Mengenal Anoreksia Geriatri, Gangguan Makan yang Terjadi pada Lansia


Anoreksia geriatri terjadi pada lansia. Kondisi ini memiliki gejala yang hampir sama dengan anoreksia nervosa, salah satunya adalah turunnya nafsu makan dan asupan makan.

0,0
Anoreksia geriatri adalah gangguan makan yang dialami oleh lansia dan memiliki gejala yang mirip dengan anoreksia nervosaGangguan makan pada lansia disebut dengan anoreksia geriatri yang gejalanya mirip anoreksia nervosa
Sering kita dengar bahwa anoreksia atau gangguan makan dialami oleh wanita muda yang ingin punya tubuh langsing seperti model. Namun, ternyata kondisi anoreksia juga dapat terjadi pada lansia, yang disebut sebagai anoreksia geriatri.Gangguan jiwa pada lansia ini sebenarnya merupakan salah satu efek dari penuaan. Lantas, apa penyebab anoreksia geriatri? Bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Apakah itu anoreksia geriatri?

Anoreksia geriatri adalah gangguan makan yang dialami oleh lansia. Sejatinya, jenis anoreksia ini sama dengan anoreksia nervosa. Perbedaannya hanya terletak pada usia penderitanya yang mana Anoreksia nervosa sering dialami oleh orang berusia di usia produktif. Baik anoreksia nervosa dan anoreksia geriatri merupakan bentuk gangguan mental yang menyebabkan seseorang selalu merasa dirinya gemuk sehingga enggan makan.Pada lansia yang tidak mengalami gangguan makan anoreksia pun sebenarnya secara normal akan mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini disebabkan oleh:
  • Perubahan hormon yang membuat lansia lebih cepat kenyang.
  • Perubahan fungsi pengecapan sehingga seringkali makanan terasa hambar dan tidak enak.
  • Gangguan mengunyah
  • kesulitan menyiapkan makanan sendiri karena penyakit tertentu seperti gangguan sendi.
  • Cenderung kurang aktif sehingga pembakaran energinya sedikit dan menyebabkan lansia tidak cepat lapar.

Penyebab anoreksia geriatri

Lebih spesifik, ada sejumlah faktor yang ditengarai menjadi penyebab anoreksia geriatri pada lansia. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Faktor fisik

Keterbatasan secara fisik dalam aktivitas sehari-hari memengaruhi selera makan seseorang. Makan sendirian, kesulitan mengambil makanan, atau tidak memiliki kemampuan memasak merupakan faktor penyebab anoreksia geriatri.Gangguan penglihatan pada lansia juga bisa menurunkan selera makannya. Selain itu, keadaan mulut dan gigi juga berhubungan dengan gangguan mengunyah yang dapat berakibat kurangnya nutrisi.

2. Faktor medis

Kondisi medis lansia seperti penyakit saluran pencernaan, infeksi, dan gangguan metabolisme sering menyebabkan anoreksia geriatri dan kekurangan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral.Di sisi lain, depresi menjadi salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi pada lansia dan seringkali berhubungan dengan hilangnya selera makan seseorang.

3. Pengobatan

Lansia biasanya mengkonsumsi banyak obat. Di antara obat-obat tersebut mungkin saja ada yang memiliki efek gangguan pencernaan hingga penurunan nafsu makan.

4. Faktor sosial

Faktor utama yang memengaruhi turunnya selera makan lansia berada pada tidak seimbangnya keadaan sosioekonomi. Keadaan sosial seorang lansia perlu diperhatikan. Hidup sendiri ternyata berpengaruh terhadap menurunnya nafsu makan hingga menjadi penyebab anoreksia geriatri.Pada tempat perawatan atau panti, ketidaksadaran petugas akan selera makan lansia dapat membuat penurunan nafsu makan hingga penurunan berat badan dalam jangka panjang.

5. Pola makan

Anoreksia pada lansia tidak selalu terjadi dengan diawali penurunan nafsu makan atau berkurangnya jumlah porsi makan lansia. Perubahan pola makan seperti waktu makan dan jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan kondisi anoreksia ini terjadi.

Faktor Risiko Anoreksia Geriatri

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada dasarnya lansia akan mengalami penurunan nafsu makan seiring dengan penuaan yang terjadi. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat memperparah penurunan nafsu makan tersebut hingga berujung pada kondisi anoreksia.Faktor risiko anoreksia geriatri tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Depresi. Rasa depresi pada lansia akan membuatnya enggan untuk makan.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat mengakibatkan efek samping yang dapat menurunkan nafsu makan.
  • Demensia atau pikun. Lansia seringkali mengalami pikun yang menyebabkan mereka seringkali lupa makan.
  • Khawatir menjadi gemuk. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada orang muda, namun lansia pun seringkali terlalu khawatir akan penampilan mereka sehingga mereka enggan makan karena takut gemuk.

Gejala Anoreksia Geriatri

Ada sejumlah gejala anoreksia geriatri yang dapat Anda amati pada lansia, yaitu antara lain:
  • Kulit terlihat pucat dan biru
  • Rambut yang menipis dan gampang rontok
  • Sering mengerluh pusing dan pingsan
  • Tidak tahan dingin
  • Selalu khawatir akan penampilan dan takut gemuk
  • Menghindar bila ditanya tentang pola makan mereka
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Tekanan darah menurun.

Cara Mengatasi Anoreksia Geriatri

Bila Anda menemukan gejala-gejala anoreksia pada lansia, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan obat yang dapat meningkatkan nafsu makan pada lansia dan mengatasi masalah emosional yang menyertainya.Selain itu, Anda dapat melakukan hal ini untuk membantu orangtua Anda yang mungkin mengalami anoreksia geriatri:

1. Ajak lansia untuk mengubah pola makan

Salah satu alasan mengapa lansia menjadi enggan makan mungkin karena merasa jenuh dengan menu makanan yang itu-itu saja. Jika demikian, maka Anda dapat mengganti menu makanan untuk lansia agar lebih variatif sehingga kembali membangkitkan selera makannya.Selain itu, pastikan juga agar lansia memiliki jadwal makan yang teratur setiap harinya. 

2. Temani lansia saat makan

Seperti yang telah disinggung di awal, tidak adanya teman saat makan juga bisa menjadi penyebab anoreksia geriatri. Oleh sebab itu, usahakan agar Anda ada bersamanya saat waktu makan tiba.Selesai makan bersama, ajaklah ia untuk mengobrol atau melakukan kegiatan lainnya seperti berjalan-jalan di sekitar rumah dan sebagainya. Cara ini mungkin cukup efektif untuk mengatasi anoreksia yang dialaminya.

3. Pastikan makanan yang dikonsumsi lansia sarat akan nutrisi

Cara mengatasi anoreksia pada lansia selanjutnya adalah, pastikan makanan yang Anda berikan kepadanya sarat akan nutrisi. Sayur dan buah-buahan adalah pilihan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh para lansia.Mengonsumsi makanan bernutrisi bertujuan agar lansia sehat dan terhindar dari ganggguan-gangguan medis yang mungkin dapat memengaruhi nafsu makannya. 

4. Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi lansia

Obat-obatan punya pengaruh penting terhadap tingkat selera makan lansia. Oleh sebab itu, perhatikan obat apa saja yang dikonsumsi oleh lansia dan pastikan agar penggunaan obat-obatan tersebut benar dan sesuai sehingga nafsu makan lansia tetap terkendali.Untuk hal ini, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

5. Dorong lansia untuk tetap aktif

Cara mengatasi anoreksia pada lansia yang juga tidak boleh ketinggalan adalah, dorong lansia untuk tetap aktif. Anda bisa mengajaknya untuk melakukan sejumlah kegiatan untuk lansia seperti berolahraga, membaca buku, bermain musik, dan sebagainya.Dengan tetap aktif, potensi lansia untuk mengalami stres atau bahkan depresi bisa diminimalisir. Seperti yang diketahui, stres juga dapat menurunkan nafsu makan lansia secara signifikan. 

Catatan dari SehatQ

Anoreksia geriatri atau menurunnya nafsu makan pada lansia tidak dapat disepelekan karena dapat menimbulkan masalah serius, yaitu gangguan nutrisi yang menyebabkan gampang kelelahan, kerapuhan tubuh dan tulang, atau bahkan kematian dini.  Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila mendapati anggota keluarga yang sudah berusia lanjut mengalami tanda-tanda anoreksia seperti ini. Gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk konsultasi medis yang lebih mudah dan cepat.Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. Gratis!
anorexiagangguan makangangguan lansialansiakesehatan lansia
The Guardian. https://www.theguardian.com/education/2001/jun/07/medicalscience.healthandwellbeing1
Diakses pada 29 April 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4772033/
Diakses pada 29 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anorexia-nervosa/symptoms-causes/syc-20353591
Diakses pada 29 April 2019
Livestrong. https://www.livestrong.com/article/283166-what-are-medical-reasons-for-loss-of-appetite-in-the-elderly/
Diakses pada 29 April 2019
The Ranch. https://www.recoveryranch.com/articles/anorexia-symptoms-elderly/
Diakses pada 29 April 2019
Mathey, M., Siebelink, E., de Graaf, C. and Van Staveren, W. (2001). Flavor Enhancement of Food Improves Dietary Intake and Nutritional Status of Elderly Nursing Home Residents. The Journals of Gerontology Series A: Biological Sciences and Medical Sciences, [online] 56(4), pp.M200-M205. Available at: https://academic.oup.com/biomedgerontology/article/56/4/M200/619955
Diakses pada 29 April 2019
Todays Geriatric Medicine. http://www.todaysgeriatricmedicine.com/archive/SO17p14.shtml 
Diakses pada 29 April 2019
Landi F, Calvani R, Tosato M, Martone A, Ortolani E, Savera G, Sisto A, Marzetti E. Anorexia of aging: risk factors, consequences, and potential treatments. Nutrients. 2016;8(2):69. Diakses pada 29 April 2019Donini LM, Poggiogalle E, Piredda M, Pinto A, Barbagallo M, Cucinotta D, Sergi G. Anorexia and eating patterns in the elderly. PloS one. 2013 May 2;8(5):e63539. Diakses pada 29 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait