Apa Itu Adrenaline Rush?


Adrenaline rush adalah kondisi saat hormon adrenalin dilepaskan secara tiba-tiba sehingga membuat seseorang bisa melakukan gerakan fisik yang lebih kuat dari biasanya. Seperti melompati pagar tinggi saat dikejar anjing.

0,0
14 Aug 2021|Azelia Trifiana
Olahraga ekstrim dapat memicu adrenaline rushOlahraga ekstrim dapat memicu adrenaline rush
Pernah mengalami adrenaline rush? Terjadi secara mendadak dan membuat Anda bisa melakukan hal yang tak terduga sebelumnya. Contohnya melompat sangat tinggi atau berlari kencang ketika ada bahaya. Itulah adrenaline rush, saat hormon adrenalin dilepaskan secara tiba-tiba.Ada banyak sekali aktivitas yang memicu terjadinya lonjakan hormon adrenalin ini. Apa yang menjadi pemicu bagi satu orang pun belum tentu sama bagi orang lain. Sifatnya sangat personal.

Apa yang terjadi saat adrenaline rush?

Adrenaline adalah hormon fight-or-flight yang muncul sebagai respons atas situasi mengancam, memicu stres, menyenangkan, bahaya, dan semacamnya. Adanya hormon dari kelenjar adrenal ini membuat tubuh dapat bereaksi lebih cepat.Awal mula terjadinya adrenaline rush adalah dari otak. Saat otak menangkap sinyal situasi mengancam atau memicu stres, amigdala yang berperan dalam pengendalian emosi akan memproses informasi itu.Kemudian, bagian otak lain yaitu hipotalamus yang merupakan command center otak memberi komando ke seluruh tubuh lewat sistem saraf simpatik.Ketika sampai di kelenjar adrenal, sinyal ini akan direspons dengan melepaskan adrenalin ke aliran darah. Saat ini terjadi, maka tubuh akan mengalami:
  • Mengikat sel-sel hati untuk memecah molekul gula sebagai sumber energi yang bisa digunakan mendadak
  • Mengikat sel-sel otot di paru-paru sehingga napas berpacu lebih cepat
  • Stimulasi sel-sel jantung sehingga berdetak lebih cepat
  • Memicu kontraksi pembuluh darah sehingga sirkulasi lebih cepat
  • Kontraksi sel-sel otot di bawah kulit sehingga memicu keluarnya keringat
  • Mengikat reseptor di pankreas untuk menghambat produksi insulin
Seluruh perubahan di atas terjadi sangat cepat ketika adrenaline rush terjadi. Saking cepatnya, Anda bisa saja mengalaminya tanpa sempat memproses apa yang tengah terjadi.Proses inilah yang membuat Anda bisa melakukan hal yang tak terduga sebelumnya. Contohnya refleks berlari menghindari mobil yang ngebut tanpa sempat berpikir tentang apa yang terjadi.

Gejala adrenaline rush

Tak salah jika ada yang menghubungkan adrenaline rush dengan lonjakan energi tubuh. Sebab, berikut ini gejala-gejala yang muncul:
  • Detak jantung cepat
  • Keringat berlebih
  • Indra menjadi lebih peka
  • Napas sangat cepat
  • Gemetar atau tegang
  • Pupil mata membesar
  • Kekuatan dan performa meningkat
  • Kemampuan merasakan sakit berkurang
Bahkan setelah ketegangan atau bahaya telah berlalu, sensasi adrenalin ini mungkin saja tetap bertahan hingga satu jam kemudian.

Aktivitas pemicu adrenaline rush

Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya adrenaline rush. Tidak selalu negatif seperti hal yang mengejutkan atau menyeramkan, tapi bisa juga ketika merasa terlalu senang.Di sisi lain, ada pula orang yang dengan sengaja melakukan aktivitas demi memacu adrenalin. Contohnya aktivitas seperti:
  • Menonton film horor
  • Skydiving
  • Mendaki tebing
  • Bungee jumping
  • Menyelam bersama hiu
  • Rafting
Menariknya, lonjakan adrenalin ini juga bisa terjadi di malam hari ketika sedang berada di kamar. Ketika merasa khawatir, cemas berlebih, atau banyak pikiran, tubuh juga akan memproduksi adrenalin dan hormon stres lain seperti kortisol.Ketika otak menganggap pikiran stres ini sebagai ancaman, adrenaline rush bisa terjadi. Inilah jawaban mengapa ada orang yang terus bergerak dan gelisah saat tidur.Perlu diingat pula bahwa lonjakan adrenalin di malam hari bisa juga terjadi karena stimulasi berlebih. Mungkin dari suara bising, cahaya terang, atau temperatur tinggi.

Cara mengendalikan adrenalin

Sangatlah normal ketika seseorang merasakan lonjakan adrenalin di situasi tertentu. Bahkan, bisa jadi ini bermanfaat untuk menyelamatkan diri dalam kondisi darurat.Namun jika terjadi terus menerus, kenaikan hormon adrenalin bisa saja merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta meningkatkan risiko menderita serangan jantung hingga stroke.Belum lagi risiko mengalami kecemasan berlebih, kenaikan berat badan, sakit kepala, dan insomnia.Lalu, bagaimana cara agar adrenalin bisa terkendali? Aktifkan sistem saraf parasimpatik atau sistem rest-and-digest. Ini adalah lawan dari respons fight-or-flight. Adanya sistem ini membantu menyeimbangkan tubuh sehingga proses istirahat dan regenerasi bisa terjadi.Beberapa cara untuk melakukannya bisa dengan:

Catatan dari SehatQ

Apabila adrenaline rush terjadi sesekali, maka itu bukan masalah. Namun saat stres kronis dan kecemasan berlebih bahkan mengganggu kualitas tidur, sebaiknya tanyakan kepada ahlinya.Ada kalanya pula produksi adrenalin dalam tubuh seseorang memang berlebih. Namun, kasus ini cukup langka. Contohnya adalah tumor pada kelenjar adrenal.Untuk berdiskusi lebih lanjut kapan adrenaline rush ini sudah mengganggu hidup dan kapan masih dianggap normal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/adrenaline-rush
Diakses pada 30 Juli 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322490
Diakses pada 30 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-to-know-adrenaline-rush
Diakses pada 30 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait