Antibiotik untuk Ibu Hamil, Apa Saja yang Aman dan Tidak Aman Dikonsumsi?

(0)
Tidak semua jenis obat antibiotik untuk ibu hamil bersifat membahayakanKonsumsi antibiotik untuk ibu hamil harus sesuai dengan anjuran dokter
Saat hamil, kondisi kesehatan ibu seringkali tidak dapat ditebak sehingga membutuhkan konsumsi jenis obat tertentu. Salah satunya adalah antibiotik. Tapi, yang menjadi pertanyaan, apakah minum obat antibiotik untuk ibu hamil cenderung aman dilakukan? Atau justru membahayakan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan? 

Bolehkah minum obat antibiotik saat hamil?

Sebenarnya, ibu hamil boleh-boleh saja apabila ingin mengonsumsi obat antibiotik.Pasalnya, tidak semua jenis obat antibiotik untuk ibu hamil bersifat membahayakan. Dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman bagi Anda dan janin jika penggunaannya memang dibutuhkan.Pertimbangan dokter dalam memberikan antibiotik untuk ibu hamil tergantung pada beberapa faktor. Misalnya, jenis obat antibiotik, usia kehamilan Anda, dosis dan jangka waktu konsumsi obat antibiotik, serta efek samping yang mungkin terjadi pada ibu dan janin apabila antibiotik untuk ibu hamil diberikan atau tidak diberikan.Meski demikian, konsumsi antibiotik untuk ibu hamil harus sesuai dengan anjuran dokter. Sebab, beberapa jenis obat mungkin dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Kondisi kesehatan yang membuat ibu hamil membutuhkan antibiotik

Ada beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan konsumsi antibiotik untuk ibu hamil. Salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK).Ya, umumnya ibu hamil yang telah memasuki usia kandungan 6-24 minggu cenderung berisiko mengalami ISK. Kondisi tersebut dapat terjadi karena kandung kemih mulai tertekan oleh rahim yang terus membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Akibatnya, risiko bakteri terkumpul akan menjadi lebih besar.ISK dapat diobati dengan konsumsi obat antibiotik. Jika tidak segera diobati, ISK dapat menyebabkan infeksi ginjal sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur dan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah.

Obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman dan tidak aman dikonsumsi

Konsumsi antibiotik untuk ibu hamil harus sesuai dengan anjuran dokter. Jadi, selalu konsultasikan langsung dengan dokter apabila Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu dan ingin mengonsumsi antibiotik untuk mengobatinya.
Ada beberapa antibiotik untuk ibu hamil yang aman dan tidak aman dikonsumsi
Ibu hamil selalu konsultasikan dengan dokter sebelum minum antibiotik 
Beberapa jenis antibiotik untuk ibu hamil yang tergolong aman dikonsumsi antara lain:
  • Augmentin
  • Penicillin (amoxicillin, ampicillin)
  • Cephalosporin (cefaclor, cephalexin)
  • Clindamycin
  • Erythromycin
  • Nitrofurantoin
Sedangkan, obat antibiotik untuk ibu hamil yang tidak aman dikonsumsi adalah tetrasiklin (minocycline, oxytetracycline, dan doxycycline). Tetrasiklin dapat berisiko menghambat pertumbuhan tulang dan gigi janin, terutama apabila dikonsumsi pada usia kehamilan trimester kedua dan ketiga. 
Trimethoprim adalah salah satu antibiotik untuk ibu hamil yang tidak aman
Antibiotik untuk ibu hamil yang tidak aman, termasuk streptomycin
Selain tetrasiklin, beberapa antibiotik untuk ibu hamil yang tidak aman lainnya, yaitu:
  • Trimethoprim
  • Streptomycin
  • Ciprofloxacin
  • Doxycycline
  • Furadantin
  • Macrobid
  • Macrodantin
Selain antibiotik untuk ibu hamil, memerhatikan kategori obat-obatan lainnya juga penting bagi ibu hamil. Secara umum, obat-obatan untuk ibu hamil dapat dikelompokkan menjadi kategori A, B, C, D, dan X.Obat kategori A dianggap paling aman, sedangkan obat yang termasuk kategori X terbukti dapat membahayakan janin dan tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsi antibiotik untuk ibu hamil

Para ahli mengingatkan agar sebisa mungkin menghindari minum antibiotik untuk ibu hamil pada usia trimester pertama kehamilan. Sebab, pada usia kehamilan tiga bulan pertama inilah organ-organ janin mulai terbentuk.Mengonsumsi antibiotik untuk ibu hamil pada usia kehamilan tersebut dapat berisiko menyebabkan gangguan pada organ bayi sehingga ada kemungkinan bayi lahir cacat atau mengalami kelainan tertentu.Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah obat yang diresepkan untuk Anda tergolong aman atau justru membahayakan untuk kehamilan.Selain itu, pastikan ibu hamil memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi atau kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal, penyakit liver (hepatitis atau penyakit kuning), atau mononukleosis, guna menentukan antibiotik untuk ibu hamil yang aman sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan dari SehatQ

Ibu hamil memang tidak boleh sembarangan minum obat, termasuk antibiotik. Akan tetapi, bukan berarti antibiotik untuk ibu hamil benar-benar harus dihindari.Sebab, menghindari minum antibiotik padahal sedang diperlukan justru dapat menimbulkan efek yang lebih buruk pada ibu hamil atau janin. Kuncinya, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.Dengan ini, Anda akan mendapatkan resep antibiotik untuk ibu hamil yang aman dan tepat sesuai kondisi Anda. Namun, jika Anda mengalami efek samping atau infeksi yang tak kunjung hilang setelah minum antibiotik untuk ibu hamil, sebaiknya segera temui dokter.
hamilkehamilanmengonsumsi obat saat hamil
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_is-it-safe-to-take-antibiotics-during-pregnancy_1362964.bc
Diakses pada 9 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/antibiotics-and-pregnancy/faq-20058542
Diakses pada 9 Juni 2020
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/antibiotics-and-pregnancy/
Diakses pada 9 Juni 2020
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/urinary-tract-infections-during-pregnancy/
Diakses pada 9 Juni 2020
Web Md. https://www.webmd.com/women/pregnancy-medicine#1
Diakses pada 9 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait