aktif enzim biasanya sudah secara alami bersifat basa maupun asam. Apabila pH-nya berubah, seperti asam menjadi cenderung basa atau sebaliknya, substrat akan sulit berikatan dengan enzim.Sebagai contoh, enzim di dalam usus bekerja optimal dengan di pH 7,5. Sementara itu, enzim di dalam lambung bekerja efektif di pH 2 karena lingkungan organ ini yang memang lebih asam.

Beberapa contoh enzim yang terkenal

Berikut ini sedikit contoh enzim yang mungkin sudah pernah Anda ketahui:
  • Enzim lipase, berperan untuk memecah lemak sehingga dapat diserap di dalam usus
  • Enzim amilase, terkandung dalam air liur untuk mengubah pati menjadi gula
  • Enzim maltase. Enzim dalam air liur ini berperan dalam pengubahan maltosa (disakarida) menjadi glukosa (monosakarida).
  • Enzim tripsin, terlibat dalam pencernaan protein menjadi asam amino
  • Enzim laktase, berperan dalam pengubahan laktosa dalam susu menjadi glukosa dan galaktosa

Catatan dari SehatQ

Enzim adalah molekul katalis yang berperan penting dalam berbagai proses kimiawi di dalam tubuh. Tanpa enzim, fungsi tubuh seperti dalam mencerna nutrisi pun tentu akan terganggu.Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ lebih jauh seputar mekanisme biologis dan kimiawi yang ada di tubuh. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore untuk berikan informasi kesehatan terpercaya.
hidup sehatfungsi organpola hidup sehat
Britannica. https://www.britannica.com/science/protein/Role-of-enzymes-in-metabolism
Diakses pada 28 September 2020
Elmhurst College. http://chemistry.elmhurst.edu/vchembook/571lockkey.html
Diakses pada 28 September 2020
Khan Academy. https://www.khanacademy.org/science/ap-biology/cellular-energetics/enzyme-structure-and-catalysis/a/enzymes-and-the-active-site
Diakses pada 28 September 2020
Live Science. https://www.livescience.com/45145-how-do-enzymes-work.html
Diakses pada 28 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319704
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait