Apa Itu Disleksia? Kenali Berbagai Macam Gejalanya pada Anak

Apa itu disleksia? Apabila anak kesulitan dalam membaca dan mengingat, maka perlu dicurigai adanya disleksia
Disleksia membuat anak kesulitan membaca dan mengingat huruf

Disleksia merupakan penyakit yang menyerang anak-anak. Salah satu anak dengan disleksia yang cukup mendapat banyak sorotan adalah Azka Corbuzier, anak dari presenter terkenal Deddy Corbuzier.

Penyakit ini bisa membuat anak mengalami kesulitan membaca dan menulis. Namun, biasanya kesulitan tersebut baru disadari oleh orangtua setelah sekian lama. Sebenarnya, apa itu disleksia?

Mengenal apa itu disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar pada anak yang membuatnya kesulitan mengeja, membaca, dan menulis. Kondisi ini bukan disebabkan oleh kecerdasan anak yang kurang atau ketidakinginan mereka untuk belajar, melainkan karena adanya masalah pada area otak anak yang memproses kata dan angka.

Anak dengan disleksia memproses kata dan angka secara berbeda sehingga membuat mereka sulit mengenali kata dan angka tersebut. Penyakit ini umumnya bersifat genetik, jadi jika orangtua memiliki disleksia maka kemungkinan besar akan menurun pada anaknya.

Disleksia bukanlah suatu penyakit keterbelakangan mental, melainkan hanya sebuah bentuk kesulitan dalam belajar. Misalnya ketika belajar membaca, anak disleksia akan melihat huruf ‘d’ seperti huruf ‘b’ atau huruf ‘l’ seperti huruf ‘n’.

Ketika anak dengan disleksia membaca, mereka akan menggunakan bagian otak yang berbeda dari anak tanpa disleksia. Otak anak yang mengalami disleksia tidak bekerja secara efisien selama membaca sehingga membuatnya menjadi lebih lambat dalam memahami. Akan tetapi, anak dengan disleksia bukan berarti malas ataupun bodoh. Sebagian besar dari penderita disleksia tetap memiliki kecerdasan rata-rata, atau bahkan di atas rata-rata, dan sangat berusaha untuk mengatasi masalah belajarnya tersebut.

Terkadang disleksia tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun dan tidak disadari hingga dewasa. Sebelum anak masuk sekolah, memang gejala disleksia sulit dikenali. Namun, beberapa gejala awal dapat menunjukkan adanya masalah. Kondisi disleksia biasanya baru disadari oleh orangtua ketika anaknya mulai belajar membaca.

Gejala disleksia pada anak usia pra sekolah

Terdapat beberapa gejala disleksia yang bisa diidentifikasi oleh orangtua. Meski sebagian besar baru dikenali setelah anak bersekolah, namun jauh sebelum itu anak disleksia dapat menunjukkan gejala-gejalanya. Berikut gejala disleksia pada anak usia prasekolah:

  • Lambat berbicara

Anak dengan disleksia dapat mengalami keterlambatan dalam berbicara karena sulit mengenali kata-kata.

  • Sulit mengucap kata-kata yang panjang

Perbendaharaan kata yang tidak banyak membuat anak dengan disleksia sulit untuk mengucapkan kata-kata yang panjang.

  • Lambat mempelajari kata baru

Gangguan kemampuan anak dengan disleksia dalam memproses kata membuatnya lambat mempelajari kata-kata baru.

  • Memiliki masalah dalam membentuk kata

Anak dengan dislekesia dapat mengalami kesulitan dalam membentuk kata, bahkan bisa membuatnya menjadi terbolak-balik, seperti pesawat menjadi sepawat.

  • Sulit belajar abjad

Sulit dalam mempelajari abjad menjadi salah satu gejala dari anak disleksia. Ketika dihadapkan dengan abjad, anak dengan disleksia malah akan kebingungan.

  • Sulit mengingat atau menamai huruf, angka, warna, dan bentuk

Anak dengan disleksia akan mengalami kesulitan dalam mengingat atau menamai huruf, angka, warna, dan bentuk. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuan otak yang sulit memproses informasi mengenai huruf, angka, warna ataupun bentuk.

Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas, maka Anda perlu waspada meski belum tentu itu merupakan disleksia.

Gejala disleksia pada anak usia sekolah

Sementara itu, gejala yang terjadi pada anak disleksia di usia sekolah akan menjadi lebih jelas. Gejala-gejala tersebut, di antaranya:

  • Sulit mengeja dengan huruf yang benar

Kesulitan anak disleksia dalam mengingat huruf membuatnya sulit untuk mengeja huruf dengan benar.

  • Sulit belajar membaca

Anak yang mengalami disleksia juga sulit untuk belajar membaca sehingga kemampuan membacanya berada di bawah rata-rata anak seusianya.

  • Sulit menulis tangan

Bukan hanya sulit belajar membaca, anak disleksia juga kesulitan dalam menulis tangan karena sulitnya mengingat huruf ataupun angka.

  • Memiliki masalah dalam memproses dan memahami yang didengar

Ketidaktahuan anak disleksia mengenai berbagai kata membuatnya sulit memproses dan memahami apa yang didengar olehnya.

  • Kesulitan menemukan kata yang tepat atau jawaban atas pertanyaan

Ketika diberi pertanyaan, anak disleksia akan kesulitan dalam menjawab karena ketidakmampuannya dalam menemukan kata yang tepat.

  • Sulit mengingat urutan suatu hal, seperti abjad atau angka

Anak disleksia juga sulit untuk mengingat urutan abjad ataupun angka. Ia bisa menyebut g terlebih dahulu baru f sehingga latihan khusus sangat diperlukan.

  • Sulit menemukan persamaan dan perbedaan dalam huruf maupun kata

Sulit bagi anak disleksia untuk menemukan persamaan dan perbedaan dalam huruf ataupun kata. Hal ini disebabkan karena sulitnya otak mengingat huruf yang ada.

  • Kesulitan dalam mengucapkan kata yang tidak dikenal

Tidak banyak kata yang diketahui oleh anak disleksia membuatnya sulit mengucapkan kata yang tak dikenalinya.

  • Lama dalam menyelesaikan tugas yang mengharuskan membaca atau menulis

Anak dengan disleksia akan memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan membaca atau menulis. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kesulitan mereka dalam memahami instruksi yang diberikan.

  • Menghindari kegiatan yang mengharuskan membaca

Karena memiliki kesulitan membaca, membuat anak disleksia enggan untuk mengikuti kegiatan yang mengharuskan mereka membaca. Ini juga bisa dipicu oleh rasa malu terhadap teman sebayanya yang sudah lancar membaca.

Akan tetapi, untuk benar-benar memastikan anak mengalami disleksia atau tidak, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi anak Anda untuk memastikan keadaan mereka.

Meski disleksia menjadi kondisi seumur hidup yang tidak ada obatnya, namun terdapat perawatan yang bisa membantu mengatasi kesulitan anak dalam membaca, menulis, mengingat kata, ataupun lainnya dengan mengikuti program pendidikan khusus. Selain itu, dukungan emosional dari keluarga juga sangat diperlukan untuk mendorong anak mengendalikan disleksia yang dialaminya.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/dyslexia.html
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/symptoms-causes/syc-20353552
Diakses pada Juli 2019

My Dr. https://www.mydr.com.au/kids-teens-health/dyslexia-in-children
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/186787.php
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed