Ternyata, Antibiotik Radang Panggul Sangat Efektif Sebagai Pengobatan!

(0)
31 May 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Radang panggul dapat ditandai dengan rasa sakit pada perut bagian bawahBakteri penyebab gonore dan klamidia bisa mengakibatkan radang panggul.
Mengonsumsi antibiotik radang panggul merupakan salah satu pilihan pengobatan radang panggul yang dapat dilakukan. Radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita.Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan Anda terkena radang panggul. Salah satunya adalah bakteri yang juga menyebabkan gonore serta klamidia. Antibiotik radang panggul pun menjadi salah satu opsi penanganan radang tersebut.Radang panggul umumnya terjadi ketika bakteri yang ditularkan secara seksual masuk ke dalam vagina, dan menyebar ke saluran tuba, ovarium, serviks, dan rahim. Jika infeksi menyebar ke darah, radang panggul bisa sangat berbahaya.[[artikel-terkait]]

Pilihan pengobatan, termasuk antibiotik radang panggul

Radang panggul bisa saja tidak menimbulkan gejala sehingga Anda tidak menyadarinya. Kondisi ini mungkin baru terdeteksi jika Anda mengalami nyeri panggul kronis atau sulit hamil. Oleh sebab itu, Anda bisa terlambat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk radang panggul.

1. Antibiotik

Dalam mengobati radang panggul, dokter akan meresepkan kombinasi antibiotik radang panggul. Pengobatan dengan antibiotik perlu dimulai dengan cepat.Pasalnya, dokter mungkin tidak mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan Anda mengalami infeksi, maka dokter akan memberi dua jenis antibiotik untuk mengobati berbagai bakteri.Beberapa jenis antibiotik radang panggul memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Tak hanya itu, antibiotik juga membantu mencegah komplikasi serius.Adapun antibiotik radang panggul yang biasa diberikan sebagai pengobatan, yaitu metronidazole, ofloxacin, ceftriaxone, moxifloxacin, dan doksisiklin. Dokter memberikan resep berdasarkan infeksi yang Anda alami.Jika dalam beberapa hari sudah merasa lebih baik, pastikan Anda meminum semua obat tersebut, agar infeksi benar-benar hilang. Menghentikan konsumsi antibiotik radang panggul lebih awal dapat menyebabkan infeksi kembali. Di samping itu, jika setelah 3 hari infeksi tak kunjung membaik, Anda kembali berkonsultasi dengan dokter.

2. Antibiotik intravena

Beberapa antibiotik radang panggul harus dihindari selama kehamilan. Oleh sebab itu, jika Anda hamil, sakit parah atau tidak merespons antibiotik radang panggul oral, maka informasikan hal ini pada dokter. Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit, dan akan mendapatkan antibiotik radang panggul yang disuntikkan melalui pembuluh darah.

3. Perawatan untuk pasangan Anda

Bakteri yang menyebabkan radang panggul dapat menyebar melalui kontak seksual. Dalam mencegah terjadinya infeksi kembali, pasangan Anda juga harus diperiksa dan dirawat. Hindarilah melakukan hubungan seksual hingga pengobatan selesai, dan Anda dinyatakan sembuh.

4. Pembedahan

Abses terjadi ketika bagian dari ovarium atau tuba falopi terisi dengan cairan yang terinfeksi. Jika Anda tidak merespons pengobatan antibiotik radang panggul yang diberikan, dan abses terancam pecah, maka dokter mungkin akan melakukan pembedahan. Akan tetapi, hal tersebut jarang terjadi. Kebanyakan wanita dengan radang panggul hanya memerlukan rawat jalan.

Sering tanpa gejala, radang panggul sulit terdeteksi

Sebagian wanita yang terkena radang panggul tidak memiliki gejala. Akan tetapi, berikut ini gejala radang panggul yang dapat terjadi.
  • Sakit perut dan panggul bagian bawah
  • Demam
  • Kelelahan
  • Keputihan abnormal
  • Sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Perdarahan rahim yang tidak normal, terutama setelah berhubungan seks serta perdarahan di luar siklus menstruasi
Radang panggul dapat menimbulkan gejala yang ringan atau sedang. Akan tetapi, beberapa wanita mengalami gejala yang parah seperti nyeri parah di perut bagian bawah, muntah, demam tinggi, dan pingsan.Jika radang panggul tidak diobati, maka gejala dapat memburuk dan menyebabkan berbagai masalah seperti kemandulan, hamil ektopik (kehamilan di luar rahim), nyeri panggul kronis, dan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain. Bila infeksi menyebar ke darah, maka hal tersebut dapat mengancam nyawa Anda.Oleh sebab itu, ketika merasakan gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan diagnosis untuk memastikan kondisi yang sebenarnya terjadi pada Anda, dan menentukan pengobatan yang tepat.Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan area kewanitaan Anda. Saat melakukan hubungan seks, gunakanlah kondom untuk mengurangi risiko penularan bakteri dari pasangan.Selain itu, setelah buang air kecil, Anda harus menyeka dari arah depan ke belakang, untuk mencegah bakteri masuk ke vagina. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Anda akan terhindar dari penyakit radang panggul yang dapat terasa menyakitkan serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik radang panggul. 
masalah reproduksikanker servikskista ovariumradang panggul
Healthline. https://www.healthline.com/health/pelvic-inflammatory-disease-pid#complications
Diakses pada 11 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594
Diakses pada 11 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/diagnosis-treatment/drc-20352600
Diakses pada 11 Mei 2019
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-inflammatory-disease-pid/treatment/
Diakses pada 11 Mei 2019
Web MD. https://www.webmd.com/women/guide/treatment-pelvic-inflammatory-disease Diakses pada 11 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait