Anemia pada Bayi, Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya


Anemia pada bayi adalah kondisi yang perlu diwaspadai setiap orangtua. Penyebab bayi anemia bisa jadi karena kekurangan sel darah merah hingga pendarahan.

(0)
Anemia pada bayi adalah kekurangan sel darah merah dan sebabkan lemasAnemia pada bayi mampu menyebabkan Si Kecil lemas
Anemia pada bayi adalah ketika bayi mengalami kekurangan sel darah merah serta hemoglobin.Umumnya, bayi baru lahir memiliki kadar hemoglobin sebanyak 14 hingga 24 g/dL (gram per desiliter). Sementara, pada bayi, rentang kadar hemoglobin normal berkisar antara 9,5 hingga 13 g/dL.Sebenarnya segera setelah lahir bayi umum mengalami penurunan hemoglobin, menurut riset dari NeoReviews. Hal ini yang menyebabkan bayi baru lahir rentan menunjukkan gejala anemia. Namun, ada penyebab lain yang bisa membuat bayi mengalami anemia.

Penyebab anemia pada bayi

Anemia pada bayi diakibatkan kekurangan sel darah merah
Anemia pada bayi diakibatkan kekurangan sel darah merah
Anemia pada bayi harus ditangani segera agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya.Maka itu, orang tua perlu mengetahui beberapa hal utama penyebab kondisi ini, yaitu:

1. Bayi kekurangan sel darah merah

Seperti yang telah dijelaskan, bayi baru lahir bisa mengalami anemia karena tubuhnya perlu waktu untuk mengejar produksi sel darah merah. Hal ini pun bahkan terjadi selama beberapa bulan di awal kehidupannya. Kondisi ini disebut sebagai anemia fisiologis.

2. Sel darah merah cepat rusak

Penyakit autoimun dapat menyebabkan sel darah merah terlalu cepat rusak. Autoimun adalah jens penyakit yang terjadi akibat adanya masalah pada kekebalan tubuh.Alih-alih menjaga sel darah merah, sistem kekebalan tubuh justru menghancurkan sel darah merah di dalam tubuh.Penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah disebut dengan anemia hemolitik. Selain itu, penyebab anemia pada bayi lainnya adalah kelainan atau penyakit darah yang diturunkan, seperti anemia sel sabit pada bayi, talasemia, dan sferositosis herediter.

3. Mengalami pendarahan

Apabila bayi mengalami penyakit atau kondisi tertentu yang membuatnya kehilangan banyak darah, hal ini bisa memicu anemia. Selain itu, bayi yang harus menjalani serangkaian tes darah juga meningkatkan risikonya mengalami anemia.

4. Bayi kekurangan gizi

Zat besi adalah salah satu komponen untuk memproduksi sel darah. Sekitar 70% kadar zat besi di dalam tubuh disimpan dalam hemoglobin. Jika asupan zat besi tidak mencukupi, produksi hemoglobin ikut menurun. Kondisi ini menyebabkan anemia defisiensi zat besi.Selain itu, kekurangan vitamin B12 serta asam folat turut menghambat proses produksi hemoglobin di dalam tubuh.Kekurangan vitamin K juga mampu meningkatkan risiko anemia. Hal ini bukan karena produksi sel darah merah berkurang, tapi kekurangan vitamin K membuat darah sulit membeku. Akhirnya, tubuh rentan mengalami pendarahan yang lama sembuhnya dan mungkin menyebabkan gejala anemia.Kondisi lain yang dapat menyebabkan anemia pada bayi, meski cenderung jarang terjadi, adalah kelainan sumsum tulang belakang, gangguan pada hati (liver), serta hipotiroid.

Gejala anemia pada bayi

Gejala anemia pada bayi ditandai dengan rewel
Gejala anemia pada bayi ditandai dengan rewel
Gejala anemia pada bayi terbagi menjadi dua, yaitu gejala umum dan gejala yang muncul saat anemia sudah semakin parah.Gejala yang umum, terdiri dari:
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Pipi dan bibir tidak merona
  • Warna lapisan kelopak mata dan kuku cenderung putih
  • Gampang rewel
  • Tubuh lemas
  • Pada bayi yang mengalami kerusakan sel darah merah, akan menunjukkan gejala bayi kuning.
  • Urine berwarna cokelat gelap.
Sementara itu, gejala anemia yang sudah cukup parah ditandai dengan adanya:
  • Sesak napas
  • Denyut jantung cepat
  • Tangan dan kaki membengkak
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kaki gelisah dan tidak dapat berhenti bergerak.

Cara mengatasi anemia pada bayi

Pemberian asupan kaya zat besi bantu atasi anemia pada bayi
Pemberian asupan kaya zat besi bantu atasi anemia pada bayi
Penanganan anemia tentu menyesuaikan dengan penyebabnya. Bila anemia terjadi akibat penyakit keturunan ataupun kelainan bawaan, tentu tidak diobati, tetapi hanya bisa dikendalikan.Untuk itu, inilah cara mengatasi anemia yang terjadi pada bayi:

1. Transfusi darah

Jika anemia terjadi akibat kekurangan darah akibat pendarahan, transfusi darah bisa dilakukan untuk menambah darah yang sudah terkuras sebelumnya.

2. Memperkaya asupan gizi

Jika anemia diakibatkan kekurangan zat besi, Anda bisa rutin memberikan MPASI kaya zat besi seperti seperti telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan bayam, serta suplemen zat besi bagi bayi yang sudah cukup umur.Pemberian suplemen sebagai perawatan bayi dengan anemia bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan dengan takaran sebanyak satu mg per kilogram berat badan bayi.Selain itu, Anda juga bisa memberikan asupan MPASI ataupun suplemen kaya folat, vitamin K, serta vitamin B12.Namun, konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan dosis suplemen bayi yang lebih tepat.

Komplikasi anemia pada bayi

Anemia pada bayi menimbulkan komplikasi berupa masalah tumbuh kembang
Anemia pada bayi menimbulkan komplikasi berupa masalah tumbuh kembang
Komplikasi anemia tentu tidak lepas dari penyebabnya. Ada jenis anemia yang menimbulkan komplikasi lebih ringan. Tak jarang, ada yang menyebabkan komplikasi serius. Beberapa anemia mampu menyebabkan:
  • Masalah tumbuh kembang
  • Pembengkakan dan nyeri pada sendi
  • Gagal sumsum tulang belakang
  • Leukemia dan kanker lainnya.
Selain itu, bayi akan rentan mengalami keterlambatan pubertas saat ia menginjak remaja nanti apabila anemia terjadi akibat talasemia. Hal ini dipaparkan oleh penelitian terbitan Indian Journal of Endocrinology and Metabolism.

Catatan dari SehatQ

Anemia pada bayi terjadi akibat kekurangan zat gizi tertentu maupun karena penyakit bawaan yang diturunkan dari orangtua.Masalah darah rendah harus ditangani segera agar tidak memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.Apabila Anda menjumpai gejala anemia pada Si Kecil, segera bawa ke dokter anak terdekat atau konsultasikan dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait vitamin bayi maupun kebutuhan bayi lainnya di rumah.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuibayianemiamerawat bayianemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folatanemia hemolitikanemia sel sabitbayi baru lahir
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003645.htm Diakses pada 28 Januari 2021NeoReviews. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2867612/ Diakses pada 28 Januari 2021Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15698-anemia-in-newborns Diakses pada 28 Januari 2021Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/anemia.html?WT.ac=p-ra Diakses pada 28 Januari 2021University of California San Francisco. https://www.ucsfhealth.org/education/hemoglobin-and-functions-of-iron Diakses pada 28 Januari 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441923/ Diakses pada 28 Januari 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551578/ Diakses pada 28 Januari 2021ADA. https://ada.com/conditions/vitamin-k-deficiency/ Diakses pada 28 Januari 2021American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chronic/Pages/Anemia-and-Your-Child.aspx Diakses pada 28 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/iron-rich-foods-for-toddlers Diakses pada 28 Januari 2021Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/iron.html Diakses pada 28 Januari 2021Paediatrics & Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2791650/ Diakses pada 28 Januari 2021MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/007618.htm Diakses pada 28 Januari 2021Cedars-Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/a/anemia-in-children.html Diakses pada 28 Januari 2021Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4266864/ Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait