Apa Itu Area Wernicke? Kenali Fungsi Bagian Otak Ini dan Kaitannya dengan Afasia Wernicke


Area Wernicke adalah area di otak yang terlibat dalam pemahaman berbahasa manusia. Kerusakan pada area Wernicke memicu masalah medis yang disebut afasia Wernicke.

(0)
18 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Area Wernicke merupakan area di otak yang berperan dalam pemahaman berbahasaArea Wernicke dapat mengalami kerusakan dan memicu kondisi yang disebut afasia Wernicke
Proses komunikasi dan berbahasa manusia melibatkan proses kompleks dengan berbagai area di otak. Kerusakan pada area tertentu di otak pun akan menimbulkan gangguan berkomunikasi pada penderitanya. Salah satu area yang terlibat dalam komunikasi adalah area Wernicke. Kerusakan area Wernicke memicu kondisi yang disebut afasia Wernicke. Kenali area Wernicke dan gejala dari afasia Wernicke.

Mengenal area Wernicke dan fungsinya

Area Wernicke adalah area di otak yang berperan penting dalam perkembangan bahasa. Area ini terletak di lobus temporal dan divisualisasikan di sebelah kiri bagian otak. Namun, lokasi pasti dari area Wernicke masih diperdebatkan hingga saat ini.Area Wernicke memiliki kaitan dengan area Broca di otak. Apabila peran area Broca dikaitkan dengan produksi kata-kata, maka area Wernicke berperan dalam pemahaman terhadap suatu perkataan. Seperti bagian otak lain, area Wernicke juga berisiko mengalami kerusakan. Kerusakan pada area Wernicke menimbulkan masalah medis yang disebut afasia Wernicke.

Afasia Wernicke, gangguan pada area Wernicke di otak

Afasia Wernicke adalah gangguan pada area Wernicke yang memicu gangguan komunikasi pada seseorang. Afasia Wernicke membuat penderitanya bisa berbicara dengan fasih dan lancar namun ucapan tersebut sedikit atau tidak memiliki makna. Afasia Wernicke dikenal pula dengan afasia sensori dan afasia reseptif.Afasia Wernicke dapat menimbulkan beberapa gejala, misalnya:
  • Mengucapkan kalimat yang tidak masuk akal
  • Mengucapkan kata-kata yang tidak memiliki arti
  • Tidak menyadari kesalahan dalam ucapan mereka
  • Mengalami kesulitan dalam mengulang frasa
  • Menambahkan kata-kata sendiri saat mencoba mengulangi ucapan seseorang
  • Menyela orang lain dan berbicara dengan cepat
Selain gejala di atas, orang dengan afasia Wernicke juga cenderung memiliki ciri berikut ini:
  • Sulit membaca dan menulis
  • Sulit memahami bahasa lisan
  • Memahami materi visual dengan lebih baik dibandingkan bahasa lisan dan tulisan
  • Lebih mampu memelihara kemampuan kognitif ketimbang hal-hal yang berkaitan dengan bahasa
Afasia berbeda dengan penyakit Alzheimer. Afasia merupakan gangguan berbahasa yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami dan memproduksi bahasa lisan dan tulisan. Sementara itu, penyakit Alzheimer terjadi karena penurunan fungsi otak seiring berjalannya waktu.

Penyebab afasia Wernicke sebagai gangguan pada area Wernicke

Trauma kepala dapat menyebabkan gangguan pada area Wernicke
Trauma kepala akibat kecelakaan dapat menyebabkan afasia Wernicke
Lesi atau kerusakan pada area Wernicke dapat memicu afasia Wernicke. Kerusakan ini dikaitkan dengan stroke yang menghambat aliran darah menuju otak. Apabila darah tidak mencapai area Wernicke, sel otak dapat menjadi mati dan memicu afasia Wernicke. Sekitar 25 hingga 40% pasien stroke mengalami afasia. Beberapa kondisi medis lain juga berisiko memicu kerusakan pada area Wernicke. Masalah medis tersebut, termasuk:Beberapa kasus afasia juga mungkin bersifat kambuh dan hilang pada seseorang. Afasia di kasus ini biasanya disebabkan oleh migrain, kejang, atau kondisi medis lain.

Bisakah afasia Wernicke ditangani?

Afasia Wernicke memang dapat mengurangi kemampuan berbahasa seseorang. Namun, individu yang mengalami afasia ini berpotensi kembali pulih dengan intervensi dan rehabilitasi bahasa.Terapi dan rehabilitasi untuk memperbaiki fungsi area Wernicke paling efektif jika dilakukan sesegera mungkin setelah cedera otak terjadi. Terapi bisa dilakukan secara berkelompok untuk membantu pasien terlibat dalam percakapan, berbicara bergantian, mengklarifikasi kesalahpahaman, dan mengoreksi makna percakapan yang tidak sesuai ekspektasi.Para ahli juga mulai mengkaji penggunaan obat untuk menangani afasia Wernicke dan memperbaiki kerusakan pada area Wernicke. Obat-obatan diharapkan dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mempercepat perbaikan fungsi otak, atau mengganti neurotransmitter yang tak seimbang pada organ tersebut. Riset lanjutan masih diperlukan untuk mengkaji efektivitas obat dalam menangani afasia.

Catatan dari SehatQ

Area Wernicke merupakan area di otak yang berperan dalam pemahaman berbahasa. Area Wernicke dapat mengalami kerusakan dan memicu kondisi yang disebut afasia Wernicke. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait area Wernicke dan afasia Wernicke, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya
kesehatan otakpenyakit otakminor head traumatumor otak
Healthline. https://www.healthline.com/health/wernickes-aphasia
Diakses pada 4 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aphasia
Diakses pada 4 November 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/wernickes-area-2796017
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait