Anemia pada Ibu Hamil: Nilai Hb Normal dan Cara Menjaganya

Sel darah merah dalam tubuh manusia
Kadar Hb normal ibu hamil lebih rendah dibandingkan dengan wanita dewasa yang tidak hamil

Tubuh perempuan akan mengalami banyak perubahan sepanjang masa kehamilan. Tidak hanya secara fisik luarnya, tapi juga berbagai cara kerja sistem dalam tubuh, termasuk soal produksi darah. Umumnya ibu hamil akan memproduksi lebih banyak darah untuk menyuplai nutrisi ke kandungan. Namun di satu sisi, anemia alias penyakit kurang darah juga rentan terjadi pada ibu hamil. 

Anemia pada ibu hamil seringkali dikaitkan dengan berbagai kondisi berbahaya, seperti berat badan bayi lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian ibu saat persalinan.

Oleh karena itu, apabila kondisi ini terdeteksi sejak dini dokter bisa langsung mengobati anemia yang dialami ibu hamil.

Nilai hemoglobin normal pada ibu hamil

Hemoglobin merupakan molekul protein dalam sel darah merah, yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan mengembalikan karbondioksida ke paru-paru.

Nilai Hb normal ibu hamil lebih rendah dari wanita dewasa yang sedang tidak hamil. Berikut ini penjelasannya:

  • Hb normal ibu hamil: ≥ 11 g/dL
  • Nilai Hb pada ibu hamil dengan anemia ringan: 10-10,9 g/dL
  • Nilai Hb pada ibu hamil dengan anemia sedang: 7-9,9 g/dL
  • Nilai Hb pada ibu hamil dengan anemia parah: < 7 g/dL

Sementara itu pada wanita berusia di atas 15 tahun, nilai hemoglobin yang tidak dianggap sebagai anemia, berada pada angka ≥ 12 g/dL.

Penyebab anemia pada ibu hamil

Perubahan hormon selama kehamilan turut membuat nilai hemoglobin atau Hb normal ibu hamil lebih rendah dari wanita dewasa pada umumnya.

Saat kadar Hb normal pada ibu hamil tidak tercapai atau kadar hb rendah, maka anemia bisa terjadi.

Jika dilihat, kisaran normal pada nilai hb ibu hamil lebih rendah dari wanita biasa yang sedang tidak mengandung. Hal ini bukan berarti ibu hamil akan selalu kekurangan hemoglobin.

Hanya saja volume darah di tubuh akan meningkat karena ibu hamil harus berbagi darah dengan janin di dalam kandungan.

Mengikuti permintaan volume yang meningkat, tubuh juga secara otomatis membutuhkan lebih banyak bahan baku untuk terus menambah jumlah sel darah merah. Hemoglobin adalah salah satu bahan baku utama sel darah merah.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, hemoglobin yang ada di tubuh ibu hamil terus terpakai, sehingga kadarnya lebih rendah.

Menurunnya jumlah hemoglobin, mulai terjadi sejak trimester pertama kehamilan dan mencapai kadar terendahnya pada trimester kedua. Lalu, pada trimester ketiga, nilai Hb perlahan-lahan akan kembali naik.

Risiko jika terjadi anemia pada ibu hamil

Saat nilai Hb normal ibu hamil tak tercapai, maka akan terjadi anemia.

Anemia pada ibu hamil adalah hal yang sering terjadi dan dapat diatasi dengan mudah, apabila bisa terdeteksi sejak dini.

Namun jika dibiarkan, kurangnya kadar hb dalam darah bisa berbahaya bagi bayi yang ada di dalam kandungan maupun ibunya.

Anemia pada ibu hamil, akan meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan kematian ibu saat proses persalinan.

Dari sekian banyak jenis anemia, ada tiga jenis anemia yang paling sering terjadi pada ibu hamil, yaitu:

Cegah anemia dengan menjaga nilai Hb normal ibu hamil

Hemoglobin terbuat dari zat besi. Jadi, jika ingin kadar hemoglobin terus terjaga, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Pada kondisi normal, tubuh seorang wanita membutuhkan 14,8 mg zat besi setiap harinya. Namun saat hamil, kebutuhan tersebut naik hingga 30 mg per hari.

Cara terbaik mendapatkan zat besi adalah dengan cara alami, yaitu melalui makanan yang dikonsumsi. Berikut ini, ragam makanan yang kaya akan zat besi dan baik untuk ibu hamil.

  • Daging merah, seperti daging sapi tanpa lemak
  • Ikan
  • Daging unggas, seperti ayam dan bebek
  • Sayur-sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian serta olahannya, seperti tahu
  • Telur

Selain mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C, akan membuat penyerapan zat besi di tubuh Anda menjadi lebih optimal. Sumber vitamin C yang baik untuk ibu hamil di antaranya:

  • Jeruk
  • Stroberi
  • Kiwi
  • Tomat
  • Paprika

Jika diperlukan, dokter juga dapat memberikan suplemen untuk membantu Anda mencapai nilai Hb normal ibu hamil.

Catatan dari SehatQ

Mengenali nilai Hb normal ibu hamil bisa membantu Anda lebih waspada terhadap gejala-gejala anemia.

Apabila Anda sedang hamil dan merasakan gejala anemia seperti lemas, pusing, jantung berdebar, serta sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.

Semakin cepat anemia pada iu  ini diatasi, maka janin yang sedang dikandung pun akan terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi. Jangan mengonsumsi suplemen zat besi atau suplemen penambah darah, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

WHO. https://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf
Diakses pada 21 November 2019

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a3073/iron-deficiency-anaemia
Diakses pada 21 November 2019

American Society of Haematology. https://www.hematology.org/Patients/Anemia/Pregnancy.aspx
Diakses pada 21 November 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/anemia-during-pregnancy/
Diakses pada 21 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy#3
Diakses pada 21 November 2019

E-Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/hemoglobin_levels/article_em.htm#how_is_a_hemoglobin_test_measured
Diakses pada 21 November 2019

Artikel Terkait