Angina Pectoris Adalah Kondisi Medis yang Tak Boleh Diabaikan, Apa Saja Gejalanya?

Angina pectoris adalah kondisi medis yang ditandai oleh nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
Angina pectoris adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri dada

Apakah Anda pernah merasakan nyeri dada setelah berlari kencang atau melakukan aktivitas fisik lain? Jika pernah, Anda mungkin mengalami angina pectoris.

Angina pectoris adalah istilah medis yang digunakan untuk nyeri dada atau rasa tidak nyaman dalam waktu singkat yang polanya mudah diprediksi. Kondisi ini juga disebut dengan angina stabil. Angina pectoris merupakan jenis angina yang paling umum. Anda bisa membaca pola terjadinya kondisi ini berdasarkan apa yang Anda lakukan saat merasakan sakit di dada.

Penyebab angina pectoris

Angina pectoris terjadi karena berkurangnya aliran darah ke jantung. Kurangnya aliran darah membuat otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup dari yang dibutuhkannya. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyempitan atau tersumbatnya arteri jantung.

Rasa nyeri seringkali dipicu oleh aktivitas fisik atau stres emosional, misalnya berjalan menaiki bukit atau menaiki tangga. Aktivitas ini membuat jantung bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya angina pectoris, yaitu:

  • Terpapar suhu yang sangat panas atau dingin
  • Makan dalam jumlah besar
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Memiliki kolesterol atau tekanan darah tinggi
  • Menderita diabetes
  • Tidak berolahraga.

Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, maka Anda harus berhati-hati dan mulai memerhatikan kesehatan Anda dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam setiap aspek kehidupan.

Gejala angina pectoris

Rasa nyeri pada angina pectoris sering digambarkan sebagai tekanan atau rasa penuh di tengah dada. Dada pun akan terasa seperti diremas-remas atau sangat berat. Nyeri juga bisa menjalar ke leher, lengan, dan bahu. Selain itu, Anda pun mungkin mengalami beberapa gejala lain, seperti:

Gejala angina pektoris dapat bervariasi antar individu. Kondisi ini umumnya terjadi pada pagi hari, namun bisa juga di waktu-waktu lainnya Gejala ini hanyalah sementara dan cenderung stabil. Dalam kebanyakan kasus, angina pektoris berlangsung sekitar 15 menit. 

Pola nyeri dada yang dirasa pun dapat diprediksi karena berdasarkan apa yang Anda lakukan, utamanya setelah Anda melakukan aktivitas fisik yang berat. 

Sebaliknya, angina tidak stabil terjadi secara tiba-tiba dan akan memburuk seiring waktu. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan serangan jantung. Meski angina stabil lebih ringan dari angina tak stabil, namun kondisi ini tetap dapat terasa menyakitkan dan tak nyaman. 

Perawatan untuk angina pectoris

Anda dapat mengobati angina pektoris dengan beristirahat atau minum obat jika perlu. Namun, perawatan jangka panjang diperlukan untuk mengurangi kemungkinan insiden terjadi lebih lanjut. Adapun perawatan untuk angina pectoris yang bisa Anda coba, yaitu:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Nitrogliserin adalah obat umum yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dari angina stabil. Obat ini dapat melebarkan arteri koroner sehingga mengurangi beban kerja jantung. Dokter akan merekomendasikan dosis tertentu, tergantung pada gejala yang Anda rasakan dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. 

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengobati kondisi yang mendasarinya, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, untuk mengurangi risiko terjadinya angina kembali. Jika dokter mendiagnosis pembekuan darah menjadi risiko yang mendasarinya, maka ia akan merekomendasikan obat pengencer darah untuk membantu mencegah penyumbatan di arteri jantung.

  • Melakukan gaya hidup sehat

Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk melakukan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, misalnya biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Selain itu, Anda juga harus melatih teknik untuk mengurangi stres, seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan. 

Latihan ringan atau terapi fisik juga dapat membantu mengurangi gejala. Oleh sebab itu, Anda harus membiasakan diri untuk berolahraga secara rutin minimal 30 menit per hari. Melakukan gaya hidup sehat juga dapat mengurangi risiko Anda terkena berbagai penyakit, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.

  • Melakukan operasi

Angioplasti menjadi prosedur bedah invasif minimal yang digunakan untuk mengobati angina stabil. Pada prosedur ini dokter akan menemukan area yang bermasalah di arteri, dan akan memasukkan stent permanen atau pemasangan ring untuk melebarkannya dan membiarkannya terbuka. 

Dalam beberapa kasus, operasi yang lebih invasif mungkin diperlukan, seperti halnya operasi bypass arteri koroner atau bedah jantung terbuka. Pada prosedur ini, dokter akan mengganti bagian arteri yang rusak atau tersumbat.

Jika angina pektoris dibiarkan begitu saja, maka Anda berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi, yakni angina tidak stabil, serangan jantung, dan kematian mendadak. Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi pada dokter jika Anda merasakan gejala angina pektoris.

Healthline. https://www.healthline.com/health/stable-angina#outlook
Diakses pada 29 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322142.php#outlook
Diakses pada 29 Januari 2020
Heart.org. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/angina-pectoris-stable-angina
Diakses pada 29 Januari 2020

Artikel Terkait