Antibiotik Sebagai Obat Infeksi Saluran Kencing dan Efek Sampingnya


Obat infeksi saluran kencing yang paling umum adalah antibiotik. Antibiotik tidak dapat dibeli secara umum dipasaran, antibiotik harus disertai resep dokter.

(0)
13 Apr 2020|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Antibiotik untuk obat infeksi saluran kencingInfeksi saluran kencing bisa memicu kram di perut bawah
Obat infeksi saluran kencing diberikan dengan tujuan membasmi bakteri. Karena itu, jenis obat yang bisa diresepkan hanyalah antibiotik.Beberapa jenis antibiotik tertentu sering menjadi pilihan dokter untuk diberikan pada pasien yang menderita infeksi saluran kencing, atau tepatnya infeksi saluran kemih (ISK).

Apa itu infeksi saluran kencing?

Infeks saluran kencing adalah penyakit yang muncul akibat bakteri memasuki uretra dan menimbulkan infeksi pada saluran kemih. Selain infeksi di uretra, ISK juga bisa terjadi di bagian-bagian lain, kandung kemih atau ginjal.Wanita akan lebih berisiko terkena ISK. Pasalnya, kaum hawa memiliki ukuran uretra yang lebih pendek daripada laki-laki dan letaknya lebih dekat dengan rektum. Dengan ini, bakteri dari rektum bisa lebih mudah masuk ke saluran kencing.Meski begitu, gejala infeksi saluran kemih pada pria dan wanita umumnya serupa. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Rasa nyeri dan sensasi seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Sensasi ingin buang air kecil walau kandung kemih dalam keadaan kosong
  • Terdapat darah dalam air kencing
  • Terasa ada tekanan atau kram di selangkangan atau perut bagian bawah
Jika infeksi saluran kencing sudah mencapai ginjal, Anda dapat megalami sederet gejala berikut ini:

Pilihan obat infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing yang ringan kadangkala tidak memerlukan pengobatan dari dokter. Pada akhirnya, kondisi ini bisa sembuh sendiri dengan banyak minum, menjaga asupan gizi yang baik, dan memelihara kebersihan diri.Meski begitu, sebagian besar penderita akan mendapatkan obat infeksi saluran kencing dari dokter. Hal-hal yang menjadi pertimbangan dokter meliputi riwayat kesehatan, jenis ISK yang diderita, pola resistansi antibiotik, serta kemampuan finansial yang dimiliki oleh pasien.Obat antibiotik yang diberikan mesti dikonsumsi dalam jangka waktu pendek. Beberapa jenis antibiotik di bawah ini termasuk sering diresepkan sebagai obat infeksi saluran kencing:Durasi pengobatan infeksi saluran kemih juga bervariasi. Ada penderita yang hanya emmbutuhkan satu kali minum, tapi ada juga yang harus mengonsumsi antibiotik selama 5-7 hari.Sementara infeksi yang termasuk parah atau sudah sampai ke ginjal mungkin membutuhkan konsumsi obat infeksi saluran kencing yang lebih lama atau bahan melalui infus.Untuk pasien yang sedang hamil, mengalami demam tinggi, atau sulit makan maupun minum bisa saja memerlukan perawatan di rumah sakit dan pemberian obat infeksi saluran kencing intravena (infus).Harap diingat bahwa antibiotik yang diberikan sebagai obat infeksi saluran kencing harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter dan dihabiskan.Jangan pernah berhenti menggunakannya tanpa anjuran dokter. Langkah ini bertujuan mencegah resistansi antibiotik, yakni kondisi bakteri yang menjadi tahan terhadap antibiotik sehingga perlu diatasi dengan dosis yang lebih tinggi atau jenis antibiotik yang lebih keras.

Cara minum antibiotik yang benar

1. Minum antibiotik tepat waktu

Pengaturan waktu sangat penting ketika Anda mengonsumsi antibiotik. Sejumlah antibiotik perlu berada di dalam tubuh Anda pada jangka waktu tertentu untuk menghilangkan bakteri yang menyebabkan Anda sakit.

2. Antibiotik harus disertai resep dokter

Menghentikan antibiotik lebih awal dari resep yang diberikan oleh dokter akan meningkatkan risiko resistensi. Jika Anda menghentikan antibiotik sebelum menyelesaikan resep lengkap, bakteri jahat yang membuat Anda sakit bisa saja masih tertinggal di dalam tubuh.

3. Hindari konsumsi alkohol selama mengonsumsi antibiotik

Jika Anda aktif dalam mengonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya Anda memberikan jeda setidaknya dua minggu terlebih dahulu sebelum mengonsumsi antibiotik.

4. Simpan antibiotik sesuai anjuran apoteker

Beberapa antibiotik harus didinginkan agar tetap tahan untuk menghilangkan bakteri yang membuat Anda sakit. Di sisi lain, beberapa antibiotik seperti Biaxin (klaritromisin) lebih efektif bila disimpan pada suhu ruang. Oleh karena itu penting Anda menanyakan anjuran penyimpanan antibiotik kepada apoteker sebelum membelinya.

5) Jangan menyimpan antibiotik untuk waktu yang lama

Meskipun Anda tergoda untuk mempertahankannya, penting untuk membuang antibiotik yang tersisa setelah Anda menyelesaikan resep dari dokter.

6) Jangan biarkan orang lain "meminjam" atau berbagi antibiotik Anda

Berbagi antibiotik dapat menyebabkan risiko, hal ini dikarenakan setiap orang dapat memiliki reaksi yang berbeda terhadap antibiotik. Penicilin mungkin sangat aman untuk Anda, namun hal ini justru menyebabkan alergi terhadap rekan Anda.

7) Segera hubungi dokter jika terjadi komplikasi

Awasi usus Anda saat minum antibiotik dan dalam beberapa minggu setelah menyelesaikannya. Salah satu efek samping penting dari setiap antibiotik adalah infeksi selanjutnya yang disebut Clostridium difficile, atau C. diff. C. diff dapat menyebabkan diare dan kolitis yang serius, bahkan mungkin mengancam jiwa (radang usus besar).

Efek samping obat infeksi saluran kencing

Pemberian obat tentu memiliki risiko efek samping, termasuk antibiotik. Tiap jenisnya bisa memicu efek samping yang khas.Namun secara umum, beberapa efek samping berikut bisa muncul karena penggunaan obat antibiotik:
  • Infeksi jamur Candida pada vagina

Jamur Candida albicans normalnya tumbuh dalam jumlah kecil di vagina dan biasanya tidak menimbulkan penyakit. Namun candidiasis di vagina bisa terjadi ketika jumlah bakteri yang mengendalikan jumlah jamur ini berkurangn akibat konsumsi antibiotik sebagai obat infeksi saluran kencing.
  • Gangguan pencernaan dan sakit perut

Konsumsi antibiotik sebagai obat infeksi saluran kencing tak jarang mengakibatkan rasa tidak nyaman di perut. Misalnya, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan sakit perut.Antibiotik juga bisa menyebabkan diare akibat terganggunya keseimbangan bakteri baik di dalam usus.
  • Sindrom Stevens Johnson

Sindrom Stevens Johnson merupakan reaksi alergi antibiotik yang parah dan bisa mengancam nyawa. Gejalanya berupa kulit terkelupas dan luka-luka pada selaput lendir (mukosa).Apaila Anda mengalami efek samping yang mengganggu, segera konsultasikan ke dokter yang merawat Anda. Dokter bisa mengganti jenis obat infeksi saluran kencing Anda atau meresepkan obat lain guna mengurangi efek samping yang mendera Anda.
infeksi saluran kemihantibiotikkandidiasis vagina
CDC. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/uti.html
Diakses pada 9 April 2020
Drugs. https://www.drugs.com/article/antibiotics-for-uti.html
Diakses pada 9 April 2020
GoodRX. https://www.goodrx.com/blog/safe-antibiotic-use-side-effects-resistance-how-to-take/
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait