Antibiotik Anak Hanya Boleh Digunakan untuk Kondisi Ini


Antibiotik anak hanya boleh digunakan untuk penyakit yang disebabkan infeksi bakteri untuk menghindari efek resistensi. Oleh karena itu, jangan memberikannya tanpa anjuran dokter, ya!

(0)
12 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Antibiotik anak hanya boleh diberikan sesuai anjuran dokter maupun apotekerAntibiotik anak hanya bisa menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakteri
Antibiotik anak ternyata hanya boleh digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, ketidaktahuan bisa membuat orangtua memberi antibiotik untuk segala jenis penyakit, bahkan membeli sendiri antibiotik itu tanpa resep dokter.Dahulu, antibiotik memang dianggap seperti obat dewa yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit. Beberapa dokter juga tidak segan meresepkan antibiotik untuk semua keluhan karena dianggap tidak memiliki efek samping.Meskipun demikian, mayoritas dokter kini justru lebih berhati-hati dalam meresepkan antibiotik anak. Pasalnya, sudah banyak penelitian yang mengatakan penyalahgunaan antibiotik, termasuk pemberian resep obat yang tidak sesuai diagnosis, akan mengakibatkan terjadinya resistensi alias kekebalan terhadap obat tersebut.

Antibiotik anak boleh digunakan untuk penyakit ini

Ingat, antibiotik anak hanya bisa digunakan ketika Si Kecil mengalami penyakit akibat infeksi bakteri. Dengan kata lain, bila penyakit anak disebabkan oleh virus (misalnya common cold dan mayoritas batuk-pilek), pemberian antibiotik sangat tidak disarankan. Sebab, antibiotik tidak bisa membunuh virus.Penyakit akibat bakteri dan virus memiliki gejala yang hampir mirip. Oleh karena itu, Anda wajib memeriksakan Si Kecil ke dokter sebelum memberikan antibiotik anak, karena hanya dokter yang dapat menegakkan diagnosis infeksi virus atau bakteri.
Antibiotik anak bisa digunakan untuk infeksi telinga disertai demam tinggi
Beberapa acuan dasar penyakit yang biasa dialami anak dan disarankan diobati dengan antibiotik ialah:

1. Batuk kronis atau bronkitis

Batuk anak mayoritas disebabkan oleh virus. Namun, jika batuk tak kunjung sembuh (kronis) atau disertai masalah pada paru-parunya, dokter bisa meresepkan antibiotik, karena penyebab kondisi itu diduga adalah infeksi bakteri.

2. Radang tenggorokan

Sakit tenggorokan biasanya disebabkan oleh virus, tapi radang tenggorokan diakibatkan oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik anak akan menolongnya untuk sembuh lebih cepat. Kalau karena infeksi virus jangan meminum antibiotik.

3. Infeksi telinga

Tidak semua infeksi telinga perlu diobati dengan antibiotik. Hanya infeksi akibat bakteri yang terjadi pada bayi, balita, dan orang dewasa dengan disertai gejala demam tinggi yang boleh diobati dengan antibiotik.

4. Infeksi sinus

Sinusitis karena infeksi bakteri sangat jarang, tapi harus diobati dengan antibiotik bila memang terjadi. Sebagai catatan, keluarnya ingus berwarna hijau bukan pertanda sinusitis akibat infeksi bakteri.

Cara penggunaan antibiotik anak yang benar

Selain mengetahui jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan minum antibiotik, orangtua juga perlu memahami etika penggunaan antibiotik anak itu sendiri. Menurut Akademi Dokter Anak Amerika (AAP), penggunaan antibiotik yang benar adalah dengan:
  • Mengikuti saran dokter maupun apoteker. Berikan antibiotik kepada anak sesuai saran dokter atau apoteker yang menangani anak, baik dari segi dosis, cara pemberian, maupun waktu maksimal pemberian antibiotik tersebut
  • Menyimpan antibiotik anak di tempat yang aman. Jauhkan dari Si Kecil, terutama agar tidak disalahgunakan.
  • Tidak membagi antibiotik pada anak lain. Selain itu, hindari penggunaan antibiotik orang lain untuk anak Anda, sekalipun keluhan penyakitnya sama.
  • Membuang antibiotik yang sudah tidak digunakan. Jangan menyimpan antibiotik anak, sekalipun masih bersisa, untuk digunakan kembali ketika mengalami keluhan yang sama di kemudian hari.

Bahaya penyalahgunaan antibiotik anak

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian antibiotik anak untuk penyakit yang tidak tepat dan dilakukan berulang-ulang dapat mengakibatkan terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga tidak bisa lagi dibasmi jika mengakibatkan penyakit di dalam tubuh manusia.Misalnya, memberi antibiotik anak saat Si Kecil hanya mengalami common cold terus-menerus akan menbuatnya kesulitan untuk sembuh ketika mengalami radang tenggorokan.
Pemberian antibotik anak secara berulang-ulang berisiko menimbulkan resistensi
Selain itu, ketika Anda langsung memberi antibiotik saat anak mengeluh kupingnya sakit tanpa ke dokter terlebih dahulu, bisa jadi anak akan sulit disembuhkan saat benar-benar mengalami infeksi telinga akibat bakteri.Kondisi ini terjadi karena bakteri sudah ‘mengenal’ antibiotik yang dimasukkan ke dalam tubuh anak ketika ia sakit, bukan karena infeksi bakteri. Selain itu, pemberian antibiotik juga memungkinkan semua jenis bakteri di dalam tubuh ikut mati, baik bakteri jahat penyebab penyakit, maupun bakteri baik yang menyehatkan tubuh.

Catatan dari SehatQ

Selalu patuhi saran dokter mengenai pemberian antibiotik anak. Jika keluhan buah hati belum membaik setelah masa pemberian antibiotik selesai, periksakan anak kembali ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih sesuai.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penggunaan antibiotik anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit anakkesehatan anaktumbuh kembang anakantibiotik
UCDavis Health. https://health.ucdavis.edu/medicalcenter/healthtips/2010-2011/09/20100916_antibiotics.html
Diakses pada 29 Oktober 2020
AAFP. https://www.aafp.org/afp/2006/1001/p1188.html
Diakses pada 29 Oktober 2020
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/antibiotics
Diakses pada 29 Oktober 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/medication-safety/Pages/Antibiotic-Prescriptions-for-Children.aspx
Diakses pada 29 Oktober 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri
Diakses pada 29 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait