Anemia sel sabit pada pria bisa menyebabkan priapismus, infertilitas hingga gangguan ginjal pada pria.
Anemia sel sabit pada pria bisa menyebabkan priapismus atau penis yang ereksi selama berjam-jam tanpa adanya rangsangan

Sel darah merah berfungsi untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, tetapi pada penderita anemia sel sabit, tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mampu melakukan hal tersebut.

Penderita anemia sel sabit memiliki sel darah merah yang tidak normal dan diindikasikan dengan bentuk sel darah merah yang berbentuk bulan sabit, kaku, serta lengket. Normalnya, sel darah merah berbentuk bulat dan lentur.

[[artikel-terkait]]

Sel darah merah yang tidak normal tersebut dapat menghalangi atau memperlambat peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh yang akhirnya mengakibatkan anemia. Anemia sel sabit merupakan penyakit anemia bawaan yang belum ada obatnya.

Infertilitas adalah salah satu dampak anemia sel sabit pada pria

Anemia sel sabit dapat dialami oleh pria dan wanita, tetapi penyakit ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang hanya terjadi pada pria atau yang lebih sering dialami oleh pria, yaitu:

  • Infertilitas

    Infertilitas yang diakibatkan oleh anemia sel sabit tidak hanya dirasakan oleh pria, tetapi juga wanita. Namun, infertilitas lebih sering dialami oleh pria.

    Pria yang menderita anemia sel sabit memiliki kadar testosteron yang lebih rendah daripada pria normal lainnya yang memicu perkembangan seksual serta pubertas yang terhambat dan menimbulkan penurunan jumlah sel sperma.

    Infertilitas pada pria yang mengalami anemia sel sabit tidak hanya dikarenakan penurunan jumlah sel sperma, tetapi juga karena adanya sel sperma yang tidak normal.

    Peningkatan sel sperma yang tidak normal dapat meningkatkan kemungkinan gangguan testis pada pria yang menderita anemia sel sabit dan mempengaruhi kualitas air mani pria penderita anemia sel sabit.

    Selain sel sperma, terdapat juga ketidaknormalan pada kelenjar prostat dan vesikula seminalis pada pria yang menderita anemia sel sabit. Ketidaknormalan tersebut membuat cairan ejakulasi (air mani) berkurang.
  • Priapismus

Priapismus merupakan kondisi saat ereksi atau menegangnya penis selama berjam-jam atau lebih tanpa adanya rangsangan. Kondisi ini terlihat konyol, tetapi memiliki konsekuensi yang berbahaya.

Priapismus yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan disfungsi ereksi karena rusaknya jaringan penis. Priapismus umum dialami oleh pria yang memiliki anemia sel sabit.

Pada pria penderita anemia sel sabit, priapismus yang dirasakan dipicu oleh darah yang tidak mampu meninggalkan penis karena terhalangi oleh sel darah sabit. Ereksi yang dialami diiringi dengan rasa sakit yang meningkat dan berlangsung lebih dari empat jam.

Ereksi yang ditimbulkan tidak diakibatkan oleh adanya stimulasi tertentu atau aktivitas seksual. Meskipun batang penis menegang, tetapi bagian ujung penis tidak ikut mengeras.

  • Gangguan pada ginjal

    Serupa dengan infertilitas, gangguan pada ginjal lebih umum dialami oleh pria dibandingkan wanita. Gangguan ginjal yang dialami diakibatkan oleh kurangnya oksigen dan darah dalam tubuh, serta menumpuknya zat asam dalam darah atau asidosis.

    Darah dalam urine (hematuria) juga dapat terjadi karena terhalangnya pembuluh darah, bocornya sel darah merah, atau tidak berfungsinya bagian papila ginjal.

Penanganan anemia sel sabit

Meskipun belum ada obatnya, anemia sel sabit dapat ditangani dengan pemberian antibiotik saat berusia dua bulan sampai lima tahun untuk mencegah infeksi, pemberian obat antinyeri, dan pemberian hydroxyurea untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah.

Namun, terdapat kontroversi dalam pemberian hydroxyurea untuk penderita anemia sel sabit. Hydroxyurea dapat meningkatkan risiko infeksi dan dapat menyebabkan masalah ke depannya.

Transplantasi sumsum tulang dan anemia sel sabit

Transplantasi sumsum tulang dinilai berpotensi dapat menyembuhkan penderita anemia sel sabit, tetapi transplantasi sumsum tulang hanya diberikan kepada penderita yang berusia di bawah 16 tahun.

Hal ini karena transplantasi untuk penderita yang berusia 16 tahun ke atas memiliki risiko yang tinggi, termasuk kematian. Selain itu, mencari donor untuk transplantasi sumsum tulang sulit dilakukan.

Kenali gejala dari anemia sel sabit!

Anemia sel sabit adalah suatu  penyakit bawaan atau yang diturunkan. Meskipun demikian, Anda bisa mengatasi bertambah parahnya anemia sel sabit yang dialami. Gejala dari anemia sel sabit yang perlu diperhatikan di antaranya adalah:

  • Rasa sakit pada anggota tubuh tertentu akibat penyumbatan pembuluh darah karena sel darah sabit
  • Meningkatnya frekuensi terkena infeksi karena sel darah sabit merusak organ yang berperan untuk melawan infeksi
  • Masalah pada penglihatan karena pembuluh darah di mata tersumbat oleh sel darah sabit
  • Mengalami anemia karena sel darah sabit memiliki durasi hidup yang singkat
  • Terhambatnya pertumbuhan
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki

Apabila Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sickle-cell-anemia/symptoms-causes/syc-20355876
Diakses pada 14 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/priapism/symptoms-causes/syc-20352005
Diakses pada 14 Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1957952-overview
Diakses pada 14 Mei 2019

Medscape. https://www.medscape.com/answers/205926-15312/is-sickle-cell-disease-scd-more-common-in-males-or-females
Diakses pada 14 Mei 2019

The Oncoferlity Consortium. http://oncofertility.northwestern.edu/resources/sickle-cell-anemia
Diakses pada 14 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed