Jangan Digaruk, Kenali Dulu Penyebab Anus Gatal Anda

Anus gatal dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari kebiasaan tak sehat hinggak infeksi menular seksual
Anus gatal dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari kebiasaan tak sehat hinggak infeksi menular seksual

Anus gatal tentu bikin kita tak nyaman. Saat Anda berada di tempat umum dan bagian bawah tersebut terasa gatal, tak tahan rasanya untuk tidak menggaruk. Anus gatal dapat menjadi mimpi buruk saat Anda berada di luar.

Anus gatal, atau disebut juga dengan pruritus ani, dapat menjadi gejala suatu kondisi medis tertentu. Beberapa kebiasaan yang tak sehat dan bersih pun dapat menjadi pemicunya. Namun beruntung, sebagian besar kasus anus gatal dapat Anda atasi sendiri.

Ragam penyebab anus gatal, jangan tertawa dulu

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab anus gatal yang Anda alami serta cara mengatasinya:

1. Kotoran yang tersisa setelah buang air besar

Kotoran yang tidak dibilas atau dilap dengan bersih menjadi penyebab anus gatal yang umum terjadi.
Untuk mengatasinya, tentu Anda harus bisa memastikan area anus sudah terbilas dengan bersih. Jangan lupa untuk mengeringkannya dengan tisu secara lembut.

2. Terlalu berlebihan dalam membersihkan anus

Penggunaan sabun, air panas, obat-obatan, hingga wewangian sebenarnya dapat merusak lapisan minyak di area anus. Lapisan minyak ini berfungsi untuk melindungi area yang sensitif tersebut. Anda bisa menggunakan pembersih yang tidak mengandung sabun untuk membersihkan bagian anus.

Begitu pula saat Anda mengelapnya terlalu keras, gatal pada anus dapat menjadi lebih buruk. Gunakan tisu secara lembut untuk mengelap anus.

3. Celana dalam yang ketat

Celana yang ketat dan berbahan sintetis dapat menjadi pemicu anus gatal. Anda disarankan untuk menggunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat. Apabila terasa lembap, seperti setelah berolahraga, Anda harus mengganti celana dalam dengan yang bersih.

Untuk mencucinya, gunakan deterjen yang tidak mengandung pewangi.

4. Kopi

Kopi, yang mungkin Anda seruput setiap pagi, dapat menimbulkan rasa gatal pada area dubur. Kopi dapat melemaskan otot anus, sehingga feses dapat sedikit keluar, dan anus pun menjadi gatal.

Selain kopi, makanan dan minuman lain yang menjadi penyebab anus gatal yaitu:

  • Teh dan soda
  • Minuman berenergi dan bir
  • Cokelat dan kacang
  • Buah jeruk dan tomat
  • Susu

5. Ambeien

Ambeien atau wasir, atau pembengkakan pembuluh darah vena di rektum atau anus dapat menimbulkan sensasi terbakar dan rasa gatal. Apabila gejala ambeien mulai menyiksa dan disertai nyeri, Anda bisa berendam di air hangat selama 15 menit, beberapa kali dalam sehari. Konsumsi air lebih banyak, serta tingkatkan asupan serat.

Apabila anus terasa nyeri dan disertai darah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

6. Fisura ani

Fisura ani adalah sobekan yang timbul di dalam anus, serta memicu rasa nyeri dan gatal. Kondisi ini bisa terjadi jika Anda mengalami sembelit dan mengeluarkan feses yang besar dan keras. Diare dan penyakit Crohn pun dapat memicu fisura ani.

Sama seperti mengatasi nyeri ambeien, Anda bisa berendam dalam air hangat, serta mengonsumsi banyak cairan dan makanan berserat. Apabila masih nyeri dan gatal, Anda bisa menemui dokter untuk mendapatkan krim pereda nyeri seperti lidocaine.

7. Fistula ani

Fistula ani adalah terbentuknya saluran kecil di saluran anus. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan gatal. Penyebab fistula pun dapat beragam, seperti penyakit Crohn, infeksi menular seksual, trauma, dan kanker.

Apabila gatal disertai pembengkakan, perdarahan, dan demam, Anda harus menemui dokter untuk memastikan benar tidaknya ada fistula ani. Umumnya, kondisi ini diatasi dengan operasi

8. Kutil

Kutil pada bagian kelamin, termasuk anus, disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kutil tersebut tumbuh di dalam dan sekitar anus, serta dapat menyebar ke area penis atau vagina. Gatal pada anus menjadi salah satu gejala kutil pada area tersebut.

Tindakan dokter menjadi penanganan utama untuk mengatasi kutil di anus. Tindakan tersebut mulai dari krim (seperti imiquimod dan podofilin), hingga tindakan medis krioterapi, elektrokauter, dan laser.

9. Cacing kremi

Rasa gatal pada anus dapat terjadi karena seseorang tanpa sengaja menelan cacing kremi pada makanan yang tercemar. Kontak melalui udara dengan cacing tersebut juga bisa terjadi melalui sprei, perlengkapan kamar mandi, dan mainan yang sudah terkontaminasi. Pada malam hari, cacing kremi betina akan meletakkan telurnya di area anus yang menimbulkan rasa gatal.

Cacing kremi dapat diatasi dengan obat-obatan dokter dan gaya hidup bersih. Beberapa contoh obat dokter untuk mengatasi cacing kremi, yaitu mebendazole dan albendazole.

10. Kudis

Kudis mungkin sudah sering Anda dengar, yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabiei. Apabila tidak ditangani, tungau tersebut dapat bereproduksi di kulit dan menimbulkan gatal serta ruam kulit.

Beberapa obat dokter yang sering digunakan menangani kudis, yaitu krim permethrin, losion benzil benzoat, salep sulfur, krim krotamiton, dan losion lindane. Selalu ikuti arahan dokter dalam menggunakan krim tersebut.

11. Infeksi menular seksual

Beragam infeksi menular seksual dapat membuat anus menjadi gatal. Infeksi tersebut termasuk gonorhea, herpes genital, infeksi HPV, hingga infeksi jamur. Penanganan jenis infeksi menular seksual yang Anda alami akan bergantung pada jenis infeksi yang terjadi.

Catatan dari SehatQ

Beberapa kasus penyebab anus atau dubur gatal dapat ditangani sendiri. Walau begitu, pada kondisi yang lebih serius, Anda harus menemui dokter untuk mendapatkan penanganan.

Selain itu, untuk mencegah anus gatal, pastikan Anda juga menjaga kebersihan diri, pakaian, dan ruangan, serta menjauhi perilaku seks yang tidak aman.

Healthline. https://www.healthline.com/health/anal-fissure
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/anal-warts
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pinworms
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/scabies
Diakses pada 23 Desember 2019

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/anal-care
Diakses pada 23 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/in-depth
Diakses pada 23 Desember 2019

My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14466-anal-fistula
Diakses pada 23 Desember 2019

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/ss/slideshow-anal-itchin
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed