logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Antibiotik untuk Sinusitis, Benarkah Ampuh untuk Menyembuhkan?

open-summary

Antibiotik untuk sinusitis memang diperlukan untuk infeksi akibat bakteri. Sementara itu, sinusitis yang berkaitan dengan infeksi virus ternyata tidak membutuhkan antibiotik.


close-summary

25 Nov 2020

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Antibiotik untuk sinusitis belum tentu efektif menyembuhkan

Antibiotik untuk sinusitis dibutuhkan oleh pasien dengan kondisi tertentu

Table of Content

  • Antibiotik untuk sinusitis dan efeknya berdasarkan penelitian
  • Pasien sinusitis dengan kondisi ini membutuhkan antibiotik
  • Bagaimana cara membedakan sinusitis akibat infeksi virus atau bakteri?
  • Berbagai gejala sinusitis
  • Jenis-jenis sinusitis
  • Catatan dari SehatQ

Antibiotik untuk sinusitis masih dipertanyakan efektivitasnya dalam menyembuhkan penyakit tersebut. Para pasien dengan kondisi sinus yang menyakitkan, sering meminta antibiotik dari dokter secepatnya. Berdasarkan penelitian, sekitar 90% pasien dewasa di Amerika Serikat pun akhirnya memang memperoleh antibiotik untuk sinusitis akut dari dokter umum.

Advertisement

Namun ternyata, antibiotik tidak selalu menjadi obat terbaik untuk sinusitis, berdasarkan penelitian terbaru dan para ahli. Sebab, tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri dari sinusitis ringan maupun sedang. Selain itu, membatasi konsumsi antibiotik pun penting untuk mencegah terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap obat tersebut.

Berbagai lembaga termasuk American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, American College of Allergy, Asthma and Immunology, dan Joint Council of Allergy, Asthma and Immunology pun menyarankan penggunaan antibiotik secara bijak.

Antibiotik untuk sinusitis dan efeknya berdasarkan penelitian

Berdasarkan riset, konsumsi antibiotik tak selalu mampu meredakan sinusitis. Sekitar 60-70% penderita infeksi sinus bisa sembuh tanpa mengonsumsi antibiotik, menurut laporan American Academy of Allergy, Asthma & Immunilogy.

Pada sebuah penelitian, kondisi para pasien yang mengonsumsi antibiotik tidak lebih baik dibanding mereka yang tanpa antibiotik.

Hasil riset yang telah dipublikasikan di Journal of the American Medical Association ini, meneliti 240 pasien dengan sinusitis. Mereka mendapatkan empat jenis penanganan:

  • Konsumsi antibiotik saja
  • Penggunaan nasal steroid spray saja untuk mengurangi pembengkakan jaringan
  • Pemakaian antibiotik dan nasal steroid spray
  • Tanpa perawatan sama sekali

Para pasien tanpa perawatan apapun ternyata bisa pulih, seperti halnya mereka yang mengonsumsi antibiotik.

Sementara itu, pemakaian nasal spray sepertinya mampu membantu meringankan gejala di masa awal sinus, tapi malah membuat penyumbatan yang lebih serius, semakin memburuk. Seluruh pasien yang menjadi responden tersebut mengalami gejala sinusitis akibat infeksi bakteri. Namun, masalah sinus juga bisa disebabkan oleh virus, yang tidak bisa diatasi oleh antibiotik.

Baca Juga

  • Apa Saja Efek Samping Cefixime yang Berisiko Dialami Pasien?
  • Antibiotik untuk Bayi, Kapan Saat yang Tepat Memberikannya?
  • Tidak Hanya Antibiotik, Ini Jenis Pengobatan Radang Tenggorokan Lainnya

Pasien sinusitis dengan kondisi ini membutuhkan antibiotik

no caption
Dokter bisa meresepkan amoxicillin sebagai antibiotik

Dokter akan meresepkan antibiotik untuk para pasien dengan tubuh yang kesulitan melawan infeksi. Misalnya, para penderita diabetes, penyakit jantung serius, maupun penyakit paru-paru.

Antibiotik bisa direkomendasikan untuk para pasien dengan gejala yang semakin parah, maupun tanpa perbaikan dalam tujuh hari.

Biasanya, pasien harus mengonsumsi antibiotik selama 10-14 hari. Amoxicillin maupun amoxicillin clauvulanate umumnya menjadi pilihan pertama dokter sebagai pengobatan sinusitis bagi pasien yang tidak memiliki alergi terhadap penisilin.

Sementara itu, dokter bisa meresepkan doxycycline bagi pasien yang alergi terhadap obat-obatan jenis penisilin.

Bagaimana cara membedakan sinusitis akibat infeksi virus atau bakteri?

Infeksi sinus membuat rongga-rongga sinus dan saluran napas membengkak. Kondisi pembengkakan inilah yang disebut sebagai sinusitis.

Rongga sinus merupakan kantong udara kecil yang berada di belakang dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata. Rongga-rongga tersebut memproduksi mucus, berupa cairan tipis dan mengalir yang melindungi tubuh dari kuman.

Namun terkadang, keberadaan bakteri maupun alergen malah meningkatkan produksi mucus, sehingga akhirnya menyumbat rongga sinus.

Pilek atau alergi biasanya mengakibatkan produksi mucus berlebih. Dalam jumlah terlalu banyak, mucus menjadi tebal dan memicu infeksi bakteri maupun virus. Kebanyakan infeksi sinus terjadi akibat virus dan akan sembuh dalam 1-2 minggu tanpa pengobatan.

Namun jika gejala sinusitis tidak juga hilang dalam waktu 1-2 minggu, Anda mungkin mengalami infeksi bakteri, dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Berbagai gejala sinusitis

Gejala infeksi sinusitis sebenarnya mirip batuk pilek, yaitu:

  • Penurunan kemampuan mencium aroma maupun bau
  • Demam
  • Hidung berair
  • Sakit kepala karena tekanan pada rongga sinus
  • Kelelahan
  • Batuk

Orang tua mungkin sulit mendeteksi infeksi sinus pada anak-anak. Namun, ada tanda yang bisa diamati, yaitu berupa:

  • Gejala alergi maupun pilek yang tidak membaik setelah 14 hari
  • Demam tinggi, di atas 39°C
  • Mucus pekat dan tebal yang keluar dari hidung
  • Batuk lebih dari 10 hari

Jenis-jenis sinusitis

no caption
Sinusitis terbagi ke dalam 3 jenis

Ada tiga jenis sinusitis, yaitu aku, subakut, dan kronis. Ketiganya memiliki gejala serupa. Namun, tingkat keparahan dan durasi berlangsungnya gejala bisa berbeda.

1. Sinusitis akut

Dibanding jenis lainnya, sinusitis akut memiliki durasi paling singkat. Infeksi virus akibat batuk pilek bisa menimbulkan gejala sinusitis akut selama 1-2 minggu. Namun, infeksi bakteri berisiko memicu sinusitis akut yang bisa berlangsung hingga 4 minggu. Sinusitis jenis ini juga bisa muncul akibat alergi musiman.

2. Sinusitis subakut

Gejala sinusitis subakut bisa berlangsung hingga 3 bulan. Biasanya, penderita mengalami kondisi ini akibat infeksi bakteri maupun alergi musiman.

3. Sinusitis kronis

Gejala sinusitis kronis bertahan hingga lebih dari 3 bulan, tapi biasanya tidaklah parah. Infeksi bakteri sering dianggap menjadi pemicunya. Selain itu, sinusitis kronis biasanya terjadi bersamaan alergi yang tak kunjung sembuh atau gangguan saluran pernapasan struktural.

Catatan dari SehatQ

Pembelian serta konsumsi antibiotik haruslah dengan pengawasan dokter. Jangan membeli antibiotik sembarangan dan mengonsumsinya tanpa resep dokter, karena berisiko menimbulkan efek samping serius.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang antibiotik untuk sinusitis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

sinusitisantibiotiksinusitis akutradang sinussinusitis kronis

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved