7 Cedera Olahraga yang Sering Terjadi dan Cara Menanganinya

(0)
03 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Macam-macam jenis cedera olahraga yang paling banyak terjadiMeski umum terjadi, cedera saat olahraga bukan hal yang mustahil untuk dicegah
Cedera merupakan hal yang biasa terjadi saat melakukan olahraga. Bagian-bagian tubuh yang biasanya dilanda cedera ketika olahraga adalah pergelangan kaki (ankle), lutut, pergelangan tangan, dan bahu.Mayoritas cedera olahraga terjadi karena kontak fisik antara tubuh dengan benda keras atau benturan/tabrakan yang menyebabkan jatuh. Jatuh dan mengalami luka lecet adalah salah satu penyebab pendarahan yang sering terjadi pada saat olahraga.Selebihnya, cedera olahraga dapat terjadi karena kesalahan seseorang dalam berolahraga, misalnya lompat dan mendarat pada posisi yang salah. Gerakan berputar secara tiba-tiba yang bertumpu pada salah satu kaki dapat memicu cedera lutut atau pergelangan kaki.Cedera olahraga juga bisa terjadi karena gerakan berulang yang dilakukan dalam intensitas tinggi sehingga melebihi beban tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan patah tulang atau fraktur, yang juga sering disebut sebagai stress fracture.

Macam-macam jenis cedera olahraga

Berikut ini adalah tujuh macam cedera olahraga yang paling umum terjadi, baik pada atlet olahraga ataupun orang awam yang sekadar suka berkeringat:

1. Pergelangan kaki keseleo (ankle sprain)

Tidak hanya atlet, Anda pun mungkin pernah mengalami keseleo pergelangan kaki.Biasanya, kondisi ini terjadi saat Anda melakukan gerakan melipat, memutar, atau mengubah arah pergelangan kaki secara tiba-tiba sehingga bagian kaki tersebut berada dalam posisi yang aneh. Keseleo pergelangan kaki disebabkan oleh ligamen yang meregang berlebihan atau bahkan robek.Ligamen yang paling rentan cedera pada pergelangan kaki adalah ligamen anterior. Tidak hanya itu, cedera pergelangan kaki juga kerap terjadi pada tendon achilles, yakni tendon di belakang kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit.

2. Pangkal paha tertarik (groin pull)

Pangkal paha tertarik terjadi ketika seseorang memberikan terlalu banyak tekanan pada otot di pangkal paha atau paha. Jika otot ini meregang secara paksa atau tiba-tiba, maka dapat menyebabkannya robek atau tertarik.Cedera ini umumnya terjadi pada olahraga yang memerlukan banyak lari atau lompat secara tiba-tiba, misalnya seperti sepak bola atau American football.

3. Cedera ACL

Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu ligamen yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kering pada sendi lutut. Cedera ACL umumnya terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan berhenti secara tiba-tiba dan melompat, seperti sepak bola, basket, atau ski.Banyak orang mendengar atau merasakan adanya letusan dalam lutut ketika cedera ACL terjadi. Lutut yang mengalami cedera ACL juga dapat mengalami pembengkakan, terasa tidak stabil, dan terlalu sakit untuk menopang berat badan. Jika parah, diperlukan tindakan operasi untuk mengobati cedera ini.Selain ACL, cedera lutut juga dapat terjadi pada meniskus (jaringan peredam kejut di antara tulang paha dan tulang kering), tulang rawan, dan otot di sekitar lutut, seperti hamstring, quadriceps, dan semacamnya.

4. Sindrom patellofemoral

Sindrom patellofemoral dapat terjadi akibat dari gerakan berulang pada tempurung lutut (patella) terhadap tulang paha.Cedera ini biasanya akan merusak jaringan di bawah tempurung lutut. Atlet lari, voli, dan basket sangat berisiko mengalami sindrom patellofemoral ini.

5. Tennis elbow (Epikondilitis)

Tennis elbow terjadi akibat gerakan siku secara berulang, seperti saat mengayunkan tongkat golf atau raket tenis, yang mengiritasi atau merobek tendon siku.Epikondilitis paling sering terjadi pada usia 30-60 tahun, dan biasanya melibatkan bagian luar siku.

6. Kram otot

Orang yang sering berolahraga mungkin sudah familiar dengan kram otot.Salah satu penyebab timbulnya cedera olahraga berupa keram otot adalah kurangnya pemanasan dan peregangan otot yang tepat.Kram otot dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh. Namun, dalam aktivitas olahraga, kram ini paling sering terjadi pada bagian kaki.

7. Shin splint

Shin splint ditandai dengan gejala rasa nyeri pada betis dan tulang kering atas. Cedera pada tulang kering ini terjadi akibat adanya peradangan otot. Shin splint sangat berisiko pada atlet olahraga yang banyak melakukan gerakan lari dan melompat.

Cara mengatasi cedera olahraga

Penanganan awal yang tepat untuk mengobati macam-macam cedera olahraga adalah metode RICE.Metode ini melibatkan istirahat (rest), pengompresan bagian tubuh yang cedera dengan menggunakan es (ice), membalut bagian tubuh yang cedera dengan perban (compression), dan mengangkat bagian tubuh yang cedera melebihi ketinggian jantung (elevation).Ketika beristirahat (rest), Anda sebaiknya tidak berolahraga terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutnya dengan mengompres bagian tubuh yang cedera dengan kompres dingin (ice) untuk meredakan kontraksi, perdarahan, dan pembengkakan.Kompres hangat tidak direkomendasikan karena dapat melebarkan pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan lebih banyak perdarahan. Anda juga sebaiknya tidak mengompres bagian tubuh yang cedera dengan cara dipijat karena malah akan memperparah cedera yang dialami.Setelah itu, bagian tubuh yang cedera harus ditempatkan lebih tinggi dari jantung (elevation). Kaki bisa digantung atau diletakkan lebih tinggi, sementara tangan dapat digendong atau dibebat. Bebatan tersebut tidak boleh terlalu kencang, tetapi juga tidak boleh terlalu kendur.Lakukanlah metode ini dalam 24-36 jam pertama setelah mengalami cedera. Penanganan ini akan membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah memar semakin parah. Jika cedera yang Anda alami tak juga membaik atau semakin parah, sebaiknya periksakan diri Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Cara mencegah cedera olahraga

Supaya Anda tetap waspada, ada macam-macam langkah penting untuk mencegah terjadinya cedera saat olahraga, yaitu:
  • Lakukan pemanasan ringan untuk meningkatkan aliran darah ke otot. Pemanasan ini penting dilakukan untuk membuat otot menjadi lebih fleksibel dan lentur.
  • Ketahui batasan waktu berolahraga. Seseorang yang terlalu menyukai olahraga kerap lupa bahwa olahraga juga ada batasannya. Pastikan untuk selalu mengetahui batasan dan jangan pernah memaksakan diri.
  • Saat sudah lelah, istirahatlah. Anda yang paling mengetahui kondisi fisik Anda sendiri. Kelelahan ini tidak hanya secara fisik, tetapi juga berupa fokus. Jika keduanya tidak dalam kondisi yang optimal, Anda dapat melakukan kesalahan yang berujung pada cedera.
Itulah ulasan mengenai macam-macam cedera olahraga yang paling banyak dialami saat beraktivitas fisik. Meski kecelakaan sangat tidak dapat diprediksi, Anda tetap dapat mencegahnya dengan terus berhati-hati dan melakukan olahraga dengan benar.Narasumber:
dr. Theri Effendi, Sp.OT(K),HAND
Dokter Spesialis Orthopedi
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
cederacedera pahacedera pangkal pahacedera fisikcedera bahucedera lututcedera otot
RS Orthopedi & Traumatologi SurabayaWebMD. https://www.webmd.com/men/features/seven-most-common-sports-injuries#1
Diakses pada Oktober 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/sportsinjuries.html
Diakses pada Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/groin-pull#1
Diakses pada Agustus 2020
Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/symptoms-causes/syc-20350738
Diakses pada Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait