logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

6 Dampak Buruk Pilih Kasih pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

open-summary

Pilih kasih kepada anak dapat mengundang dampak buruk, seperti merusak hubungan antarsaudara, memupuk amarah, hingga menyebabkan permusuhan. Ciri-ciri orang tua yang pilih kasih di antaranya lebih suka berbicara pada satu anak, suka mengejek, hingga mengunggulkan anak yang lebih bertalenta.


close-summary

2 Agt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Orangtua pilih kasih terhadap anak dapat meninggalkan sejumlah dampak buruk

Ibu bersikap pilih kasih dengan anak

Table of Content

  • Orangtua pilih kasih kadang terjadi tanpa disadari
  • Akibat orangtua pilih kasih pada anak
  • Ciri-ciri orang tua yang pilih kasih
  • Catatan dari SehatQ

Bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak, ada aturan main yang wajib dijadikan acuan: jangan pilih kasih terhadap anak. Sebab, memposisikan salah satu dari mereka sebagai anak emas bisa berdampak buruk pada psikologis anak.

Advertisement

Hal semacam ini bisa berpengaruh terhadap inner child mereka. Ketika mereka kelak menjadi orang tua pun, siklus ini bisa berulang akibat orang tua pilih kasih terhadap anak.

Orangtua pilih kasih kadang terjadi tanpa disadari

Terkadang, bisa saja orang tua cenderung pilih kasih atau condong lebih memfavoritkan salah satu anaknya.

Pertama-tama, ingatlah bahwa ini adalah hal yang alami, dan bahkan bisa terjadi tanpa disadari atau karena kebiasaan.

Belum lagi kebiasaan membandingkan. Mungkin orang tua bukan bermaksud menonjolkan si kakak atau si adik lebih dari yang lain, tetapi kondisi ini bisa terjadi tanpa disengaja.

Sebut saja ketika orang tua menyebut kakak lebih baik atau adik lebih pintar dibandingkan dengan saudaranya.

Faktanya, tidak ada manfaat dari hal semacam ini. Justru, sebuah studi dari Journal of Family Psychology membuktikan risiko konflik lebih tinggi pada orang tua yang pilih kasih.

Ingatlah bahwa setiap anak unik. Ketika Anda ingin memberikan konsekuensi, sesuaikan dengan perilaku anak. Bukan berdasarkan siapa yang lebih tua dan muda.

Akibat orangtua pilih kasih pada anak

anak berkelahi
Orangtua yang pilih kasih bisa menyebabkan konflik pada anak

Sayangnya, kebiasaan orang tua memposisikan salah satu anak sebagai anak emas bisa meninggalkan dampak buruk.

Di dalam benak anak yang merasa dinomorduakan, mungkin muncul pertanyaan kenapa orang tua pilih kasih terhadap saudara kandungnya.

Dampak psikologi anak kurang kasih sayang ini bahkan bisa tertanam seumur hidupnya.

Memberi label kepada anak, meski bernada positif sekalipun, bisa menimbulkan kesan orang tua pilih kasih.

Lebih jauh lagi, beberapa akibat orang tua pilih kasih pada anak adalah sebagai berikut:

1. Rusaknya hubungan saudara kandung

Bukan hanya memicu konflik antara anak dan orang tua, kebiasaan orang tua pilih kasih juga berdampak pada hubungan di antara kakak dan adik. Bahkan, hal ini bisa saja berlangsung hingga mereka dewasa kelak.

Jadi, orang tua perlu paham betul bahwa kebiasaan pilih kasih adalah hal yang buruk dan merusak hubungan dalam keluarga.

Bahkan, besar kemungkinan anak bisa menarik diri dari keluarganya apabila orang tua cenderung memposisikan salah satu dari mereka sebagai anak emas.

2. Memupuk kemarahan

Mungkin anak terkesan baik-baik saja ketika orang tua sesekali bersikap pilih kasih. Padahal, hal ini bisa memupuk kemarahan dan kebencian dalam hati mereka.

Komentar-komentar yang bernada membandingkan pencapaian salah satu dari mereka juga hanya akan membuat konflik rentan terjadi.

3. Bisa berdampak jangka panjang

Bukan hanya terjadi ketika anak masih kecil dan tinggal bersama orang tua saja, akibat orang tua pilih kasih pada anak bisa terus berlanjut hingga mereka dewasa kelak.

Ada banyak sekali orang tua yang cenderung memilih salah satu anak karena berbagai faktor.

Tidak mengejutkan juga ketika orang tua menempatkan salah satunya sebagai anak emas karena memberikan dukungan finansial dan emosional lebih besar.

4. Permusuhan

orang tua pilih kasih
Sifat pilih kasih bisa mengundang permusuhan.

Orang tua yang pilih kasih kepada salah satu anak hanya akan membuat anak-anaknya rentan bermusuhan.

Mereka bisa lebih mudah bergesekan, bertengkar, dan konflik pun semakin sering terjadi. Biasanya, anak yang kurang kasih sayang akan cenderung marah kepada anak emas.

Masalah ini membuat hubungan persaudaraan terancam berantakan.

5. Berdampak pada kondisi mental

Psikologi anak kurang kasih sayang bisa menjadi lebih rentan depresi, agresif, dan kurang percaya diri.

Bahkan, hal ini dapat berdampak pada kemampuan mereka mengambil keputusan. Tidak mengherankan pula jika kemudian anak menjadi kurang optimal performanya, baik secara akademis maupun nonakademis.

Sayangnya, hal ini bisa membuat orang tua tanpa sadar kembali membandingkan dengan si anak emas.

Sebagai contoh, orang tua cenderung membandingkan nilai anak dengan saudaranya yang lebih cemerlang secara akademis.

6. Sulit jadi pasangan yang baik

Anak yang tidak difavoritkan orang tua mereka juga bisa merasakan dampak pilih kasih saat kelak menjadi pasangan. Mereka tidak akan lupa bagaimana orang tua lebih condong ke anak emas.

Ketika sudah mulai membangun hubungan dan menjadi pasangan pun, akibat orang tua pilih kasih pada anak bisa membekas dampaknya, terutama pada kemampuan mereka dalam mengambil keputusan.

Ciri-ciri orang tua yang pilih kasih

orang tua pilih kasih
Ciri-ciri orang tua pilih kasih.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terkadang orang tua dapat tidak menyadari bahwa dirinya cenderung pilih kasih terhadap satu anak tertentu.

Untuk membantu Anda mengidentifikasi sifat ini, kenalilah ciri-ciri orang tua yang pilih kasih sebagai berikut:

1. Berbicara lebih banyak tentang satu anak

Salah satu karakteristik orang tua yang pilih kasih adalah suka berbicara lebih banyak tentang satu anak ke orang lain.

Misalnya, anak kesayangan Anda memiliki kelebihan dalam melukis atau bernyanyi. Orang tua yang pilih kasih cenderung akan membicarakan tentang kelebihan anak tersebut kepada setiap orang.

Sedangkan adik atau kakaknya, yang mungkin tidak sehebat anak kesayangan tersebut, jarang menjadi bahan pembicaraan ketika Anda berbincang dengan orang lain.

2. Lebih sering berbicara kepada satu anak saja

Tanda-tanda orang tua yang pilih kasih selanjutnya adalah lebih sering berbicara kepada satu anak saja.

Contohnya, jika Anda lebih tertarik dengan hobi anak yang gemar melukis dan menyanyi, maka Anda akan cenderung lebih banyak berbicara kepadanya.

Sementara itu, orang tua yang pilih kasih cenderung mengabaikan anak lainnya, yang hobinya mungkin tidak dimengerti oleh orang tuanya.

3. Suka mengejek

Sebenarnya, bercanda dengan ejekan yang tidak serius kepada anak dianggap normal.

Namun, ketika orang tua cenderung lebih suka mengejek kepada satu anak saja dan sifat ejekannya cukup serius, bisa jadi mereka memiliki sifat pilih kasih.

Hati-hati, anak dapat menafsirkan ejekan menjadi suatu hal yang serius, meskipun niatnya hanya bercanda. Hal ini dapat menyakiti hati anak.

4. Mengunggulkan satu anak saja

Orang tua tentu merasa bangga dan bahagia ketika melihat anaknya sukses. Namun ingat, Anda sebaiknya tidak mengunggulkan satu anak saja.

Sebab, orang tua pilih kasih cenderung mengunggulkan satu anak saja, sedangkan anak yang lain tidak difavoritkan.

Padahal, bisa jadi merekasudah bekerja keras untuk menjadi sukses dan menyenangkan orang tuanya.

5. Memilih anak berdasarkan perilaku

Orang tua pilih kasih cenderung memilih atau lebih menyukai anak berdasarkan perilakunya.

Jika seorang anak menunjukkan perilaku yang baik, orang tua pilih kasih cenderung akan memilih dan memfavoritkan anak tersebut. Sementara itu, anak yang berperilaku buruk cenderung terlupakan.

Hati-hati, bisa jadi mereka memiliki sifat yang tidak baik karena Anda tidak memberikan cinta dan kasih sayang sebanyak anak yang berperilaku baik.

Baca Juga

  • 4 Parenting Style yang Orangtua Terapkan dalam Mengasuh Anak
  • Mengenal Menarche (Haid Pertama) dan Cara Membantu Anak Menghadapinya
  • Pengasuhan Positif (Positive Parenting) dan Beragam Manfaatnya

Catatan dari SehatQ

Menjadikan salah satu anak sebagai anak emas lebih rentan terjadi ketika orang tua merasa stres.

Contohnya, saat menghadapi kesulitan finansial atau ada masalah dalam pernikahan. Sebab, orang tua dalam kondisi ini tidak bisa memantau seberapa adil mereka berlaku kepada anak-anak.

Tidak hanya itu, ada pula akibat orang tua pilih kasih pada anak yang bisa membekas hingga anak menjadi dewasa kelak.

Maka dari itu, cobalah untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Cobalah untuk lebih objektif, bisa mengendalikan stres, serta berkomunikasi dengan apik bersama pasangan.

Dengan demikian, diharapkan Anda bisa lebih mudah menjalankan peran sebagai orang tua tanpa terjebak dalam kecenderungan pilih kasih tanpa sadar.

Untuk berdiskusi lebih lanjut psikologi anak kurang kasih sayang dan cara berhenti pilih kasih, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingparenting stressgaya parenting

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved