Antara Kopi dan Teh, Lebih Sehat yang Mana?


Sifat antioksidan dalam kopi maupun teh dapat menangkal efek radikal bebas pada tubuh. Namun, kafein antara kopi dan teh tetap harus diwaspadai, apalagi jika Anda sensitif terhadap kandungan tersebut.

(0)
14 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Antara kopi dan teh, keduanya sama-sama mempunyai dampak menyehatkanAntara kopi dan teh, keduanya merupakan minuman yang mengandung kafein
Kopi dan teh merupakan dua minuman yang sangat populer di berbagai negara. Menyesap secangkir teh atau kopi pun menjadi waktu me time terbaik untuk memulai hari. Namun, dari kedua minuman ini, Anda mungkin bertanya-tanya mengenai jenis minuman yang lebih menyehatkan. Antara kopi dan teh, mana sebenarnya yang lebih sehat bagi tubuh?

Antara kopi dan teh, ini perbandingan efeknya bagi tubuh

Untuk menjawab pertanyaan lebih sehat atau kopi, kita perlu menyelami perbedaan kandungan dan efek dua minuman ini untuk kesehatan.

1. Perbedaan kadar kafein dalam kopi dan teh

Salah satu alasan utama orang mengonsumsi kopi atau teh adalah kandungan kafeinnya. Kafein merupakan zat stimulan alami yang membantu diri lebih terjaga, meningkatkan performa fisik, serta mencegah timbulnya rasa lelah. Kafein juga dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan wajar.Asupan harian kafein yang aman yakni 400 mg per hari atau 4 cangkir per hari. Kandungan kafein dalam kopi atau teh dapat bervariasi tergantung jenis, sajian, dan metode penyeduhan. Namun tiap satu sajian masing-masing minuman tersebut biasanya masih di bawah 400 mg.
Kopi dan teh sama-sama mengandung kafein
Setiap 240 ml (satu cup) kopi rata-rata mengandung 95 mg kafein. Sementara itu, dalam volume yang sama, teh hitam mengandung 47 mg kafein. Begitu pula dengan kandungan kafein dalam teh hijau yang bisa berkisar 20-45 mg untuk sajian yang sama.Dari segi kadar kafeinnya, kopi yang sudah diseduh cenderung unggul dibandingkan seduhan teh hitam maupun teh hijau.

2. Perbedaan efek kopi dan teh terhadap tubuh

Kopi atau teh sama-sama digemari karena keduanya memberikan energi bagi tubuh. Namun, kedua minuman ini membantu tubuh lebih terjaga dengan cara yang berbeda.Kopi yang sudah diseduh mengandung kafein lebih tinggi dibandingkan sajian teh. Kadar kafein yang tinggi dalam kopi membuatnya mampu meningkatkan level energi dengan instan, membuat tubuh lebih terjaga, dan mengurangi kelelahan.Bahkan, efek kafein tersebut bisa terasa sesaat kita menyesap secangkir kopi. Dilaporkan bahwa 99% kafein dapat diserap tubuh dalam waktu 45 menit saja – dengan puncak levelnya di darah yakni 15 menit setelah diminum.
Teh mempunyai zat antioksidan bernama l-theanine.
Bagaimana dengan efek teh terhadap tubuh?Walau kafein dalam seduhan teh kalah tinggi dibandingkan dalam kopi, teh mengandung zat antioksidan yang disebut l-theanine. Kandungan l-theanine inilah yang dapat merangsang otak sekaligus memberikan efek antistres serta menenangkan pikiran.Kehadiran l-theanine tersebut memang dapat menyeimbangkan efek kafein. Kombinasi keduanya membuat teh membantu tubuh lebih tenang dan rileks di samping juga merangsang otak tetap terjaga.Bila kopi memberikan energi secara instan, maka teh membuat tubuh terjaga dengan cara yang lebih lembut.

Kopi dan teh sama-sama tinggi antioksidan

Walau kopi atau teh memiliki kadar kafein yang berbeda, dua minuman populer ini sama-sama tinggi dengan zat antioksidan. Antioksidan dapat menangkal efek radikal bebas yang berisiko merusak sel dan memicu penyakit kronis.Kopi dan teh sama-sama mengandung zat-zat antioksidan golongan polifenol. Teh hitam memiliki polifenol seperti teaflavin, tearubigin, dan katekin. Sementara itu, kopi kaya dengan asam klorogenat dan flavonoid.Zat antioksidan dalam kopi dan teh berpotensi untuk menurunkan risiko kanker. Misalnya, teaflavin dan tearubigin mampu menghambat kanker paru-paru dan kanker usus besar. Sementara itu, asam klorogenat berpotensi untuk melawan sel kanker hati dan kanker di saluran pencernaan.
Polifenol pada kopi dan teh dapat menjaga kesehatan jantung
Polifenol dalam kopi atau teh juga dilaporkan dapat memelihara kesehatan jantung. Bahkan, berdasarkan dua hasil riset yang berbeda, konsumsi teh dan kopi disebutkan dapat menurunkan risiko stroke.Kandungan antioksidan dalam kopi atau teh membuat keduanya dapat menjadi minuman yang sama-sama menyehatkan.

Jadi, pilih teh atau kopi?

Karena keduanya kaya dengan zat antioksidan, kopi atau teh sama menjadi minuman yang menyehatkan asal dikonsumsi dengan sewajarnya. Zat antioksidan dalam kopi atau teh berpotensi untuk menurunkan risiko berbagai penyakit. Memilih kopi atau teh akan kembali pada selera masing-masing.Jika Anda ingin mencari asupan energi instan, maka kopi dapat menjadi pilihan. Namun, bila terlalu sensitif terhadap efek kafein, teh merupakan opsi yang lebih baik. Seduhan teh umumnya mengandung kafein yang lebih rendah, tapi menawarkan efek menenangkan dari l-theanine.Satu pertimbangan lainnya yakni efek kafein yang memicu kecanduan. Asupan kopi yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping lain bagi tubuh, termasuk mengganggu siklus tidur.

Catatan dari SehatQ

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai dampak kopi dan teh bagi tubuh, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ yang memberikan informasi tepercaya seputar hidup sehat, dapat diunduh secara gratis di App Store dan Play Store.
minuman tidak sehatkopikafeinateh
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coffee-vs-tea
Diakses pada 2 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/caffeine-in-tea-vs-coffee
Diakses pada 2 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/caffeine-in-green-tea
Diakses pada 2 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait