Cegah Penyakit Kronis dengan Rutin Konsumsi Sumber Antioksidan Alami Ini

Antioksidan alami umumnya terkandung dalam berbagai buah dan sayuran
Buah dan sayuran merupakan sumber antioksidan alami yang bisa rutin dikonsumsi

Tak salah orang menganjurkan rutin konsumsi sayur dan buah untuk hidup sehat. Sebab, salah satu nutrisi kunci dalam kelompok makanan ini adalah molekul antioksidan. Banyak sumber antioksidan alami yang umumnya berasal dari makanan berbahan tumbuh-tumbuhan.

Antioksidan adalah sifat molekul yang berperan dalam menangkal radikal bebas dan tekanan oksidatif. Radikal bebas dapat berbahaya untuk tubuh apabila kadarnya berlebihan. Radikal bebas berlebih dapat memicu tekanan oksidatif, yang berujung pada kerusakan sel dan penyakit kronis.

Tak tanggung-tanggung, penyakit kronis tersebut termasuk kanker dan penyakit jantung. Radikal bebas berlebih juga dapat memicu penuaan dini.

Sumber antioksidan alami yang bisa rutin dikonsumsi

Sedang mencari sumber antioksidan alami? Anda bisa rutin konsumsi makanan ini:

1. Buah anggur

Buah anggur kaya akan kelompok molekul antioksidan yang disebut fitokimia. Molekul fitokimia berpotensi untuk melawan penyakit jantung dan kanker. Selain itu, dua contoh dari fitokimia, yakni antosianin dan proantosianidin, dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

Di samping fitokimia, anggur juga mengandung vitamin C dan mineral selenium. Keduanya juga memiliki efek antioksidan untuk mencegah kerusakan sel.

2. Sayur bayam

Sayur bayam kaya dengan molekul antioksidan, seperti lutein dan zeaxanthin. Dua molekul ini berperan untuk memelihara kesehatan mata, dengan melindunginya dari dari sinar ultraviolet dan gelombang cahaya berbahaya.

Selain menjadi sumber antioksidan alami, sayur bayam juga kaya dengan vitamin dan mineral, serta tergolong rendah kalori.

3. Cokelat hitam

Sumber antioksidan juga dapat berupa makanan kesukaan sejuta umat, yakni cokelat. Pilihlah cokelat hitam tanpa gula tambahan karena mengandung kadar kokoa, molekul antioksidan, dan mineral yang lebih tinggi.

Antioksidan alami dalam cokelat hitam telah dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan, serta risiko penyakit jantung. Mengonsumsi makanan kaya kokoa, termasuk cokelat hitam, juga dilaporkan bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, serta meningkatkan kadar molekul antioksidan di aliran darah.

4. Buah stroberi

Buah stroberi menjadi buah beri yang mungkin paling sering Anda konsumsi. Buah kemerahan ini mengandung vitamin C dan molekul antioksidan lain, seperti antosianin. Antosianin berkontribusi terhadap warna merah pada buah manis ini.

Studi menemukan, antosianin amat baik untuk kesehatan jantung. Molekul ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan sebaliknya juga meningkatkan level kolesterol baik.

5. Kubis merah

Kubis merah atau kol ungu juga bisa rutin Anda konsumsi untuk mendapatkan antioksidan alami. Sama seperti buah stroberi, kubis merah pun mengandung antosianin, molekul yang ditemukan berkhasiat untuk mencegah penyakit jantung.

6. Sayur kale

Mulai naik daun di Indonesia, sayur kale juga mengantongi beraneka vitamin dan molekul antioksidan. Molekul antioksidan yang dimiliki sayur kale, salah satunya, juga antosianin. Kandungan antosianin lebih tinggi pada sayur kale merah dibandingkan dengan sayur kale hijau.

7. Secangkir kopi

Selain sayuran, secangkir kopi yang nikmat juga memiliki molekul antioksidan. Molekul antioksidan tersebut termasuk hydrocinnamic acids dan senyawa polifenol. Hydrocinnamic acids sangat efektif dalam menetralkan radikal bebas. Senyawa polifenol dapat menurunkan risiko kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Walau begitu, pastikan Anda tidak berlebihan dalam konsumsi kopi.

8. Wortel

Wortel mengandung karotenoid, kelompok nutrisi yang memiliki efek antioksidan alami. Sebagai molekul antioksidan, senyawa karotenoid dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, penyakit degeneratif, dan jenis kanker tertentu.

Beta-karoten adalah senyawa karotenoid yang mungkin paling populer. Wortel juga mengantongi alfa-karoten, likopen, lutein, dan antosianin. Semuanya memiliki efek antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

9. Secangkir teh hijau

Menyesap secangkir teh hijau dapat mengawali hari Anda. Salah satu antioksidan alami di teh hijau adalah katekin. Katekin dapat mencegah kerusakan sel, serta menangkal radikal bebas yang memicu penuaan dini dan penyakit.

10. Tomat

Tomat juga menjadi sumber vitamin C dan antioksidan alami yang mudah dicari. Studi dalam jurnal Molecular Cancer Research menemukan, beta-karoten sebagai molekul antioksidan dalam tomat, dapat mencegah tumbuhnya tumor dalam kanker prostat.

Jadi, tak ada alasan lagi membuang tomat dalam lalapan makanan Anda.

Catatan dari SehatQ

Sebenarnya, ada banyak sumber antioksidan alami yang mudah Anda temukan. Kuncinya, Anda disarankan untuk senantiasa rutin memasukkan buah dan sayuran karena di kelompok inilah antioksidan paling banyak berasal. Semoga bermanfaat!

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/carrots
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coffee-worlds-biggest-source-of-antioxidants
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-green-tea
Diakses pada 23 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/273031.php
Diakses pada 23 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318652.php
Diakses pada 23 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325873.php
Diakses pada 23 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5297730/
Diakses pada 23 Desember 2019

Web MD. https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-super-foods
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed