Apa itu Cholinergic Urticaria yang Dialami V BTS? Ini Kata Dokter

(0)
Cholinergic urticaria menyebabkan V BTS merasa gatal-gatal (sumber foto: instagram @bts.bighitofficial)Cholinergic urticaria yang dialami V BTS bisa tidak berbahaya (sumber foto: instagram @bts.bighitofficial)
Belum lama ini, salah satu anggota BTS, yaitu V, mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis terkena cholinergic urticaria. V, yang bernama asli Kim Taehyung, menyebutkan bahwa kondisi ini menyebabkan tubuhnya terasa gatal.Penyakit ini sebenarnya adalah salah satu kondisi kelainan di kulit. Selain gatal-gatal, orang yang mengalami kondisi ini, juga akan merasa kulitnya panas, dan muncul bentol-bentol. Agar tidak semakin penasaran, simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini.

Apa itu cholinergic urticaria?

Cholinergic urticaria merupakan ruam kemerahan pada kulit saat tubuh berkeringat
Penyakit cholinergic urticaria adalah ruam kemerahan yang muncul di kulit, saat suhu tubuh menjadi terlalu panas dan berkeringat. Ruam ini bisa muncul dengan cepat, sesaat setelah orang tersebut kepanasan.Menurut medical editor dari SehatQ, dr. Reni Utari, cholinergic urticaria yang dialami V sebenarnya bukan kondisi yang berbahaya, “Kalau bahasa umumnya, kondisi ini bisa juga disebut dengan istilah biduran” ujarnya.Lebih jauh, dr. Reni menambahkan, bahwa cholinergic urticaria bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, yang sering kita lakukan sehari-hari. Ia menjelaskan, penyakit ini pada dasarnya muncul ketika tubuh berkeringat akibat meningkatnya suhu.Peningkatan temperatur tubuh ini bisa disebabkan berbagai hal. Mulai dari mengonsumsi makanan pedas, mandi air panas, sauna, berolahraga, stres, maupun terpapar suhu panas. 

Apakah kondisi ini bisa berbahaya?

Gejala cholinergic urticaria tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya
Para ARMY (sebutan untuk fans BTS), tidak perlu khawatir karena cholinergic urticaria bukanlah kondisi yang berbahaya. Dr. Karlina Lestari, medical editor SehatQ menambahkan, gejala-gejala yang dirasakan juga bisa hilang dengan sendirinya.“Gangguan ini sebenarnya bisa hilang sendiri dalam waktu 48 jam,” kata dr. Karlina. Namun, ia melanjutkan, ada juga kasus cholinergic urticaria yang berlangsung hinnga dua hari, dan malah disertai gejala tambahan. Ia menyebutkan, gejala-gejala tambahan itu berupa sesak napas, sulit menelan makanan, dan demam.Dalam kondisi tersebut, dr. Karlina menyarankan penderita penyakit ini untuk segera dibawa ke UGD. Ia menambahkan, apabila gejala awal seperti gatal-gatal dan rasa panas di kulit sudah mulai muncul, sebaiknya jangan menunda rencana ke dokter, apalagi menunggu hingga sesak napas terjadi.Selain itu, pada kondisi yang parah, penyakit cholinergic urticaria juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi, berupa:
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Keram perut

Cara mengatasi penyakit cholinergic urticaria

Obat antihistamin dapat membantu mengatasi cholinergic urticaria
Untuk mengatasi kondisi ini, penggunaan obat-obatan tertentu dan menghindari pemicu penyakit itu, bisa dilakukan.

1. Penggunaan obat

Dokter umumnya akan memberikan obat-obatan yang juga bisa digunakan untuk mengatasi alergi, seperti:
  • Cetirizine
  • Diphenhydramine
  • Hydroxyzine
  • Fexofenadine
  • Loratadine

2. Hindari hal yang bisa menjadi pemicu

Salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menghindari hal yang bisa memicunya. Apabila rasa gatal mucul setelah berolahraga, maka sesuaikan cara olahraga, agar kenaikan temperatur tubuh yang terjadi setelah olahraga, tidak terlalu signifikan.Selain itu, karena cholinergic urticaria disebabkan oleh suhu panas dan keringat, maka dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan untuk sementara.

Cholinergic urticaria bisa dicegah dengan cara ini

Cholinergic urticaria bisa dicegah dengan mandi air dingin
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya kondisi ini sebenarnya cukup sederhana, seperti:
  • Mandi air dingin, untuk menurunkan suhu tubuh.
  • Kompres kulit dengan air dingin atau dinginkan tubuh dengan kipas angin.
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan tidak tebal.
  • Menjaga temperatur ruangan, termasuk di rumah, dan kamar agar tetap sejuk.
  • Jika biduran ini muncul akibat stres, hindari pemicunya. Lakukanlah cara-cara untuk mengatasi stres untuk mencegah munculnya reaksi fisik, termasuk biduran.

Pola makan rendah histamin bisa bantu cegah cholinergic urticaria

Makanan rendah kandungan histamin bantu cegah cholinergic urticaria
Bagi orang yang mengalami cholinergic urticaria kronis, perubahan pola makan juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kondisi ini kembali kambuh. Penderita kondisi ini disarankan mengonsumsi makanan yang rendah kandungan histamin.Histamin adalah zat kimia di tubuh, yang berperan dalam proses reaksi alergi. Mengonsumsi lebih sedikit histamin, bisa membantu mengurangi reaksi alergi yang muncul. Sehingga, biang keringat pun bisa dicegah.Orang-orang yang sedang menjalani pola makan rendah histamin, sebaiknya mengurangi atau menghindari makanan maupun bahan makanan berikut ini.
  • Makanan yang asin
  • Ikan dan makanan laut yang bercangkang, seperit kerang dan kepiting
  • Makanan yang banyak mengandung bahan pengawet
  • Gula
  • Cuka
  • Susu
  • Alkohol
Meski bukan kondisi yang berbahaya, cholinergic urticaria tentu dapat mengganggu, terutama dari gejala-gejala yang dirasakan. Jangan tunda untuk ke dokter, sebelum kondisi ini berkembang menjadi lebih parah.
gatalpenyakit kulitbidurannews
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/cholinergic-urticaria
Diakses pada 16 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320916.php
Diakses pada 16 Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/cholinergic-urticaria-facts#1
Diakses pada 16 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait