Antibiotik untuk Bayi, Kapan Saat yang Tepat Memberikannya?


Antibiotik untuk bayi dalam bentuk oles terbukti efektif cegah infeksi bakteri pada bayi baru lahir di NICU. Ketahui kapan waktu penggunaan yang tepat.

(0)
11 Nov 2020|Azelia Trifiana
Antibiotik untuk bayiMemberikan obat pada bayi
Memberikan antibiotik untuk bayi harus sesuai dengan gejala yang dialaminya ketika sakit. Jenis obat yang satu ini efektif untuk membunuh bakteri, bukan virus. Artinya, tidak perlu memberikannya apabila anak sakit akibat virus seperti flu atau demam.Namun untuk bayi baru lahir dengan indikasi tertentu, pemberian antibiotik topikal atau oles bisa mencegahnya terkena infeksi bakteri Staphylococcus. Terutama, bagi bayi yang dirawat di neonatal intensive care units atau NICU.

Kapan antibiotik untuk bayi diberikan?

Idealnya, pemberian antibiotik akan efektif apabila diberikan pada bayi yang mengalami sakit seperti:
  • Demam tinggi

Demam merupakan mekanisme sistem imun dalam melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Memang benar demam biasa akibat virus tak perlu diberi antibiotik.Hanya saja apabila demam menjadi cukup tinggi yaitu dengan temperatur di atas 38 derajat Celsius bagi bayi di bawah 3 bulan, bisa jadi terjadi karena infeksi bakteri. Pastikan dengan memeriksakan ke dokter. Jika akibat infeksi bakteri, antibiotik bisa diberikan.
  • Pneumonia

Infeksi paru-paru pneumonia bisa terjadi karena virus maupun bakteri. Gejala awalnya adalah demam, batuk, kesulitan bernapas, dan terkadang disertai dengan muntah.Mengingat bayi lebih rentan mengalami komplikasi akibat pneumonia, dokter spesialis anak juga bisa memberikan antibiotik. Jenis yang diberikan seperti amoxicillin, ampicillin, dan penisilin.
  • Batuk rejan

Jika bayi menderita batuk rejan atau whooping cough, antibiotik sangat efektif diberikan pada 1-2 minggu pertama gejala mulai muncul. Biasanya pada periode awal ini, gejala yang muncul adalah batuk ringan dan demam, sebelum kemudian berkembang menjadi batuk rejan.Selain itu, penting membekali anak dengan pemberian vaksin DTaP atau DTwP. Biasanya, vaksin untuk melindungi dari difteri, tetanus, dan batuk rejan ini diberikan sejak usia 2 bulan dengan beberapa kali pengulangan atau booster.
  • Infeksi telinga

Salah satu penyebab demam pada anak yang paling sering terjadi adalah infeksi telinga. Pada bayi, mereka belum bisa menyampaikan seberapa besar sakit yang dirasakan. Itulah sebabnya mengapa sebagian besar dokter spesialis anak akan meresepkan antibiotik seperti amoxicillin.Beberapa gejala bayi mengalami infeksi telinga mulai dari lebih rewel, kerap menyentuh telinga, susah tidur, dan juga demam tinggi.
  • Infeksi saluran kemih

Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih dan ginjal. Gejalanya pada anak mulai dari demam, muntah, diare, dan lebih rewel. Tes kultur urine akan membantu dokter menentukan diagnosis serta mengetahui bakteri apa yang menyebabkan infeksi. Dengan demikian, bisa ditentukan pula antibiotik apa yang paling efektif.

Antibiotik oles untuk bayi baru lahir

Selain pemberian antibiotik untuk beberapa penyakit di atas, para peneliti dari University of Maryland School of Medicine’s Center for Vaccine Development and Global Health menemukan fakta lain. Pemberian antibiotik topikal atau oles pada bayi yang dirawat di NICU dapat mencegah infeksi bakteri Staphylococcus.Dalam uji klinis yang mereka lakukan, antibiotik oles yang digunakan adalah mupirocin. Tim peneliti mengoleskannya pada rongga hidung dan kulit bayi selama 5 hari.Setelah itu, 90% bayi yang dirawat di NICU dinyatakan negatif terinfeksi bakteri. Hasil ini menunjukkan bahwa antibiotik oles bisa jadi metode efektif untuk mencegah infeksi bakteri.Ketika bayi terinfeksi bakteri staph dan masuk ke dalam aliran darah, tulang, serta organ tubuh utama lainnya, konsekuensinya bisa jadi serius. Infeksi bisa meluas hingga ke masalah darah, persendian, bahkan jantung.Beberapa kumpulan strain bakteri juga bisa memproduksi racun. Hal ini bisa menyebabkan toxic shock syndrome yang mengancam nyawa. Tak hanya menyebabkan demam, sindrom ini dapat mengakibatkan masalah mental, nyeri otot, sakit perut, dan juga muntah.Dalam studi tahun 2015 dari Jama Pediatrics, diestimasikan setiap tahunnya sekitar 5.000 bayi mengalami infeksi bakteri staph yang cukup serius. Dari angka itu, 10% di antaranya bisa tak terselamatkan.Itulah mengapa pemberian antibiotik topikal atau oles untuk bayi baru lahir di NICU dianggap sebagai langkah pencegahan yang efektif. Namun protokol ini tidak rutin dan perlu disesuaikan penerapannya di setiap rumah sakit.

Cara pemberian antibiotik yang tepat

Umumnya, pemberian antibiotik akan membuat bayi merasa lebih baik dalam periode 2-3 hari sejak obat diberikan. Namun, penting untuk memastikan konsumsi antibiotik benar-benar tuntas meski bayi sudah tampak sehat.Menghentikan pemberian antibiotik terlalu dini dapat menyebabkan infeksi kembali terjadi, bahkan lebih parah saat sakit berikutnya. Ini terjadi karena bakteri mengalami resistansi atau kebal terhadap obat yang sebelumnya.Konsekuensinya, dokter perlu meresepkan antibiotik dengan dosis lebih tinggi atau demi bisa melawan bakteri. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit yang diderita anak baik karena virus maupun bakteri, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakantibiotik
Parents. https://www.parents.com/baby/health/antibiotics/babies-and-antibiotics/
Diakses pada 25 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/topical-antibiotic-can-help-prevent-staph-infections-in-newborn-infants
Diakses pada 25 Oktober 2020
JAMA Pediatrics. https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/2449666
Diakses pada 25 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait