Antenatal Care, Pemeriksaan ANC Penting Bagi Ibu Hamil dan Janin

(0)
17 Jul 2020|Azelia Trifiana
Antenatal care atau pemeriksaan ANC adalah rangkaian program pelayanan kesehatan untuk ibu hamilAntenatal Care kerap juga sebagai prenatal care
Antenatal care atau pemeriksaan ANC adalah rangkaian program pelayanan kesehatan untuk ibu hamil. Di Indonesia, rumus antenatal care disebut “10 T” dan telah dirilis sejak tahun 2009. Sama seperti manfaat USG, rangkaian pemeriksaan ANC ini penting untuk memastikan ibu hamil dan janin berkembang sesuai usia kehamilannya.Tak hanya itu, antenatal care juga membantu mengurangi risiko selama kehamilan sekaligus meningkatkan peluang persalinan yang sehat dan aman. Dengan mengunjungi dokter spesialis kehamilan secara rutin, maka perkembangan kehamilan bisa dimonitor sekaligus identifikasi dini jika ada masalah.

Apa saja proses antenatal care?

Dalam pemeriksaan ANC, biasanya dokter spesialis kandungan akan menjadwalkan kontrol rutin setiap 4-6 minggu sekali. Namun ketika usia kehamilan menginjak trimester ketiga, frekuensi konsultasi bisa meningkat.Proses antenatal care di Indonesia yang dikenal dengan nama “10 T” ini meliputi:

1.Timbang berat badan

Proses antenatal care pertama dari 10 T adalah timbang berat badan sekaligus ukur tinggi badan ibu hamil. Ini biasanya dilakukan pada pertemuan pertama untuk mengetahui adakah risiko kehamilan yang mungkin terjadi. Setiap bulannya, pertambahan berat badan terus dicatat untuk mengetahui apakah masih masuk dalam level normal atau tidak.

2. Tekanan darah diperiksa

Saat sesi konsultasi dengan dokter spesialis kandungan, tekanan darah ibu hamil akan diperiksa terlebih dahulu. Normalnya, tekanan darah berada di angka 110/80 hingga 140/90 mmHg. Dokter akan membahas lebih detil risiko apabila tekanan darah diketahui terlalu rendah atau tinggi.

3. Tinggi puncak rahim diperiksa

Puncak rahim atau fundus uteri juga perlu diperiksa sebagai salah satu indikator usia kehamilan. Idealnya, tinggi puncak rahim ini sama dengan usia kehamilan. Jika ada perbedaan, toleransinya pun hanya 1-2 cm. Dokter akan memberi perhatian lebih jika perbedaannya lebih dari 2 cm.

4. Vaksinasi tetanus

Perlu juga diberikan vaksinasi tetanus untuk ibu hamil. Namun sebelumnya, dokter juga perlu mengetahui status imunisasi sebelumnya sekaligus seberapa dosis yang harus diberikan.

5. Tablet zat besi

Rangkaian antenatal care berikutnya adalah pemberian tablet atau suplemen zat besi untuk ibu hamil. Biasanya, dokter juga akan meresepkan beberapa suplemen lain seperti asam folat, kalsium, dan lainnya sesuai kebutuhan dan kondisi ibu.

6. Tetapkan status gizi

Penting untuk mengetahui status gizi ibu hamil dalam rangkaian pemeriksaan ANC. Apabila gizi ibu hamil kurang tercukupi, maka risiko bayi mengalami berat badan lahir rendah meningkat. Penetapan status gizi ini dilakukan dengan mengukur lingkar antara lengan atas dan jarak pangkal bahu ke ujung siku.

7. Tes laboratorium

Pada awal dan akhir usia kehamilan, dokter juga akan meminta ibu hamil menjalani tes laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui kondisi yang umum seperti golongan darah, rhesus, hemoglobin, HIV, dan lainnya. Namun pada beberapa kondisi, ibu hamil perlu menjalani tes laboratorium yang lebih spesifik untuk mengetahui adakah risiko selama kehamilan.

8. Tentukan denyut jantung janin

Ketika memasuki usia kehamilan 16 minggu, denyut jantung bayi sudah bisa diperiksa. Ini sangat krusial untuk mendeteksi adakah faktor risiko kematian karena cacat bawaan, infeksi, atau gangguan pertumbuhan. Deteksi denyut jantung dan keberadaan janin ini bisa diketahui lewat pemeriksaan USG.

9. Tatalaksana kasus

Bagi ibu hamil dengan risiko tinggi, maka akan ada tatalaksana kasus yang memastikan calon ibu mendapat perawatan dan fasilitas kesehatan memadai. Pihak rumah sakit atau dokter akan mendiskusikan opsi-opsinya dengan ibu.

10. Temu wicara

Apapun yang ditanyakan selama proses kehamilan bisa disampaikan saat temu wicara dengan dokter. Ini termasuk bagian dari proses pemeriksaan ANC. Tanyakan segala hal terkait kehamilan agar mendapat informasi sejelas-jelasnya saat sedang konsultasi.Penting memastikan sang ibu berada dalam kondisi sehat baik itu sebelum, sedang, dan setelah mengandung. Kesehatan ibu akan sangat berpengaruh terhadap janin, termasuk pemenuhan nutrisinya. Jadi, ibu hamil sebaiknya rutin menjalani antenatal care demi keamanan ibu dan janin.
ibu dan anakmenjaga kehamilankehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy-care
Diakses pada 3 Juli 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=10694
Diakses pada 3 Juli 2020
WHO. https://www.who.int/reproductivehealth/publications/maternal_perinatal_health/ANC_infographics/en/
Diakses pada 3 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait