Lengkung henle adalah salah satu komponen penting dari organ ginjal. Fungsi lengkung henle terlihat dalam proses penyaringan air seni. Lantas, apa fungsi lengkung Henle dan apa yang membuatnya penting dalam organ ginjal? Ketahui jawabannya dari artikel ini!

Pentingnya fungsi lengkung henle

Lengkung henle merupakan bagian tubulus atau tabung kecil dalam ginjal yang panjang dan berbentuk seperti huruf “U”. Fungsi utama dari lengkung henle adalah menyerap kembali air, garam, dan sodium klorida dari dalam air seni.

Cairan yang mengandung gula, urea, sodium klorida, dan berbagai senyawa lainnya yang sudah disaring dari darah akan masuk ke dalam lengkung henle.

Sel-sel pada bagian awal lengkung henle akan menyerap air dan membuat kadar urea dan garam dalam air seni meningkat. Sementara sel-sel pada bagian kedua akan menyerap sodium klorida.

Pada bagian ketiga atau terakhir dari lengkung henle, sel-selnya akan menyerap garam yang masih diperlukan oleh tubuh. Jika tubuh tidak membutuhkan garam lagi, maka garam akan tetap dibuang bersama dengan air seni.

Proses ini berperan untuk menyimpan kembali air ataupun garam yang masih bisa digunakan oleh tubuh dalam air seni dan membuatnya menjadi lebih terkonsentrasi atau kental daripada darah.

Selain menyerap air, garam, dan sodium klorida yang masih dibutuhkan tubuh dari air seni, masih ada fungsi lengkung henle lainnya, seperti:

  • Mengatur pengeluaran kadar kalsium, potasium, dan magnesium
  • Mengatur komposisi protein dari air seni
  • Berperan dalam menyeimbangkan cairan dalam tubuh, khususnya cairan di luar sel
  • Mengeluarkan amonia dan bikarbonat untuk menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh

Gangguan pada fungsi lengkung henle

Sama seperti organ lainnya, ada gangguan atau penyakit yang dapat menyerang komponen ginjal ini dan mengganggu fungsi lengkung henle. Sindrom Bartter yang merupakan kumpulan dari berbagai penyakit langka yang dapat menyebabkan kecacatan di ginjal.

Gangguan-gangguan tersebut mampu menghambat fungsi ginjal dalam penyerapan garam dan mengganggu keseimbangan elektrolit dan konsentrasi cairan dalam tubuh.

Sindrom Bartter seringnya berdampak pada fungsi lengkung henle yang berperan dalam penyerapan garam dan mineral dalam tubuh, serta mengatur konsentrasi atau kandungan dalam air seni yang nantinya akan dikeluarkan.

Gejala dari sindrom Bartter berbeda-beda tiap orangnya dan tergantung dari tingkat keparahannya. Penyakit-penyakit langka ini dapat muncul saat baru lahir atau saat sudah dewasa. Biasanya, gangguan ini terjadi akibat adanya mutasi dari gen dalam tubuh.

Indikasi dari adanya sindrom Bartter yang biasanya muncul bisa berupa kram, kejang dan kelelahan, otot melemas, sering buang air kecil, selalu perlu buang air kecil di malam hari, dan mengalami rasa haus yang berlebih (polidipsia).

Melalui tes di laboratorium, gangguan ini dapat dideteksi dari kandungan potasium dan klorida yang rendah dalam darah, kadar aldosteron dan renin yang tinggi dalam darah, serta kadar alkali yang berlebih dalam tubuh.

Penanganan untuk sindrom Bartter meliputi menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh melalui suplemen dan pemberian obat-obatan tertentu, seperti diuretik untuk memperlancar air seni dan NSAID atau antiradang.

Catatan dari SehatQ

Fungsi lengkung henle utamanya adalah menyerap air, garam, dan sodium klorida yang masih dapat digunakan oleh tubuh. Lengkung henle juga berperan dalam mengatur kadar air dan mineral dalam tubuh.

Gangguan pada komponen ginjal ini, seperti sindrom Bartter tentunya dapat menghambat fungsi lengkung henle. Apabila Anda mengalami masalah saat buang air kecil, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Encyclopaedia Britannica. https://www.britannica.com/science/loop-of-Henle
Diakses pada 26 Februari 2020

News Medical Live Sciences. https://www.news-medical.net/health/The-Loop-of-Henle.aspx
Diakses pada 26 Februari 2020

NORD. https://rarediseases.org/rare-diseases/bartters-syndrome/
Diakses pada 26 Februari 2020