Penyebab Anyang-anyangan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya


Anyang-anyangan saat hamil dapat dipicu oleh perubahan hormon, tekanan pada kandung kemih, atau infeksi saluran kemih. Kondisi ini bisa diatasi dengan minum air putih dengan cukup hingga senam kegel.

0,0
19 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anyang-anyangan saat hamil yang lebih jarang terjadi ketimbang tanda lainnyaAnyang-anyangan bisa menimbulkan ketidaknyamanan
Ada banyak tanda-tanda kehamilan yang bisa Anda identifikasi, misalnya morning sickness, kram perut, atau tidak haid. Di samping itu, tahukah Anda bahwa anyang-anyangan merupakan gejala hamil juga? Namun, perlu diingat bahwa, anyang-anyangan saat hamil adalah kondisi yang jarang terjadi ketimbang tanda-tanda kehamilan lainnya.Anyang-anyangan adalah masalah buang air kecil yang tidak tuntas dan kadang disertai rasa nyeri atau terbakar. Anyang anyangan pada ibu hamil ini bisa mengganggu kenyamanan penderitanya, terutama di malam hari.  

Penyebab anyang-anyangan saat hamil

Ibu hamil anyang-anyangan adalah hal yang jarang terjadi, namun masih merupakan hal yang wajar. Munculnya anyang-anyangan saat hamil dapat dipicu oleh beberapa penyebab, di antaranya:

1. Perubahan hormon

Selama trimester pertama kehamilan, tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan aliran darah ke area panggul, yaitu progesteron dan human chorionic gonadotropin (hCG). Perubahan hormon tersebut dapat membuat suplai darah ke ginjal lebih cepat dan kandung kemih menjadi lebih sering terisi sehingga menyebabkan sering buang air kecil, jika tidak diimbangi dengan asupan cairan maka akan memicu anyang-anyangan.

2. Tekanan pada kandung kemih

Kandung kemih berfungsi untuk menyimpan urine
Pada trimester kedua, keinginan buang air kecil yang tak tertahankan cenderung berkurang. Posisi rahim juga lebih tinggi sehingga menghasilkan lebih sedikit tekanan pada kandung kemihNamun, di trimester ketiga, anyang-anyangan bisa kembali terjadi karena meningkatnya tekanan pada kandung kemih akibat janin yang semakin besar dan meningkatkan frekuensi desakan rahim. 

3. Infeksi saluran kemih

Terkadang, anyang-anyangan juga dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK). Penyakit ini merupakan jenis infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada wanita hamil. Biasanya terjadi pada trimester 3.ISK umumnya ditandai dengan nyeri atau terbakar saat berkemih, urine berdarah, hingga merasa ingin buang air kecil meskipun hanya bisa mengeluarkan beberapa tetes. Jika tidak diobati, ISK bisa menyebabkan infeksi ginjal, persalinan prematur, atau masalah lain yang memiliki potensi bahaya. 

Cara mengatasi anyang-anyangan pada ibu hamil

Ibu hamil tidak perlu khawatir, karena anyang-anyangan biasanya akan mereda sekitar 6 minggu setelah melahirkan. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi anyang-anyangan saat hamil.

1. Minum air putih dengan cukup

Jika tidak ada kondisi penyakit tertentu, biasanya ibu hamil dapat minum air putih sebanyak 2 liter atau setidaknya 8 gelas per hari. Hal ini baik untuk menjaga kesehatan ginjal, serta mempertahankan jumlah cairan ketuban agar tidak berkurang. Jangan mengurangi minum air putih hanya karena meningkatkan frekuensi berkemih saat hamil. Tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh supaya kesehatan tubuh dan janin senantiasa terjaga.

2. Senam kegel

Senam kegel membantu memperkuat dasar panggul
Anda dapat melakukan senam kegel untuk membantu memperkuat dasar panggul dan mengatasi perasaan buang air kecil yang tidak tuntas. Kencangkan otot-otot dasar panggul dengan membayangkan Anda sedang menghentikan aliran urine dan tahan selama 10 detik.Kemudian, lepaskan otot yang berkontraksi tersebut dan ulangi sebanyak 15 kali. Idealnya, senam kegel dilakukan sekitar 3 kali sehari. Jika tidak mampu melakukannya sendiri, Anda dapat mengikuti kelas senam kegel yang dilatih seorang instruktur.

3. Hindari minuman berkafein

Hindari mengonsumsi minuman berkafein karena minuman tersebut berfungsi sebagai diuretik alami yang dapat meningkatkan keinginan Anda untuk buang air kecil.Dikutip dari Women's Health, kandungan kafein dapat menyebabkan kantung kemih cepat terisi yang mengakibatkan Anda selalu ingin berkemih. Membatasi kafein dapat membantu mengatasi anyang-anyang saat hamil karena mengurangi tekanan pada kantung kemih.

4. Berendam air hangat

Mandi air hangat dapat meredakan sensasi ingin buang air kecil. Hal ini juga dapat membantu menenangkan otot-otot yang tegang saat hamil sehingga mengurangi ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Namun, jngan berendam air hangat di trimester 1 karena dapat menyebabkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi akibat tekanan darah ibu yang menurun karena berendam di air hangat.

5. Mengonsumsi antibiotik

Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mengobati ISK pada ibu hamil. Obat jenis ini sangat efektif untuk menghilangkan infeksi yang menyebabkan Anda mengalami anyang-anyangan. Pastikan obat yang digunakan selama masa kehamilan sudah sesuai dengan resep dan petunjuk dokter, dan jangan membeli sendiri tanpa resep dokter.Baca juga: Antibiotik untuk Ibu Hamil, Apa Saja yang Aman dan Tidak Aman Dikonsumsi?

Pesan dari sehatQ

Untuk mencegah anyang-anyangan saat hamil, Anda perlu menjaga pola hidup sehat dengan minum banyak air, menjaga kebersihan organ intim, hingga memperbanyak konsumsi buah dan sayur.Untuk memastikan kehamilan, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Tanyakan pula masalah anyang-anyangan Anda sehingga bisa segera diatasi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar anyang-anyangan tanda hamil, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilaninfeksi saluran kemih
Healthline. https://www.healthline.com/health/constant-urge-to-pee-but-little-comes-out#takeaway
Diakses pada 05 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/urinary-frequency-thirst#prevention
Diakses pada 05 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324795#treatments-and-home-remedies
Diakses pada 05 Oktober 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/frequent-urination-during-pregnancy_237
Diakses pada 05 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait