Waspada Anemia Defisiensi Besi pada Anak, Ini Dia Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Anemia defisiensi zat besi pada anak terjadi karena kurang zat besi. Kekurangan zat besi ini bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi tertentu hingga terlalu banyak konsumsi kalsium dalam susu. Kalsium sendiri dapat memengaruhi penyerapan zat besi.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
anemia defisiensi besi pada anakAnemia defisiensi besi pada anak terjadi akibat kekurangan zat besi
Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Tidak hanya orang dewasa dan ibu hamil, anemia defisiensi besi juga bisa terjadi pada anak. 
Zat besi merupakan salah satu komponen pembentuk hemoglobin. Kekurangan zat besi membuat hemoglobin dalam sel darah merah jadi tidak berfungsi optimal.Untuk lebih waspada, simak ulasan mengenai gejala anemia pada anak beserta penyebab dan cara mengatasi anemia defisiensi besi pada anak berikut ini. 

Gejala anemia pada anak

Zat besi merupakan mineral penting untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan zat besi pada anak bisa mengarah pada anemia defisiensi besi yang mampu mengganggu kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Sama halnya dengan orang dewasa, anemia defisiensi besi pada anak juga bisa menimbulkan gejala. Beberapa gejala anemia pada anak yang umum terjadi antara lain:
  • Pucat
  • Murung 
  • Lemah 
  • Cepat lelah setelah beraktivitas
  • Detak jantung cepat 
  • Napas cepat
  • Tangan dan kaki dingin
  • Nafsu makan buruk 
  • Kuku mudah patah atau rapuh
  • Pusing 
  • Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan 
  • Gangguan perilaku
  • Gangguan makan pica, yakni menginginkan atau memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke mulut
  • Mudah terkena infeksi sehingga sering sakit 
Pada awalnya, anak-anak dengan anemia mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, antara lain:
  • Menanyakan dan memeriksakan gejala anemia pada anak
  • Menanyakan riwayat makanan yang dikonsumsi
  • Melihat riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
BACA JUGA: Inilah Nilai Hb Normal pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Penyebab anemia defisiensi besi pada anak

Penyebab utama anemia defisiensi besi pada anak adalah kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi ini dapat disebabkan atau dipicu oleh berbagai hal, seperti:
  • Gangguan penyerapan zat besi akibat kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit celiac
  • Kehilangan banyak darah akibat cedera, perdarahan organ dalam, seperti di saluran cerna atau bagian tubuh lain
  • Kekurangan zat besi dalam makanan harian
  • Bayi yang tidak mendapat suplemen zat besi
  • Bayi atau anak terlalu banyak minum susu sapi sehingga mengurangi penyerapan zat besi  
Dalam Saudi Medical Journal dikatakan bahwa penyebab utama anemia defisiensi besi pada anak dan bayi adalah kekurangan zat besi selama kehamilan. Pada saat lahir, bayi memiliki zat besi cadangan yang tersimpan dalam tubuhnya, yang dibawa selama kehamilan.Namun, zat besi itu saja tidak cukup untuk tumbuh kembangnya. Untuk menuju fase kehidupan selanjutnya, bayi tetap membutuhkan zat besi tambahan dengan jumlah yang stabil untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangannya. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa kondisi berikut ini bisa menyebabkan risiko anak mengalami anemia defisiensi besi meningkat, antara lain:
  • Bayi lahir prematur
  • Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Bayi yang minum susu sapi atau susu kambing sebelum usia 1 tahun
  • Bayi yang minum susu formula tanpa kandungan zat besi
  • Bayi yang diberi MPASI tanpa kandungan zat besi 
  • Anak usia 1-5 tahun yang minum susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai lebih dari 3 gelas (710 ml) dalam sehari
  • Anak dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti infeksi kronis
  • Anak yang terpapar timbal 
  • Anak yang kurang konsumsi makanan tinggi zat besi
  • Anak yang mengalami kelebihan berat badan atau overweight
  • Anak remaja perempuan yang sedang dalam masa menstruasi
BACA JUGA: Kebiasaan yang Jadi Penyebab Sering Pusing pada Remaja

Cara mengatasi anemia defisiensi besi pada anak

Turkish Archives of Pediatrics menyatakan bahwa prinsip utama dalam mengatasi anemia defisiensi pada anak antara lain:
  • Memastikan diagnosis 
  • Menyelidiki penyebab kekurangan zat besi 
  • Mengganti kekurangan zat besi 
  • Melakukan perbaikan gizi
  • Memberikan edukasi kepada anak dan orang tua
Beberapa cara berikut ini bisa Anda diskusikan dengan dokter untuk membantu mengatasi dan mencegah anemia defisiensi besi pada anak, antara lain:
  • Minum suplemen zat besi. Suplemen zat besi biasanya diberikan dalam jangka waktu 3 bulan, tapi pastikan Anda memberikan pada anak sesuai anjuran dokter. 
  • Hindari konsumsi zat besi berbarengan dengan susu, teh, atau antasida. Ketiganya dapat mengganggu penyerapan zat besi
  • Hindari konsumsi zat besi sebelum makan, ini memungkinkan terganggunya penyerapan zat besi
  • Mengatasi perdarahan atau penyakit yang menyebabkan anak kehilangan banyak darah, seperti menstruasi berlebihan, perdarahan di saluran cerna, atau penyakit celiac
  • Hindari minum susu berlebihan, susu mengandung kalsium yang bisa mengganggu penyerapan zat besi
  • Konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging, unggas, ikan, tahu, telur, kacang-kacangan
  • Konsumsi sayuran dan buah yang kaya vitamin C. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi

Catatan dari SehatQ

Tidak hanya orang dewasa dan ibu hamil, anemia defisiensi besi juga bisa terjadi pada anak-anak. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa mengarah pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta masalah kesehatan yang serius. Mengetahui gejala anemia pada anak bisa menjadi langkah awal bagi orang tua sebelum ke dokter untuk memastikan diagnosis. Selanjutnya, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi anemia yang sesuai dengan kondisi anak. Jika masih ada pertanyaan seputar anemia defisiensi besi pada anak, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
anemiaanemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folat
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/iron-deficiency/art-20045634
Diakses pada 2 November 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/ida.html
Diakses pada 2 November 2021
Turkish Archives of Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4462328/
Diakses pada 2 November 2021
Saudi Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4375689/
Diakses pada 2 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait