Penyakit Campak Sempat Kembali Merebak, Antivaksin Penyebabnya?

WHO memasukkan antivaksin sebagai ancaman kesehatan dunia di tahun 2019
Vaksin campak sebaiknya diberikan pertama kali saat anak berusia sembilan bulan.

Vaksin dikembangkan sebagai salah satu langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit campak. Meski telah terbukti efektif, jumlah kaum antivaksin tidak serta-merta berkurang begitu saja.

Akibatnya, jumlah penderita penyakit campak yang sebelumnya sudah menurun, kini terus bertambah, bahkan mewabah. Fenomena wabah campak ini terjadi di salah satu wilayah di Amerika Serikat, yang bernama Clark County.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai potensi wabah campak.

Bagaimana Wabah Penyakit Campak dapat Kembali Terjadi?

Wabah campak yang belum lama ini berkembang di Clark County, Amerika Serikat, merupakan contoh nyata bahaya yang dapat timbul apabila Anda menolak melakukan vaksin. Baik untuk diri Anda, maupun sang buah hati. Area yang mengalami wabah campak tersebut merupakan salah satu wilayah dengan persentase vaksinasi terendah.

1. Penyebaran Campak Belum Diatasi Secara Tuntas

Di Indonesia sendiri, jumlah kejadian campak yang sempat menurun pada tahun 2012-2015, tapi kembali naik pada tahun 2016-2017. Hal ini menjadi perhatian khusus bahwa fenomena penyebaran campak belum dapat diatasi sepenuhnya.

Tersebarnya berita bahwa vaksin yang digunakan untuk pencegahan campak, yaitu vaksin MR, dapat menyebabkan autisme, dijadikan alasan kaum antivaksin untuk tidak memberikan imunisasi pada anak mereka. Di Indonesia, masalah sertifikasi halal vaksin MR juga menjadi tambahan penyebab keraguan orangtua untuk melengkapi jadwal imunisasi anak.

2. Antivaksin Jadi Ancaman Kesehatan Dunia

Melihat terus bertambahnya jumlah kaum antivaksin, World Health Organization (WHO) bahkan memasukkan keraguan terhadap imunisasi atau antivaksin, sebagai satu dari sepuluh ancaman kesehatan dunia di tahun 2019. Pasalnya, saat ini telah terjadi kenaikan kasus campak sebesar 30 persen di seluruh dunia.

Meski penyebab kenaikan kasus tersebut cukup rumit, namun WHO telah melihat fenomena saat negara-negara yang sebelumnya hampir berhasil mengeliminasi campak justru mengalami kembali mengalami kenaikan kasus campak.

Cegah Wabah Campak dengan Vaksinasi

Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh virus yang dapat menyebar melalui batuk dan bersin. Penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, dan meningitis. Pada tahap paling parah, campak bahkan dapat menyebabkan kematian.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk memberikan vaksin campak kepada anak, agar senantiasa terlindungi dari virus berbahaya ini. Di Indonesia, pencegahan campak di lakukan dengan pemberian vaksin MR (Measles, Rubella).

Vaksin bisa mencegah setidaknya 10 penyakit.

Jadwal Pemberian Vaksin Campak

Vaksin campak diberikan pertama kali saat anak berusia sembilan bulan. Selanjutnya, vaksin dijadwalkan pada usia 18 bulan, dan saat anak mencapai usia setara kelas 1 SD.

Vaksin campak yang digunakan aman karena telah sesuai dengan rekomendasi WHO, dan telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).   

Selain itu, vaksin ini juga telah digunakan oleh lebih dari 141 negara di dunia, dan telah terbukti efektif untuk mencegah campak serta rubella.

MUI Izinkan Vaksin Campak

Bahkan, berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 4 tahun 2016, vaksin MR diperbolehkan sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit.

Meluasnya gerakan antivaksin yang tersebar di media sosial dapat membawa dampak yang merugikan bagi banyak orang. Lindungi buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya, dengan melengkapi jadwal imunisasi sesuai rekomendasi dari dokter.

World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/ten-threats-to-global-health-in-2019
Diakses pada 30 Januari 2019

World Health Organization. http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1
Diakses pada 30 Januari 2019

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr Diakses pada 30 Januari 2019

Oregonlive. https://www.oregonlive.com/clark-county/2019/01/23rd-measles-patient-is-another-unvaccinated-child-in-vancouver-area.html
Diakses 30 Januari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed