Mengenal Anemia Megaloblastik, Saat Sel Darah Merah Terlalu Besar

Anemia megaloblastik bisa terjadi ketika kadar folat maupun vitamin B12 yang rendah di tubuh
Anemia megaloblastik bisa terjadi ketika ketika tubuh kekurangan folat maupun vitamin B12

Anemia merupakan penyakit yang cukup awam dikenal. Anemia pun dapat beragam jenisnya. Salah satunya yakni anemia megaloblastik, yang kadang bisa terjadi karena kekurangan vitamin B tertentu.

Apa itu anemia megaloblastik?

Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang ditandai dengan sel darah merah yang terlalu besar dari ukuran normal. Sebagai akibatnya, sel ini tidak dapat keluar dari sumsum tulang untuk masuk ke aliran darah.

Darah yang kekurangan sel darah merah tentu menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Sebab, sel darah merah berperan untuk mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Dahulu, anemia megaloblastik merupakan kondisi yang sulit ditangani. Namun, pada zaman sekarang, pasien anemia jenis ini bisa mengendalikan gejala sakitnya dengan penanganan dokter dan suplemen.

Apa penyebab anemia megaloblastik?

Dua penyebab paling umum dari anemia megaloblastik adalah kekurangan folat (vitamin B9) maupun kekurangan vitamin B12. Dua vitamin ini sangat penting untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.

1. Defisiensi folat

Folat atau vitamin B9 merupakan nutrisi yang sangat vital untuk perkembangan sel darah merah. Kekurangan folat ini bisa terjadi karena kecanduan alkohol yang kronis. Ibu hamil juga rentan untuk mengalami defisiensi folat karena harus berbagi dengan sang janin yang juga membutuhkan vitamin ini dalam jumlah besar.

2. Defisiensi vitamin B12

Selain vitamin B9, vitamin B12 juga berperan penting dalam produksi sel darah merah. Anemia yang terjadi karena kekurangan vitamin B12 sering disebut sebagai anemia pernisiosa.

Biasanya, defisiensi vitamin B12 terjadi karena rendahnya kadar protein dalam lambung yang disebut faktor intrinsik. Tanpa protein faktor intrinsik, vitamin B12 tidak dapat diserap meskipun pasien sudah mengonsumsi makanan kaya vitamin B12.

Kekurangan vitamin B12 juga bisa terjadi apabila kita tidak memerhatikan pola makan.

Gejala anemia megaloblastik yang patut diketahui

Rasa lelah menjadi gejala paling umum anemia megaloblastik. Gejala lain yang juga bisa terjadi, yaitu:

  • Sesak napas
  • Lemah otot
  • Kulit pucat yang tak normal
  • Glossitis atau lidah bengkak
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Diare
  • Mual
  • Detak jantung cepat
  • Lidah menjadi terasa halus atau lembut
  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Mati rasa di kaki dan tangan

Penanganan dan pengobatan anemia megaloblastik

Karena anemia megaloblastik bisa disebabkan oleh defisiensi folat maupun defisiensi vitamin B12, penanganan penyakit ini pun akan bergantung pada penyebabnya.

1. Pengobatan anemia megaloblastik karena defisiensi folat

Pengobatan anemia yang disebabkan oleh kekurangan folat bisa dilakukan dengan pemberian suplemen asam folat, yang merupakan bentuk sintesis dari folat. Suplemen asam folat ini bisa diberikan secara oral maupun melalui intravena.

Dokter juga akan memberikan perencanaan pola makan untuk pasien yang bertujuan untuk menaikkan asupan folat. Beberapa sumber folat, yaitu:

  • Jeruk
  • Sayuran hijau
  • Kacang tanah
  • Kacang-kacangan lentil
  • Sereal yang diperkaya dengan folat

2. Pengobatan anemia megaloblastik karena defisiensi vitamin B12

Apabila anemia megaloblastik dipicu oleh kekurangan vitamin B12, pasien mungkin akan menjalani pengobatan melalui injeksi vitamin B12 setiap bulannya. Suplemen oral vitamin B12 mungkin juga akan diberikan, serta perubahan pola makan.

Beberapa sumber makanan vitamin B12, yakni:

  • Telur
  • Ayam
  • Sereal yang diperkaya vitamin B12
  • Daging merah, terutama daging sapi
  • Susu
  • Kerang

Beberapa pasien juga bisa menderita mutasi genetik pada gen methylenetetrahydrofolate reductase (MTHFR). Gen ini berfungsi untuk mengubah jenis vitamin tertentu, termasuk folat dan vitamin B12, menjadi bentuk yang bisa digunakan tubuh.

Individu dengan mutasi MTHFR dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen metilkobalamin untuk mengatasi kondisi ini. Sebab, walau sudah mengonsumsi sumber vitamin di atas maupun suplemen, kondisi defisiensi bisa berisiko tetap terjadi pada individu dengan mutasi genetik ini.

Komplikasi anemia megaloblastik, adakah?

Seperti berbagai penyakit lain, anemia megaloblastik juga bisa berisiko menimbulkan komplikasi. Komplikasi tersebut dapat berupa kerusakan sarafdan masalah saluran pencernaan.

Pasien yang menderita anemia pernisiosa juga berisiko tinggi untuk mengalami pelemahan tulang dan kanker lambung.

Untuk menghindari komplikasi anemia megaloblastik, deteksi sejak awal saat Anda mulai merasakan gejala akan sangat berarti.

Catatan dari SehatQ

Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang ditandai dengan ukuran sel darah merah yang terlalu besar. Penanganan dengan suplemen bisa diberikan dokter untuk mencegah komplikasi. Gaya hidup dengan konsumsi makanan sehat juga akan sangat diperlukan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/megaloblastic-anemia
Diakses pada 12 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-folate-folic-acid
Diakses pada 12 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia
Diakses pada 12 Maret 2020

Artikel Terkait