Elastisitas miss V bisa mengalami perubahan karena pertambahan usia
Seiring bertambahnya usia, elastisitas miss V bisa mengalami perubahan

Banyak orang yang percaya bahwa elastisitas vagina dapat menghilang dan menjadi longgar untuk selamanya. Kondisi ini bahkan digadang-gadang menjadi salah satu penyebab ketidakpuasan pasangan dalam berhubungan seks. Namun, benarkah demikian?

Cara mengetahui miss v longgar?

Istilah vagina longgar merupakan stigma yang ditujukan pada wanita yang dianggap telah berhubungan seks dengan lebih dari satu pria atau terlalu sering berhubungan seks. Padahal, stigma ini hanyalah sekadar mitos belaka.

Vagina merupakan organ reproduksi yang elastis. Ini berarti otot-otot miss V dapat meregang ketika ada sesuatu yang masuk atau keluar, seperti penis, mainan seks, atau bayi. Bahkan tak butuh waktu lama bagi vagina untuk kembali ke bentuknya semula. 

Akan tetapi, seiring waktu otot-otot di sekitar vagina memang dapat menjadi kurang kuat karena usia dan persalinan. Ini membuat vagina Anda terasa lebih longgar, namun elastisitasnya tak hilang secara permanen. Beberapa pendapat menyatakan bahwa cara mengetahui miss V longgar dapat dilakukan dengan memperhatikan tanda berikut:

  • Tak kuat menahan kencing terutama saat batuk, bersin, atau tertawa
  • Kesulitan mencapai orgasme tak seperti sebelumnya
  • Meningkatnya udara yang masuk ke dalam vagina ketika berhubungan seks (fanny fart)
  • Kesulitan memuaskan pasangan atau pasangan sulit mencapai klimaks tak seperti sebelumnya

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan ke dokter obgyn untuk berkonsultasi seputar masalah ini.

Dengan adanya berbagai anggapan negatif mengenai miss V longgar, banyak wanita yang menginginkan vaginanya kencang. Namun, vagina yang terlalu kencang juga bisa membuat Anda mengalami ketidaknyamanan atau nyeri saat penetrasi. 

Faktor yang mengubah elastisitas vagina

Hanya ada dua faktor yang dapat memengaruhi elastisitas vagina, yaitu usia dan melahirkan. Secara alami, kedua hal tersebut membuat vagina menjadi sedikit melonggar seiring waktu. Berikut penjelasan langkap mengenai kedua faktor yang dapat mengubah elastisitas miss V tersebut:

1. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, berbagai bagian tubuh mengalami perubahan. Secara bertahap, kulit dan otot pun secara perlahan melemah sehingga membuat vagian terasa lebih longgar. Anda mulai mungkin melihat adanya perubahan elastisitas vagina di usia 40-an.

Selain itu, selama menopause, kadar hormon estrogen pun menurun. Hal ini menyebabkan lapisan vagina menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis sehingga bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks karena berkurangnya pelumas alami. 

2. Melahirkan

Merupakan hal yang wajar jika vagina mengalami perubahan setelah melahirkan normal. Selama persalinan normal, otot-otot vagina meregang agar bayi dapat melewati jalan lahir dan keluar. Beberapa wanita pun melaporkan adanya perubahan bentuk atau elastisitas vagina setelah melahirkan. 

Kerusakan pada kulit, jaringan, atau otot saat melahirkan juga bisa menyebabkan perubahan pada vulva dan vagina. Kondisi ini bisa membuat vagina menjadi terasa lebih longgar. Pada beberapa hari setelah melahirkan, vagina harus mulai membaik kembali meski mungkin tak sepenuhnya seperti bentuk semula.

Perubahan ini biasanya lebih terlihat pada wanita yang hamil setelah usia 30 tahun. Sedangkan, wanita yang lebih muda merasa bahwa tubuhnya dapat kembali ke keadaan semula layaknya sebelum hamil, dengan lebih cepat.

Mengatasi miss v longgar

Otot-otot dasar panggul mengelilingi vagina. Ketika otot-otot tersebut mengendur, maka vagina terasa kurang kencang. Latihan panggul pun menjadi cara yang paling baik untuk memperkuat otot-otot dasar panggul tersebut. Berikut beberapa latihan panggul yang bisa Anda coba:

1. Senam kegel

Guna menentukan letak otot dasar panggul, cobalah untuk mengencangkan otot di area vagina seolah Anda menahan laju urine saat buang air kecil. Otot yang menahan urine itulah yang disebut otot dasar panggul Anda. Jika sudah mengetahuinya, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Pilihlah posisi yang nyaman untuk melakukan senam kegel. Biasanya senam ini dilakukan sambil berbaring dengan kedua lutut menekuk
  • Kencangkan otot-otot dasar panggul Anda selama kira-kira 5 detik
  • Lemaskan kembali otot dasar pangul tersebut selama 5 detik
  • Ulangilah langkah ini setidaknya 5 kali berturut-turut.

Jika Anda ingin membangun kekuatan otot, maka tingkatkan waktunya menjadi 10 detik. Ketika melakukan senam kegel, usahakan untuk tidak mengencangkan perut, paha, atau bokong. Jangan lupa pula untuk bernapas seperti biasa. Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah tiga set senam kegel setiap hari.

2. Vaginal cone

Anda dapat memperkuat otot-otot dasar panggul dengan vaginal cone. Vaginal cone berbentuk mirip tampon dengan berat yang bervariasi. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina dan meremasnya menggunakan otot-otot vagina. Tahan selama 15 menit dan lakukanlah sebanyak dua kali sehari. 

Selain melakukan latihan di atas, jangan ragu atau malu untuk berkonsultasi pada dokter obgyn mengenai masalah Miss V yang Anda alami. Dokter akan memberi arahan yang lengkap untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/loose-vagina#takeaway
Diakses pada 23 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325890#treatment
Diakses pada 23 Maret 2020
The Eagle. https://theeagleonline.com.ng/how-to-know-if-you-have-a-loose-vagina-remedies/
Diakses pada 23 Maret 2020

Artikel Terkait