Antisipasi Penyebab Baby Blues yang Sering Muncul Setelah Persalinan

(0)
18 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab baby blues syndrome adalah ketidakseimbangan hormon estrogenPenyebab baby blues syndrome adalah hormon yang tidak seimbang setelah melahirkan
Baby blues syndrome adalah perasaan sedih dan murung yang muncul beberapa hari setelah ibu melahirkan. Penyebab baby blues sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun para ahli percaya kondisi ini berhubungan dengan kadar hormon yang tidak stabil pascapersalinan.Perasaan baby blues ini biasanya akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, jika perasaan sedih itu terus bertahan atau bertambah parah hingga menimbulkan gejala lain seperti insomnia atau bahkan timbul keinginan untuk melukai bayi, maka baby blues yang dialami mungkin sudah berkembang menjadi depresi pascapersalinan.

Mengulik penyebab baby blues secara lengkap

Proses melahirkan adalah proses yang berat. Sehingga setelah selesai, perlu dilakukan perawatan menyeluruh agar ibu bisa sembuh dengan baik. Selain pemulihan fisik, pemulihan psikis ibu yang baru melahirkan juga perlu diperhatikan.Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, kejadian baby blues syndrome bisa dialami hingga 75% perempuan yang baru melahirkan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian depresi pascapersalinan, yang dialami oleh kurang lebih 10 - 15% ibu setelah melahirkan.Penyebab baby blues belum diketahui secara pasti. Namun, saat ini, ketidakseimbangan hormon yang terjadi pascapersalinan lah yang dianggap punya peranan besar terhadap timbulnya kondisi ini.Dalam tiga hari setelah melahirkan, kadar hormon estrogen turun hingga 100 kali lipat, sehingga kadar hormon di tubuh jadi tidak seimbang. Hal ini, ditambah dengan perubahan zat-zat kimia lain di tubuh membuat ibu mencapai titik mood terendahnya.Selain karena perubahan biologis, tekanan yang muncul sebagai seorang ibu baru juga bisa memicu stres yang berujung pada baby blues syndrome.Kebiasaan baru yang harus dijalani seperti bangun tengah malam, mempelajari cara menyusui yang benar, air susu tidak keluar, menenangkan bayi yang rewel, hingga mendengar perkataan atau tekanan dari orang-orang sekitar bisa membuat ibu merasa tertekan.

Ciri-ciri ibu yang mengalami baby blues syndrome

Baby blues syndrome bisa membuat ibu yang baru melahirkan merasakan berbagai emosi negatif yang membuat dirinya merasa sangat lelah dan tertekan. Berikut ini beberapa ciri yang biasanya muncul pada ibu yang mengalaminya.
  • Merasa sedih terus-menerus
  • Sering menangis tiba-tiba tanpa sebab
  • Menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan sehari-hari
  • Merasa dirinya bersalah atau tidak berharga
  • Mengalami gangguan tidur seperti insomnia
  • Sulit berkonsenterasi
  • Sulit membuat keputusan yang mudah
  • Mudah marah
  • Mengalami gangguan kecemasan atau kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan sang bayi
Biasanya, ciri-ciri baby blues ini akan bertahan selama 2-3 hari atau hingga 2 minggu. Apabila setelah 2 minggu Anda masih merasakan hal yang sama atau bahkan lebih parah, maka kemungkinan kondisi baby blues tersebut sudah berkembang menjadi depresi pascapersalinan atau postpartum depression.

Cara meredakan baby blues syndrome

Hidup dengan baby blues tentu terasa sangat berat. Beberapa cara di bawah ini, bisa membantu ibu meringankan beban psikologis yang timbul akibat kondisi tersebut.

1. Bercerita pada orang terdekat

Menceritakan beban dan keluh kesah yang dirasakan, bisa membantu meringankan perasaan. Ceritakan kondisi Anda dan kesulitan yang sedang dialami pada orang-oarang terdekat. Anda juga bisa menjalani sesi terapi dengan psikolog atau psikiater.

2. Beristirahat dan tidur yang cukup

Memiliki anak bayi memang akan membuat istirahat atau tidur menjadi mahal harganya. Meski begitu, Anda bisa tidur ketika Si Kecil juga telah terlelap.Jangan terlalu memikirkan cucian baju atau pekerjaan rumah lainnya terlebih dahulu. Sekarang, yang terpenting adalah kesehatan Anda.

3. Meminta bantuan orang lain

Mengurus bayi yang baru lahir akan menyita sangat banyak waktu. Sehingga, tidak ada salahnya jika Anda meminta bantuan saudara, orangtua, teman, atau asisten rumah tangga untuk sementara menyelesaikan pekerjaan rumah yang ada.Dengan begitu Anda akan punya waktu bernapas dan beristirahat sebentar di sela-sela mengurus Si Kecil. Jangan memaksakan untuk mengerjakan semuanya sendiri.

4. Jangan lupa makan dan bermain atau relaksasi ke luar rumah

Jika ingin bayi sehat, tentu ibunya juga harus sehat. Jadi, jangan lengah dan pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.Selain itu, Anda juga bisa berjalan-jalan keluar sambil membawa anak atau tanpa anak. Anda bisa menitipkan Si Kecil sebentar pada nenek atau kakeknya, sementara Anda keluar untuk menghirup udara segar.

5. Mengerjakan sesuatu yang Anda senangi

Ibu yang baru melahirkan juga perlu me time. Entah itu membaca, memasak, olahraga, belanja, ataupun hobi-hobi lainnya, Anda berhak mendapatkan waktu rehat sambil menyegarkan pikiran.

6. Memperkuat ikatan dengan pasangan

Memiliki anak adalah hasil dari kerjasama dua orang. Jadi, pastikan Anda dan pasangan memiliki ikatan yang baik seputar hal ini.Suami harus paham bahwa istri yang baru melahirkan bisa mengalami baby blues dan perlu melakukan langkah-langkah untuk membantu meringankan bebannya.Sebaliknya, istri yang sedang merasakan kondisi ini juga jangan ragu untuk menyampaikan perasaan dan berdiskusi soal cara komunikasi yang dirasa paling efektif.Apabila baby blues syndrome tidak juga reda setelah 2 minggu, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Jangan tunggu sampai kondisi ini bertambah parah, karena akan berbahaya bagi ibu maupun bayi.
depresidepresi pascapersalinanbaby blues
American Pregnancy Associaton. https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby-blues/
Diakses pada 5 Agutus 2020
Healhtline. https://www.healthline.com/health/baby-blues
Diakses pada 5 Agustus 2020
Health Plus. https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/baby-blues
Diakses pada 5 Agustus 2020
Healthlink. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/tn7417
Diakses pada 5 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Buku%20Panduan%20Pelayanan%20Pasca%20Persalinan%20bagi%20Ibu%20dan%20Bayi%20Baru%20Lahir-Combination.pdf
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait