Apa itu Enzim Katalase? Kenali Enzim ini dan Penyakit yang Mengintainya

Jika fungsi enzim katalase terganggu, berbagai penyakit bisa muncul
Enzim katalase merupakan salah satu jenis enzim dalam tubuh

Banyak enzim yang memainkan peran penting dalam metabolisme manusia, salah satunya adalah enzim katalase. Enzim katalase adalah enzim yang menyebabkan terjadinya reaksi pemecahan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.

Enzim ini terdapat pada semua makhluk hidup yang membutuhkan oksigen untuk bernapas karena ia akan melindungi kerusakan organ tubuh akibat stres oksidatif. Khusus pada manusia, enzim ini paling banyak diproduksi oleh organ hati.

Apa saja manfaat enzim katalase?

Dalam kehidupan sehari-hari, enzim katalase bersama dengan enzim lainnya digunakan untuk mengawetkan makanan maupun minuman. Sedangkan di dunia komersial lainnya, enzim ini dimanfaatkan untuk memecah kandungan hidrogen peroksida pada air limbah.

Selain itu, enzim katalase juga memiliki fungsi yang penting untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di dalam tubuh manusia. Ketika organ hati tidak memproduksi cukup banyak enzim ini, maka Anda bisa mengalami defisiensi katalase.

Penyakit yang berhubungan dengan enzim katalase

Defisiensi enzim katalase ini akan membuat Anda mengalami stres oksidatif yang akhirnya berujung pada munculnya berbagai penyakit yang berhubungan dengan faktor usia. Menurut para peneliti, terdapat tiga kelompok besar penyakit yang disebabkan oleh kekurangan enzim katalase, yakni:

  • Penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf, misalnya Alzheimer, Parkinson, kelainan bipolar, dan skizofrenia.
  • Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, yakni diabetes mellitus (diabetes tipe 1 dan tipe 2), hipertensi, resistensi insulin, osteoporosis, dan kerusakan toleransi glukosa.
  • Penyakit lainnya, seperti akatalasemia, vitiligo, anemia, kanker, asma, dan penyakit Wilson.

Berikut beberapa penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit-penyakit yang disebutkan di atas.

1. Akatalasemia

Jika kekurangan enzim katalase terjadi karena faktor keturunan, maka Anda dikatakan menderita akatalasemia. Orang dengan akatalasemia tidak menimbulkan gejala apa pun dan biasanya baru terdiagnosis ketika ada anggota keluarga lain yang mengalami hal serupa.

Meskipun demikian, beberapa orang dengan akatalasemia menderita luka di mulutnya yang kemudian berkembang menjadi kematian jaringan lunak di sekitarnya. Penderita akatalasemia yang mengalami gejala ini disebut mengalami penyakit Takahara, sebuah penyakit genetik langka.

2. Alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit degenerasi yang banyak menimpa orang-orang dewasa pada umumnya. Para peneliti sepakat bahwa alzheimer terjadi ketika adanya peptida amyloid beta yang mengikat enzim katalase dengan protein sehingga mengurangi atau mematikan fungsi enzim ini sendiri.

Dengan tidak berfungsinya enzim katalase, maka tubuh akan kian mengalami stres oksidatif. Pada sistem saraf, stres oksidatif ini dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah muncul penyakit Alzheimer yang kemudian dapat mengakibatkan demensia alias kehilangan ingatan, dan masalah saraf lainnya yang kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Diabetes melitus

Diabetes melitus adalah ketika tubuh tidak lagi mampu mengolah makanan yang Anda konsumsi menjadi energi secara normal. Diabetes melitus bisa berupa diabetes tipe 1 atau 2, namun 90 persen penderita diabetes merupakan diabetes tipe 2.

Diabetes ini terjadi karena tubuh mengalami stres oksidatif, salah satunya karena kurang aktifnya aktivitas enzim katalase. Enzim ini tidak mampu memecah hidrogen peroksida secara optimal sehingga hidrogen peroksida bertindak seperti radikal bebas yang merusak fungsi insulin di dalam tubuh.

4. Vitiligo

Vitiligo adalah kelainan kulit kronis yang ditandai dengan warna kulit belang akibat kerusakan sel melanosit. Beberapa penelitian menunjukkan penderita vitiligo memiliki kadar enzim katalase yang rendah maupun aktivitas enzim yang tidak terlalu aktif.

Anomali enzim katalase ini akan mengakibatkan penumpukan hidrogen peroksida di dalam tubuh. Hidrogen peroksida inilah yang mengakibatkan kerusakan keratinosit dan melanosit yang membuat warna kulit di beberapa bagian menjadi belang.

5. Tumbuh uban

Seperti disebutkan di atas, enzim katalase memiliki peran penting dalam memecah hidrogen peroksida yang masuk ke dalam tubuh menjadi air dan oksigen. Ketika tubuh kekurangan enzim katalase, maka akan terjadi penumpukan hidrogen peroksida yang akan berdampak pada banyak hal, salah satunya kemunculan uban di usia muda.

Penelitian mengungkap hidrogen peroksida merupakan salah satu elemen yang banyak terdapat pada rambut. Ketika hidrogen peroksida tidak dipecah, maka ia akan mengubah warna rambut yang seharusnya hitam menjadi abu-abu sehingga terlihat seperti uban di usia dini.

Bila Anda memiliki keluhan di atas, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kadar enzim katalase. Beberapa kondisi bisa diperbaiki dengan perawatan tertentu, tetapi beberapa lagi hanya bisa dikurangi gejalanya dengan menjalani pola hidup sehat.

Britannica. https://www.britannica.com/science/catalase
Diakses pada 25 Maret 2020

Hindawi Journals. https://www.hindawi.com/journals/omcl/2019/9613090/
Diakses pada 25 Maret 2020

Genetic Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/acatalasemia
Diakses pada 25 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/news/20090225/why-hair-goes-gray
Diakses pada 25 Maret 2020

ALZ. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-alzheimers
Diakses pada 25 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/types-of-diabetes-mellitus
Diakses pada 25 Maret 2020

Artikel Terkait