Antispasmodik Adalah Obat Perileks Otot di Usus, Adakah Efek Sampingnya?


Antispasmodik adalah obat-obatan yang membantu mengurangi kejang otot dan merilekskannya. Antispasmodik bekerja pada otot-otot polos, seperti otot di dalam usus.

0,0
08 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Antispasmodik adalah obat-obatan yang dapat mengurangi kejang otot pada penderita sindrom iritasi usus besarAntispasmodik umum diresepkan dokter untuk membantu meredakan beberapa gejala sindrom iritasi usus besar
Sindrom iritasi usus atau IBS merupakan gangguan yang menyerang usus besar. Salah satu gejala yang dialami beberapa penderita sindrom iritasi usus adalah kejang pada otot-otot di usus. Untuk meredakan kejang tersebut, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang disebut dengan antispasmodik. Ketahui lebih jauh tentang antispasmodik dan cara kerjanya.

Mengenal apa itu antispasmodik dan cara kerjanya

Antispasmodik adalah kelompok obat-obatan yang dapat meredakan, mencegah, atau menurunkan risiko kejang otot dan merelaksasi otot. Kelompok otot yang menjadi target obat antispasmodik yaitu otot-otot polos, seperti otot di dalam dinding usus. Terdapat dua jenis obat antispasmodik, yaitu antimuskarinik dan relaksan otot polos. Antimuskarinik bekerja dengan menempel pada reseptor-reseptor di otot yang disebut reseptor muskarinik. Reseptor muskarinik sebenarnya menjadi tempat menempelnya senyawa di tubuh yang memicu kontraksi otot di usus. Dengan menempelnya antimuskarinik di reseptor tersebut, aktivitas senyawa pemicu kontraksi otot pun dapat dikurangi. Reseptor-reseptor muskarinik juga ditemukan pada bagian tubuh lain. Dengan begitu, mengonsumsi antimuskarinik dapat mengontrol gejala di bagian tubuh lain – seperti mengendalikan produksi air liur di mulut. Jenis antispasmodik lain, yakni relaksan otot polos, bekerja langsung pada otot polos di dinding-dinding usus. Obat ini membantu merelaksasi dan meredakan nyeri yang berkaitan dengan kontraksi otot di usus.Antispasmodik biasanya bekerja setelah satu jam dikonsumsi untuk meredakan gejala yang dirasakan pasien. Efektivitas obat akan bergantung pada dosis yang diminum dan seberapa sering obat dikonsumsi.

Kondisi yang dapat ditangani dengan antispasmodik

Obat antispasmodik biasanya diresepkan untuk mengurangi gejala pada sindrom iritasi usus besar
Antispasmodik dapat mengurangi pergerakan otot usus pada penderita IBS
Antispasmodik umum diresepkan dokter untuk mengontrol gejala pada penderita sindrom iritasi usus besar. Antispasmodik diberikan dengan tujuan berikut ini:
  • Membantu meredakan beberapa gejala sindrom iritasi usus besar, seperti kejang otot, perut kembung, dan sakit perut
  • Membantu mengurangi pergerakan otot usus
Walau memiliki khasiat di atas, obat antispasmodik biasanya hanya efektif bagi beberapa pasien penderita sindrom iritasi usus besar. Namun, perencanaan penanganan penyakit ini, antispasmodik tetap mungkin menjadi pilihan dokter untuk mengendalikan gejala sindrom iritasi usus besar. Selain diresepkan untuk penderita sindrom iritasi usus, antispasmodik juga mungkin diberikan dokter pada pasien penyakit divertikular.

Risiko efek samping antispasmodik

Obat-obatan antispasmodik biasanya tidak menimbulkan efek samping yang serius. Apabila efek samping terjadi, sifatnya cenderung tidak begitu serius. Selain itu, antispasmodik yang termasuk dalam jenis relaksan otot polos cenderung menimbulkan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan antimuskarinik. Beberapa efek samping umum yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi antispasmodik:
  • Nyeri ulu hati
  • Konstipasi atau sembelit
  • Mulut kering
  • Sulit buang air kecil
Selalu tanyakan pada dokter semua kemungkinan efek samping dari penggunaan antispasmodik.

Individu yang tidak dapat mengonsumsi antispasmodik

Antispasmodik dapat dikonsumsi oleh banyak individu. Namun, tetap ada beberapa kelompok orang yang dapat meminum obat ini. Beberapa individu yang berisiko tidak cocok mengonsumsi antispasmodik, termasuk:
  • Penderita ileus paralitik, kondisi di mana otot usus menjadi lumpuh
  • Penderita penyumbatan usus (obstruksi usus)
  • Penderita myasthenia gravis, kondisi yang memicu otot menjadi lemah
  • Penderita stenosis pilorus, yakni penyempitan pilorus (katup otot antara usus halus dan lambung)
  • Penderita perbesaran kelenjar prostat
Ibu hamil dan menyusui juga biasanya tidak direkomendasikan mengonsumsi antispasmodik.

Catatan dari SehatQ

Antispasmodik adalah obat-obatan yang dapat mengurangi kejang otot pada penderita sindrom iritasi usus. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait antispasmodik, Anda bisa menanyakan ke dokter  di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang memberikan informasi kesehatan terpercaya.
kram ototinfeksi ususradang ususinflamatory bowel syndrome
Healthline. https://www.healthline.com/health/colon-spasm
Diakses pada 26 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome
Diakses pada 26 Oktober 2020
Patient Info. https://patient.info/digestive-health/irritable-bowel-syndrome-leaflet/antispasmodic-medicines
Diakses pada 26 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait