logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Sumber Antioksidan Alami yang Mampu Mencegah Penyakit

open-summary

Antioksidan alami dapat Anda temukan pada makanan sehari-hari. Daripada mengonsumsi suplemen, sebaiknya Anda memilih buah dan sayur segar yang merupakan sumber antioksidan alami terbaik bagi tubuh.


close-summary

1 Mei 2023

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Antioksidan alami dari buah dan sayuran

Buah dan sayuran merupakan sumber antioksidan alami yang bisa rutin dikonsumsi

Table of Content

  • Sumber antioksidan alami yang aman dikonsumsi
  • Sayur dan buah lebih disarankan sebagai antioksidan alami
  • Catatan dari SehatQ

Tak salah orang menganjurkan rutin konsumsi sayur dan buah untuk hidup sehat. Sebab, salah satu nutrisi kunci dalam kelompok makanan ini adalah molekul antioksidan. Banyak sumber antioksidan alami yang umumnya berasal dari makanan berbahan tumbuh-tumbuhan.

Advertisement

Antioksidan adalah sifat molekul yang berperan dalam menangkal radikal bebas dan tekanan oksidatif. Radikal bebas dapat berbahaya untuk tubuh apabila kadarnya berlebihan. Radikal bebas berlebih dapat memicu tekanan oksidatif, yang berujung pada kerusakan sel dan penyakit kronis.

Tak tanggung-tanggung, penyakit kronis tersebut termasuk kanker dan penyakit jantung. Radikal bebas berlebih juga dapat memicu penuaan dini.

Sumber antioksidan alami yang aman dikonsumsi

Antioksidan alami bisa Anda temukan pada makanan sehari-hari. Tak sulit mendapatkannya, berikut adalah beberapa sumber antioksidan alami yang aman dikonsumsi:

1. Buah anggur

Buah anggur kaya akan kelompok molekul antioksidan yang disebut fitokimia. Molekul fitokimia berpotensi untuk melawan penyakit jantung dan kanker. Selain itu, dua contoh dari fitokimia, yakni antosianin dan proantosianidin, dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

Di samping fitokimia, anggur juga mengandung vitamin C dan mineral selenium. Keduanya juga memiliki efek antioksidan untuk mencegah kerusakan sel.

2. Sayur bayam

Sayur bayam kaya dengan molekul antioksidan, seperti lutein dan zeaxanthin. Dua molekul ini berperan untuk memelihara kesehatan mata, dengan melindunginya dari dari sinar ultraviolet dan gelombang cahaya berbahaya.

Selain menjadi sumber antioksidan alami, sayur bayam juga kaya dengan vitamin dan mineral, serta tergolong rendah kalori.

3. Cokelat hitam

Sumber antioksidan juga dapat berupa makanan kesukaan sejuta umat, yakni cokelat. Pilihlah cokelat hitam tanpa gula tambahan karena mengandung kadar kokoa, molekul antioksidan, dan mineral yang lebih tinggi.

Antioksidan alami dalam cokelat hitam telah dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan, serta risiko penyakit jantung. Mengonsumsi makanan kaya kokoa, termasuk cokelat hitam, juga dilaporkan bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, serta meningkatkan kadar molekul antioksidan di aliran darah.

4. Buah stroberi

Buah stroberi menjadi buah beri yang mungkin paling sering Anda konsumsi. Buah kemerahan ini mengandung vitamin C dan molekul antioksidan lain, seperti antosianin. Antosianin berkontribusi terhadap warna merah pada buah manis ini.

Studi menemukan, antosianin amat baik untuk kesehatan jantung. Molekul ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan sebaliknya juga meningkatkan level kolesterol baik.

5. Kubis merah

Kubis merah atau kol ungu juga bisa rutin Anda konsumsi untuk mendapatkan antioksidan alami. Sama seperti buah stroberi, kubis merah pun mengandung antosianin, molekul yang ditemukan berkhasiat untuk mencegah penyakit jantung.

6. Sayur kale

Mulai naik daun di Indonesia, sayur kale juga mengantongi beraneka vitamin dan molekul antioksidan. Molekul antioksidan yang dimiliki sayur kale, salah satunya, juga antosianin. Kandungan antosianin lebih tinggi pada sayur kale merah dibandingkan dengan sayur kale hijau.

7. Secangkir kopi

Selain sayuran, secangkir kopi yang nikmat juga memiliki molekul antioksidan. Molekul antioksidan tersebut termasuk hydrocinnamic acids dan senyawa polifenol. Hydrocinnamic acids sangat efektif dalam menetralkan radikal bebas. Senyawa polifenol dapat menurunkan risiko kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Walau begitu, pastikan Anda tidak berlebihan dalam konsumsi kopi.

8. Wortel

Wortel mengandung karotenoid, kelompok nutrisi yang memiliki efek antioksidan alami. Sebagai molekul antioksidan, senyawa karotenoid dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, penyakit degeneratif, dan jenis kanker tertentu.

Beta-karoten adalah senyawa karotenoid yang mungkin paling populer. Wortel juga mengantongi alfa-karoten, likopen, lutein, dan antosianin. Semuanya memiliki efek antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

9. Secangkir teh hijau

Menyesap secangkir teh hijau dapat mengawali hari Anda. Salah satu antioksidan alami di teh hijau adalah katekin. Katekin dapat mencegah kerusakan sel, serta menangkal radikal bebas yang memicu penuaan dini dan penyakit.

10. Tomat

Tomat juga menjadi sumber vitamin C dan antioksidan alami yang mudah dicari. Studi dalam jurnal Molecular Cancer Research menemukan, beta-karoten sebagai molekul antioksidan dalam tomat, dapat mencegah tumbuhnya tumor dalam kanker prostat.

Jadi, tak ada alasan lagi membuang tomat dalam lalapan makanan Anda.

Baca Juga

  • Inilah Sumber Lemak Nabati bagi Anda yang Tak Konsumsi Produk Hewani
  • 6 Potensi Manfaat Daun Nanas untuk Kesehatan
  • Ekstrak Biji Ganja yang Legal, Ini Manfaat Hemp Oil untuk Kulit

Sayur dan buah lebih disarankan sebagai antioksidan alami

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, suplemen antioksidan belum tentu dapat mendatangkan manfaat sebanyak antioksidan yang terdapat dalam bahan makanan segar. Bahkan terdapat studi yang menemukan bahwa dalam beberapa kasus suplemen antioksidan justru dapat mendatangkan risiko.

Selain berisiko menyebabkan komplikasi apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, suplemen antioksidan dalam dosis tinggi juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Bagi perokok, suplemen betakaroten dalam kadar tinggi bisa berisiko menyebabkan kanker paru-paru. Sedangkan, suplemen vitamin E dalam dosis tinggi efeknya dapat meningkatkan risiko stroke dan kanker prostat.

Daripada mengonsumsi suplemen, sebaiknya Anda memilih buah dan sayur segar yang merupakan sumber antioksidan alami terbaik bagi tubuh. Utamakan buah dan sayur yang memiliki kandungan vitamin E, C, karotenoid, flavonoid, tanin, fenol dan lignan.

Selain kaya antioksidan, buah dan sayur segar ini pada umumnya juga kaya akan serat dan rendah kadar lemak jenuh.

Catatan dari SehatQ

Sebenarnya, ada banyak sumber antioksidan alami yang mudah Anda temukan. Kuncinya, Anda disarankan untuk senantiasa rutin memasukkan buah dan sayuran karena di kelompok inilah antioksidan paling banyak berasal. Semoga bermanfaat!

Advertisement

makanan sehatnutrisiantioksidanbuah dan sayuranzat gizi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved