Angka Kematian Ibu dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya


Angka kematian ibu di Indonesia saat ini terbilang cukup besar ketimbang dengan negara-negara tetangga. Hal ini dapat terjadi karena berbagai penyebab yang membuat angka kematian ibu terbilang cukup tinggi.

(0)
25 Sep 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Angka kematian ibu ditentukan dengan kematian ibu saat hamilAngka kematian ibu ditentukan berdasarkan kematian saat hamil, melahirkan, atau 42 setelah melahirkan
Ketika wanita meninggal karena sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan, hal tersebut dikenal dengan istilah kematian ibu. Kematian ibu dapat terjadi pada saat kehamilan, selama persalinan, dan 42 hari setelah melahirkan.Angka kematian ibu di Indonesia saat ini terbilang cukup besar ketimbang dengan negara-negara tetangganya. Oleh karena itu, Anda perlu waspada, serta menghindari beberapa penyebab dan faktor risiko yang meningkatkan angka kematian ibu. Lantas, apa saja penyebab angka kematian ibu?

Apa yang dimaksud dengan angka kematian ibu?

Di negara-negara yang memiliki perekonomian baik, teknologi modern, dan akses perawatan kesehatan yang mudah, peluang kematian ibu relatif rendah.Sebagian besar wanita di Amerika, Inggris, Kanada, dan negara maju lainnya mayoritas mengalami kehamilan dan kelahiran yang sehat. Namun, masih tetap ada risiko kecil kematian ibu yang mungkin terjadi.Di seluruh dunia, lebih dari 300 ribu wanita meninggal setiap tahun karena masalah yang muncul selama kehamilan dan persalinan. Sebagian besar angka kematian ibu tersebut berasal dari negara yang miskin dan berkembang.Khusus di Indonesia, pada tahun 2015 angka kematian ibu mencapai 305 jiwa per 100.000 kelahiran. Angka ini tergolong besar jika dibandingkan dengan negara-negara tentangga lainnya. Malaysia, misalnya, memiliki angka kematian ibu yang jauh lebih rendah, yakni 24 jiwa dari 100.000 kelahiran.  

Penyebab angka kematian ibu meningkat

Dengan perawatan medis yang tepat dan cepat, sebagian besar masalah yang terkait dengan kehamilan, persalinan, dan postpartum dapat diobati atau dicegah. Namun, tidak jarang ditemukan kasus di mana ibu terlambat atau tidak mendapat penanganan yang tepat sehingga menyebabkan kematian ibu. Masalah-masalah yang menjadi penyebab angka kematian ibu menurut WHO, yaitu:

1. Pendarahan postpartum (setelah melahirkan)

Pendarahan postpartum merupakan pendarahan secara berlebihan setelah melahirkan yang menyebabkan ibu kehilangan banyak darah. Jika ibu mengalami pendarahan postpartum, namun tidak mendapat penanganan yang tepat, atau bahkan sama sekali tidak mendapat penanganan, maka bisa menyebabkan kematian karena terlalu banyak kehilangan darah. Pendarahan postpartum menjadi penyebab terbesar kematian ibu.

2. Tekanan darah tinggi

Perawatan dan pemeriksaan prenatal bisa mendeteksi dan menangani masalah, seperti halnya tekanan darah tinggi dan protein dalam urine. Namun, tanpa perawatan yang tepat, ibu dapat mengembangkan preeklampsia yang menyebabkan kematian jika sudah terlampau parah. Gangguan hipertensi menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian ibu terkait dengan kehamilan.

3. Infeksi

Wanita bisa mengalami infeksi akibat aborsi yang tidak aman, persalinan yang tidak sehat, ataupun persalinan yang sangat lama. Selain itu, kurangnya pemahaman dan informasi mengenai cara membersihkan area kewanitaan ataupun perawatan tubuh setelah melahirkan, dapat membuat ibu berisiko terkena infeksi. Jika infeksi ini tidak mendapat penanganan yang tepat maka kematian ibu bisa saja terjadi.

4. Penghentian kehamilan

Aborsi dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi ibu. Tidak hanya itu, aborsi yang tidak aman malah bisa menyebabkan kematian ibu. Sebagian wanita nekat melakukan aborsi yang tidak aman karena tidak menginginkan kehamilannya.

5. Emboli paru

Emboli paru merupakan terbentuknya pembekuan darah di paru-paru. Kondisi ini dapat berkembang setelah melahirkan, dan risikonya lebih tinggi jika melakukan operasi caesar.Selain beberapa hal-hal di atas, penyebab kematian ibu lainnya yang mungkin terjadi biasanya terkait langsung dengan masalah pada kehamilan, seperti plasenta previa, ruptur uteri, dan kehamilan ektopik.

Faktor yang memengaruhi angka kematian ibu

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi risiko kematian ibu. Faktor-faktor yang berpengaruh pada angka kematian ibu, di antaranya:

1. Umur

Wanita yang hamil di usia 20-an cenderung memiliki komplikasi yang lebih sedikit selama kehamilan ketimbang wanita yang hamil di usia lebih muda atau lebih tua. Wanita yang hamil di bawah usia 15 tahun atau di atas 40-an memiliki risiko komplikasi yang lebih besar dan dapat menyebabkan kematian ibu.

2. Status sosial ekonomi

Wanita yang miskin atau memiliki status sosial ekonomi yang rendah cenderung memiliki risiko kematian ibu yang lebih tinggi karena kurangnya pemahaman. Selain itu, asupan makan yang buruk juga dapat menyebabkan mereka kekurangan nutrisi sehingga membuat kondisi kehamilannya memburuk.Bukan hanya itu, wanita yang miskin juga sulit mendapat perawatan kesehatan yang memadai sehingga berisiko terkena infeksi ataupun komplikasi yang berujung pada kematian ibu.

3. Ketersediaan perawatan medis

Pada sebagian wilayah tertentu, perawatan medis sulit dijangkau atau bahkan tidak tersedia sehingga membuat ibu kesulitan mendapatkan penanganan yang tepat terkait dengan kehamilan ataupun kelahiran.Kurangnya perawatan pranatal, melahirkan tanpa tenaga profesional, dan tidak memiliki akses ke perawatan medis dapat berisiko mendorong kematian ibu.

4. Paritas (jumlah kehamilan)

Paritas merupakan jumlah kehamilan yang pernah dialami seorang wanita. Kemungkinan seorang wanita mengalami masalah yang terkait dengan kehamilan atau melahirkan sedikit lebih tinggi pada kehamilan pertama. Namun, risiko berkurang pada kehamilan kedua dan meningkat lagi pada kehamilan kelima atau lebih.Sebenarnya, kematian ibu dapat dicegah jika mendapat penanganan yang tepat dari dokter. Oleh sebab itu, wanita harus mendapat perawatan kesehatan yang baik selama kehamilan, saat melahirkan, maupun setelah melahirkan.Selain itu, rutinlah melakukan pemeriksaan selama kehamilan dan setelah melahirkan, agar dapat segera mendeteksi dan menangani masalah yang ada. Jika hal ini dilakukan, maka angka kematian ibu bisa ditekan.
pendarahan pasca melahirkanmasalah kehamilan
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/maternal-mortality-rate-causes-and-prevention-4163653
Diakses pada 25 September 2019
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality
Diakses pada 25 September 2019
Depkes. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-ibu.pdf
Diakses pada 25 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait