Apa Benar Saat Sembuh dari Corona, Tubuh Menjadi Kebal Covid-19?

(0)
26 Aug 2020|Marco Anthony
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penelitian imunitas pasien yang sembuh dari Covid-19 terus diupayakanPeneliti terus berusaha melakukan riset pada pasien coronavirus
“Bisakah pasien yang sembuh dari Covid-19 kembali terinfeksi penyakit yang sama?”Ini merupakan salah satu pertanyaan penting di tengah upaya seluruh dunia mencari vaksin dan obat Covid-19. Apalagi jika kita berharap untuk menghentikan lajunya pandemi lewat herd immunity (kekebalan massal terhadap virus).Tentu taktik herd immunity akan sia-sia jika seseorang yang sudah sembuh dapat terinfeksi untuk kedua kalinya, dan kembali menularkan virus corona pada orang lain.Pada awal pandemi, para peneliti menemukan bahwa antibodi tubuh (sel protein dalam darah yang berfungsi melawan infeksi) untuk coronavirus dapat menurun dengan cepat (dalam hitungan bulan) setelah sembuh. Ini berarti, seseorang dapat terinfeksi untuk kedua kalinya.Namun baru-baru ini sebuah studi terbaru mengungkapkan hasil lain. Riset ini menemukan bahwa meski antibodi pasien yang sembuh dari corona menurun, sistem imunnya malah menguat dan dapat mencegah serangan infeksi virus corona yang kedua kali.Peneliti mengatakan bahwa faktor utama yang memicu peningkatan imunitas pada pasien sembuh Covid-19 adalah peran sel T yang ada di dalam sel darah putih.

Peran sel T dalam melawan infeksi coronavirus

Ilustrasi virus corona
virus corona
Pada riset awal, banyak ilmuwan menitikberatkan penelitian pada respons antibodi terhadap virus corona, tanpa mempertimbangkan peran sel darah putih dalam melawan infeksi. Hal ini menghasilkan kesimpulan bahwa seseorang yang sembuh tidak memiliki imunitas untuk mencegah terinfeksi kembali.Padahal sel darah putih memiliki sel T memori dan sel B yang berperan penting dalam menjaga tubuh dari serangan infeksi coronavirus yang kedua kalinya.Fungsi sel T memori dan sel B dalam tubuh manusia bisa diibaratkan seperti mata-mata dan pabrik senjata pada masa perang.Sel T memori berperan mengumpulkan semua informasi atau identifikasi tentang coronavirus yang masuk ke dalam tubuh, kemudian meneruskannya pada sel B. Sel B bertugas mengembangkan antibodi khusus yang mampu menyerang virus ini secara spesifik berdasarkan informasi yang sudah ada.

Proteksi sel T pada penderita Covid-19 yang sudah sembuh

Pentingnya peran sel T dalam melawan coronavirus juga didukung dalam hasil penelitian terbaru. Studi ini menyatakan bahwa selain antibodi, tubuh tiap orang yang terpapar Covid-19, bahkan yang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, akan memproduksi sel T khusus. Sel-sel T tersebut dapat memburu virus corona apabila penderita kembali terpapar.Oleh karena itu, sel T memiliki peran penting dalam mencegah seseorang terinfeksi kembali untuk jangka panjang. Pasalnya, studi lain menunjukkan bahwa sel T dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun. Sementara jumlah antibodi akan menurun setelah infeksi sembuh.Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh suatu riset lain. Studi ini memeriksa tubuh 36 pasien yang sudah dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.Hasilnya, tubuh mereka menciptakan sel T memori yang dapat mengenali dan dirancang spesifik guna menghadapi virus Covid-19.

Perlindungan sel T pada orang yang belum pernah terpapar Covid-19

Sebuah riset lain pun menemukan sesuatu yang mengejutkan dan menggembirakan. Banyak orang yang belum pernah terpapar, sudah memiliki sel T memori yang dapat mengenali virus corona terbaru, si penyebab Covid-19.Mengapa demikian?Peneliti berpendapat bahwa kebaikan tersebut muncul karena fenomena reaksi silang (cross reactivity). Reaksi silang adalah kondisi di mana sel T bereaksi terhadap virus yang tidak dikenal oleh tubuh, namun masih satu keluarga dengan virus lain yang pernah masuk ke tubuh.Sebagai contoh, sel T pada seseorang yang pernah terpapar virus corona penyebab flu biasa, dapat mengenali dan bereaksi terhadap virus corona penyebab Covid-19. Pasalnya, kedua virus ini sama-sama termasuk dalam kelompok coronavirus.Menurut para ahli, fenomena cross reactivity juga menjadi alasan mengapa sebagian orang dapat menunjukkan gejala ringan, sedangkan yang lain mengalami gejala berat.Artinya, jika Anda pernah terpapar jenis coronavirus, sel T di tubuh Anda dapat mengidentifikasi dan melawan infeksi Covid-19 lebih baik daripada orang yang sama sekali belum pernah terpapar.

Berapa lama sel T dapat melindungi seseorang dari terinfeksi kembali?

Hasil penelitian tersebut tentunya sangat membahagiakan. Meski begitu, para peneliti sendiri belum sepenuhnya yakin berapa lama imunitas ini akan bertahan dalam tubuh seseorang.Kabar baiknya, hasil sampel darah para pasien yang sembuh dari SARS (masih termasuk dalam coronavirus), jangka hidup sel T bisa mencapai beberapa dekade.Sel T ini pun dikatakan dapat mengidentifikasi virus corona penyebab Covid-19.Perlu studi lebih lanjut dan lebih luas mengenai fungsi sel T memori ini agar hasilnya dapat benar-benar dibuktikan secara ilmiah.
penyakitdemampenyakit pernapasancoronavirus
Cell. https://www.cell.com/cell/fulltext/S0092-8674(20)31008-4?rss=yes
Diakses pada 21 Agustus 2020
Business Insider. https://www.businessinsider.com/long-term-coronavirus-immunity-t-cells-2020-8?amp&r=US&IR=T
Diakses pada 21 Agustus 2020
Nature. https://www.nature.com/articles/s41586-020-2550-z
Diakses pada 21 Agustus 2020
Nature. https://www.nature.com/articles/s41586-020-2598-9_reference.pdf
Diakses pada 21 Agustus 2020
Medrxiv. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.08.11.20171843v2
Diakses pada 21 Agustus 2020
NIH Blog. https://directorsblog.nih.gov/2020/07/28/immune-t-cells-may-offer-lasting-protection-against-covid-19/
Diakses pada 21 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait