Antibiotik untuk Gusi Bengkak, Penting untuk Cegah Infeksi Menyebar


Sakit gigi bisa terjadi ketika bakteri masuk ke dalam akar gigi, disebut juga dengan abses gigi. Untuk mengatasinya, perlu diberikan antibiotik untuk gusi bengkak sebelum menjadi semakin parah.

(0)
09 Nov 2020|Azelia Trifiana
Antibiotik untuk gusi bengkakMengonsumsi antibiotik yang tepat dapat mengurangi gusi bengkak
Sakit gigi bisa terjadi ketika bakteri masuk ke dalam akar gigi, disebut juga dengan abses gigi. Untuk mengatasinya, perlu diberikan antibiotik untuk gusi bengkak sebelum menjadi semakin parah.Selain pemberian obat antibiotik, beberapa hal juga bisa dilakukan untuk meredakan sakit gigi di rumah. Mulai dari menggunakan sikat gigi lembut, menghindari makanan terlalu panas dan dingin, serta memberikan kompres es batu di sekitar rahang.

Antibiotik untuk gusi bengkak

seorang wanita ingin meminum obat
Tidak semua sakit gigi memerlukan antibiotik. Kondisi yang membuat harus mengonsumsi antibiotik adalah:
  • Ketika infeksi cukup parah
  • Ketika infeksi mulai menyebar
  • Pasien memiliki masalah sistem imun
Jika kondisi di atas terjadi, dokter gigi akan memberikan obat untuk mencegah infeksi menyebar ke gigi lain atau bahkan rahang dan leher. Beberapa jenis antibiotik untuk gusi bengkak yang umum diresepkan dokter di antaranya:
  • Amoxicillin
  • Azithromycin
  • Cefoxitin
  • Metronidazole
  • Clindamycin
  • Penicillin
Jenis antibiotik yang dikonsumsi bergantung pada bakteri apa yang menyebabkan infeksi. Cara kerja obat bisa berbeda saat melawan bakteri, jadi harus dipilih mana yang paling efektif.Dari daftar di atas, penicillin adalah golongan yang paling sering diresepkan untuk mengatasi infeksi gigi. Selain itu, metronidazole juga bisa menjadi pilihan ketika pasien mengalami infeksi bakteri berat. Terkadang, obat jenis ini diresepkan bersamaan dengan penicillin jika infeksi cukup luas dan bakterinya pun lebih beragam.Pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap penicillin akan diresepkan alternatif lain, seperti clindamycin atau erythromcin.Selain mengonsumsi antibiotik, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri saat mengalami infeksi gigi, seperti:
  • Kumur dengan air hangat dan garam
  • Menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin
  • Mengunyah di sisi mulut yang tidak bermasalah
  • Menggosok gigi dengan sikat gigi lembut
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula
Tak kalah penting, memeriksakan kondisi gigi ke dokter secara berkala yaitu 6 bulan sekali sangat penting untuk memastikan kesehatan gigi terjaga dengan baik. Jika ada masalah pun, bisa terdeteksi sejak awal sebelum berkembang menjadi infeksi.

Cara tepat konsumsi antibiotik

Dosis konsumsi antibiotik bergantung pada seberapa parah kondisi yang diderita. Pastikan menghabiskan antibiotik sesuai resep dari dokter agar tidak menimbulkan resistansi antibiotik.Setidaknya, konsumsi antibiotik harus konsisten selama satu minggu. Bergantung pada jenis obat yang diberikan, dalam sehari bisa diminum 2-4 kali. Bahkan jika gejala yang dirasakan sudah mereda, tetap tuntaskan konsumsi obat. Jika tidak, ada kemungkinan beberapa jenis bakteri tetap bertahan dan lebih sukar ditangani.

Pentingnya antibiotik untuk atasi infeksi

perempuan memegang pipi
Antibiotik dapat mencegah infeksi di mulut bertambah parah
Infeksi atau abses gigi bisa menyebabkan munculnya kantong berisi nanah. Penyebabnya bisa karena gigi berlubang, cedera, atau prosedur medis yang berkaitan dengan gigi dan mulut sebelumnya.Ketika mengalami infeksi, penderitanya akan merasakan nyeri hebat. Tak hanya itu, gigi dan gusi menjadi lebih sensitif. Area yang mengalami infeksi juga akan tampak bengkak.Apabila mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mencegah menyebarnya infeksi. Ini penting karena infeksi di mulut dapat berdampak pada jaringan sekitar misal rongga sinus mengakibatkan sinusitis, bila mencapai area mata dapat mengakibatkan selulitis, dan bahkan pada beberapa kasus dapat mencapai otak jika tidak ditangani dengan baik.Orang dengan masalah sistem imun lebih berisiko mengalami abses otak. Infeksi ini akan mengakibatkan otak membengkak karena munculnya nanah dan sel yang mati. Selain masuk lewat luka terbuka di kepala, bakteri juga bisa datang dari infeksi bagian tubuh lainnya termasuk mulut yang dekat dengan otak.

Catatan dari SehatQ

Selain infeksi gigi, abses otak juga bisa terjadi karena infeksi sinus atau masalah yang sama di telinga.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar masalah kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan gigikesehatan mulutsakit gigi
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/treatments-tooth-infections#1
Diakses pada 26 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/antibiotics-for-tooth-infections
Diakses pada 26 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-abscess
Diakses pada 26 Oktober 2020
Arora N, Juneja R, Meher R. Complication of an Odontogenic Infection to an Orbital Abscess: The Role of a Medical Fraudster ("Quack"). Iran J Otorhinolaryngol. 2018 May;30(98):181-184. PMID: 29876335; PMCID: PMC5985622.Diakses pada 26 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait