Mengenal Konsep Angka Harapan Hidup dan Faktor yang Memengaruhinya

Angka harapan hidup merupakan konsep untuk mengukur angka rata-rata kematian dari sebuah populasi
Angka harapan hidup Indonesia meningkat menjadi 71 tahun

Apakah Anda pernah mendengar soal angka harapan hidup? Tahukah Anda bahwa angka harapan hidup Indonesia terus naik dalam kurun 40 tahun terakhir?

Angka harapan hidup adalah data yang menggambarkan usia kematian pada suatu populasi. Data ini merupakan ringkasan pola usia kematian yang terjadi pada seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO), rata-rata angka harapan hidup global pada 2016 adalah 72 tahun.

Meski demikian, angka harapan hidup ini berbeda pada tiap negara, termasuk Indonesia yang ditaksir memiliki angka harapan hidup di bawah rata-rata global. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari status sosial ekonomi hingga kondisi psikologis.

Angka harapan hidup Indonesia terus naik

Berdasarkan data WHO, wilayah yang memiliki angka harapan hidup rata-rata paling rendah adalah benua Afrika (dengan 61,2 tahun), sedangkan angka harapan hidup rata-rata paling dimiliki oleh benua Eropa (77,5 tahun). Lalu, bagaimana dengan angka harapan hidup Indonesia?

Pada 2016, WHO mencatat angka harapan hidup Indonesia rata-rata adalah 69 tahun (71 tahun untuk wanita dan 67 tahun untuk pria). Sementara menurut data Badan Pusat Statistik RI, angka harapan hidup Indonesia pada 2018 lalu meningkat menjadi 71,2 tahun, dengan 69,3 tahun untuk pria dan 73,19 tahun untuk wanita.

Ya, wanita memang memiliki kecenderungan untuk berusia lebih panjang dibanding pria. Hal ini didasarkan juga atas data WHO mulai dari tahun 2000 hingga 2016 dengan angka harapan hidup pria dan wanita secara global memiliki jarak yang cenderung konstan, yakni wanita 4,3 tahun lebih lama hidup dibanding pria.

Masih menurut data BPS pada 2018, angka harapan hidup tertinggi di Indonesia terletak di provinsi DI Yogyakarta dengan 74,84 tahun (73,03 tahun bagi pria dan 76,65 tahun bagi wanita). Sedangkan untuk provinsi yang memiliki angka harapan hidup paling kecil ialah Sulwesi Barat dengan 64,61 tahun (62,76 tahun bagi pria dan 66,47 tahun bagi wanita).

Belum lama ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga sudah mengeluarkan estimasi angka harapan hidup Indonesia pada 2025 mendatang. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 273,65 juta jiwa, angka harapan hidup masyarakatnya diprediksi mencapai 72,7 tahun.

Apa arti angka harapan hidup Indonesia yang terus naik?

Angka harapan hidup pada dasarnya merupakan gambaran kondisi suatu wilayah secara garis besar. Semakin tingginya angka harapan hidup di Indonesia menandakan adanya perbaikan status kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Hal itu berdasarkan atas penghitungan angka harapan hidup sendiri dengan menggunakan rata-rata anak yang dilahirkan hidup, serta rata-rata anak yang masih hidup pada periode sensus. Jika angka kematian bayi tinggi, maka harapan hidup di wilayah tersebut akan rendah, begitu pula sebaliknya.

Faktor yang memengaruhi angka harapan hidup

Banyak hal yang dapat menentukan tinggi atau rendahnya angka harapan hidup berdasarkan jumlah bayi lahir dan meninggal dalam periode tertentu. Berikut beberapa faktor di antaranya adalah:

  • Harapan subjektif: keinginan yang dimiliki seseorang terhadap panjang usianya sendiri.

  • Demografi: terdiri dari jenis kelamin, usia, dan kondisi kesehatan. Kondisi kesehatan yang dimaksud adalah catatan seseorang apakah ia pernah terkena salah satu dari penyakit berat, seperti hipertensi, osteoartritis, TBC, asma, diabetes, kanker, depresi, sirosis hati, maupun gagal ginjal.

  • Sosio-ekonomi: termasuk kondisi tempat tinggal, pekerjaan, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal (mengontrak atau rumah sendiri), dan asuransi.

  • Gaya hidup: misalnya merokok, konsumsi alkohol, atau rutin berolahraga atau tidak.

  • Psikososial: menggambarkan kondisi mental seseorang, apakah ia merasa depresi, seberapa sering ia memiliki quality time, dan lain-lain.

Faktor-faktor di atas berhubungan satu sama lain. Misalnya, orang yang rentan mengalami depresi bisa saja dikarenakan akses yang terbatas terhadap pendidikan, pekerjaan, serta fasilitas kesehatan.

Keterbatasan ini bisa mengakibatkan Anda rentan terkena berbagai macam penyakit dan akhirnya menurunkan angka harapan hidup di wilayah tersebut.

Beberapa faktor memang sulit diubah, misalnya tempat kondisi tempat tinggal. Namun, Anda tetap dapat meningkatkan angka harapan hidup Anda sendiri dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, dan berolahraga rutin. 

Selain itu pemerintah saat ini tengah menggalakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga masyarakat lebih terarah dalam menjalankan program hidup sehat untuk membantu meningkatkan harapan hidup.

WHO. https://www.who.int/gho/mortality_burden_disease/life_tables/situation_trends_text/en/
Diakses pada 6 November 2019

WHO. https://www.who.int/countries/idn/en/
Diakses pada 6 November 2019

Bappenas RI. https://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/berita/tahun-2025-angka-harapan-hidup-penduduk-indonesia-737-tahun/
Diakses pada 6 November 2019

BPS. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1114
Diakses pada 6 November 2019

Detik Health. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3841352/angka-harapan-hidup-indonesia-terus-naik-apa-artinya
Diakses pada 6 November 2019

Pub Med. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5541275/
Diakses pada 6 November 2019

Office for National Statistics UK. https://www.ons.gov.uk/peoplepopulationandcommunity/healthandsocialcare/healthandlifeexpectancies/articles/whataffectsanareashealthylifeexpectancy/2017-06-28
Diakses pada 6 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed