Mengenal Anatomi Ginjal dan Fungsinya pada Tubuh


Anatomi ginjal secara umum terdiri dari empat bagian: nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal. Ginjal berfungsi sebagai penyaring racun pada tubuh.

0,0
12 Feb 2020|Aditya Prasanda
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Anatomi ginjal terdiri dari 4 bagian, yaitu nefron, korteks renal, medula renal, dan pelvis renalAnatomi ginjal terdiri dari empat bagian, yaitu nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal.
Ginjal adalah dua organ yang berfungsi untuk menyaring darah serta zat buangan (limbah) dalam tubuh yang berasal dari makanan, obat-obatan maupun zat beracun. Seperti apa anatomi, fungsi, hingga gangguan pada organ ginjal? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa itu ginjal?

Ginjal atau renal adalah sepasang organ berwarna cokelat keunguan yang termasuk ke dalam sistem perkemihan. Letaknya berada di bawah tulang rusuk dan di tengah punggung.Bentuk ginjal yang seperti kacang berfungsi untuk membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat sisa metabolisme dalam bentuk urine.Mengutip dari Verywell Health, ginjal juga disebut sebagai sistem penyaringan tubuh. Setiap ginjal juga terhubung ke kandung kemilh melalui ureter.

Anatomi dan struktur ginjal dalam tubuh

Gambar anatomi dan struktur ginjal
Gambar anatomi dan struktur ginjal
Setiap ginjal ditutupi lapisan tebal berupa jaringan ikat dan lemak yang berfungsi untuk membentuk dan melindungi organ. Ginjal juga dapat ‘hidup’ melalui pembuluh darah vena, arterti, dan sarafnya.Berikut adalah penjelasan mengenai anatomi dan struktur organ ginjal dalam tubuh manusia.

1. Nefron

Pada masing-masing ginjal, terdapat sekitar satu juta nefron. Nefron adalah bagian terpenting dalam anatomi ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah, menyerap nutrisi, dan membuang zat sisa hasil metabolisme melalui urine.Selain itu, nefron pada ginjal juga terdiri dari bagian-bagian serta struktur lainnya yang berisi:

Korpus renal (sel darah ginjal)

Setelah darah memasuki nefron, darah juga masuk ke korpus renal yang juga bisa disebut sebagai badan Malphigian. Korpus ginjal ini juga mengandung dua struktur tambahan, yaitu:
  • Glomerulus, kelompok kapiler yang menyerap protein dari darah dan berjalan melalui sel darah ginjal.
  • Kapsul Bowman, cairan yang tersisa disebut sebagai urine kapsuler. Ini melewati kapsul Bowman ke dalam tubulus ginjal.

Tubulus renal

Ini adalah kumpulan tabung yang menjalar dari kapsul Bowman menuju tabung pengumpul (tubulus kolektivus). Setiap tubulus ginjal ini mempunyai beberapa bagian, yaitu:
  • Tubulus kontortus proksimal, bagian yang menyerap air, natrium, dan glukosa kembali ke dalam darah.
  • Lengkungan Henle, bagian ini menyerap kalium, klorida, dan natrium dalam darah.
  • Tubulus kontortus distal, bagian yang menyerap kalium, asam, dan lebih banyak natrium dalam darah.
Darah mengalir melalui nefron menuju korpus renal. Selanjutnya, protein di dalam darah akan diserap oleh glomerulus.Pada saat cairan mencapai ujung tubulus, lalu akan diencerkan dan terisi urea. Urea adalah produk lainnya dari metabolisme protein yang dilepaskan dalam urine.Sementara itu, sisa cairan mengalir ke saluran pengumpul atau duktus kolektivus. Kemudian, sebagian akan diserap kembali ke dalam darah, termasuk air, gula dan elektrolit.

2. Korteks renal

Korteks renal atau ginjal adalah struktur terluar. Di dalamnya terdapat glomerulus dan juga tubulus yang terbelit-belit. Selain itu, korteks ginjal juga dikelilingi oleh kapsul ginjal, yaitu lapisan jaringan lemak.Maka dari itu, korteks ginjal dan kapsulnya berfungsi untuk menlindungi struktur bagian dalam ginjal.

3. Medula renal

Medulla ginjal adalah jaringan pada bagian dalam yang halus dan lembut. Di dalamnya terdapat lengkungan Henle dan piramida ginjal.

Piramida ginjal

Piramida ginjal adalah struktur kecil yang berisi rangkaian nefron dan tubulus yang berfungsi mengangkut cairan ke ginjal. Cairan ini menuju struktur dalam yang mengumpulkan dan membawa urine keluar.

Saluran pengumpul

Ada saluran pengumpul di ujung setiap nefron pada bagian anatomi medula ginjal. Pada area inilah, cairan yang tersaring keluar dari nefron. Lalu, cairan bergerak hingga panggul ginjal (renal pelvis).

4. Renal pelvis

Pelvis ginjal adalah ruang berbentuk corong di bagian terdalam ginjal. Salah satu anatomi ginjal ini berfungsi sebagai jalur cairan menuju kandung kemih.Pada renal pelvis juga terdapat beberapa bagian lainnya, di antaranya adalah:
  • Calyces, bagian pertama yang mengumpulkan cairan sebelum ke kandung kemih.
  • Hilum, lubang kecil yang berada di tepi bagian dalam ginjal serta melengkung ke dalam.
  • Ureter, tabung otot yang mendorong urine ke dalam kandung kemih dan juga mengeluarkannya.

Fungsi ginjal dalam tubuh manusia

Perlu Anda ketahui bahwa fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh.Tak hanya itu saja, berikut adalah beberapa fungsi ginjal lainnya, seperti:
  • Mengatur dan menyaring mineral dari darah.
  • Mengaktifkan vitamin D.
  • Menyaring bahan limbah dari makanan, obat-obatan, dan zat beracun.
  • Memproduksi hormon yang juga membantu produksi sel darah merah.
  • Meningkatkan kesehatan tulang.
  • Mengatur tekanan darah.
Setiap hari, ginjal berfungsi menyaring 150 liter darah. Sementara itu, 2 liter di antaranya adalah zat buangan yang berasal dari makanan, obat-obatan, dan zat beracun, lalu dikeluarkan melalui urine. Maka dari itu, ginjal juga termasuk ke dalam sistem eksresi.Organ ini juga dilengkapi dengan ureter yang bertugas membawa urine keluar dari tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi menyerap kembali zat-zat penting seperti asam amino, gula, natrium, kalium, serta kandungan nutrisi lainnya. 

Gangguan yang bisa menyerang ginjal

Tidak menjaga kesehatan ginjal secara optimal dapat menyebabkan berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa kondisi atau penyakit yang bisa memengaruhi fungsi ginjal, seperti:

1. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis adalah peradangan yang terjadi pada glomeruli. Penyakit ini bisa terjadi secara mendadak karena infeksi tubuh lainnya.Sebagai contoh, muncul setelah penderitanya terkena infeksi tenggorokan. Melalui aliran darah, bakteri dapat menginfeksi ginjal.Dalam kasus tersebut, biasanya ginjal akan sembuh kembali. Namun jika berkembang perlahan, glomerulonefritis bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. 

2. Penyakit ginjal polikistik

Penyakit ginjal polikistik termasuk kelainan genetik. Kista akan terbentuk di ginjal penderita dan makin lama makin besar. Kista kemudian menyebabkan kerusakan ginjal sampai gagal ginjal. 

3. Batu ginjal

Seperti namanya, penyakit ini terjadi karena adanya batu di dalam ginjal. Batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam-garam asam yang mengendap.Pembentukan batu ginjal biasanya muncul karena terlalu sering menahan buang air kecil. Mineral-mineral dalam urine kemudian menumpuk dan mengkristal dalam ginjal.

4. Infeksi ginjal

Infeksi ginjal yang disebut pyelonephritis biasanya berawal dari infeksi saluran kemih (ISK). Bakteri yang masuk ke salurah kemih kemudian naik ke kandung kemih dan berhasil masuk ke ginjal.Kondisi ini perlu pengobatan sampai tuntas karena jika dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan dan menurunnya fungsi ginjal. 

5. Kanker ginjal

Kanker ginjal berada pada urutan nomor tujuh dari jenis kanker yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Jenis kanker ginjal yang paling banyak terjadi adalah karsinoma sel ginjal.Ketika Anda mengalaminya, gejala bisa berupa adanya darah dalam urine serta rasa sakit di pinggang bagian belakang yang tidak kunjung reda. 

6. Gagal ginjal 

Gagal ginjal adalah tahap paling parah dari penyakit ginjal, yaitu ketika ginjal sudah tidak berfungsi lagi. Orang yang sudah mengalami gagal ginjal harus melakukan cuci darah (dialisis) secara rutin atau menjalani operasi transplantasi ginjal untuk tetap bertahan hidup. 

Jenis pemeriksaan ginjal

Memeriksa keadaan dan fungsi ginjal merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah fungsi ginjal dalam kondisi baik atau tidak.Jika Anda mengidap diabetes, penyakit jantung, hipertensi, atau riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal, sebaiknya melakukan pemeriksaan secara berkala, diantaranya:

1. Tes darah

Tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal bagian-bagian ginjal Anda menyaring darah. Tes darah juga disebut sebagai laju filtrasi glomerulus (GFR).Pengujian darah akan melihat kadar kreatininnya. Kreatinin merupakan produk limbah yang dihasilkan oleh jaringan otot dan kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui proses ekskresi.

2. Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mengukur kadar albumin (sejenis protein) yang larut bersama urine. Apabila ginjal Anda sehat, maka albumin tidak akan masuk kedalam urine.Hal ini dikarenakan albumin seharusnya berada didalam darah, bukan zat sisa yang harus dikeluarkan melalui urine.Untuk menjaga fungsi ginjal tetap normal, yang bisa Anda lakukan adalah cukup minum air putih, menjaga berat badan ideal, mempertahankan tekanan darah pada angka normal, dan menggunakan obat-obatan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter.Kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin terasa sepele, tetapi manfaatnya sangat signifikan bagi kesehatan ginjal Anda.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang fungsi ginjal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
batu ginjalpenyakit ginjalfungsi organ
NIDDK.
https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidneys-how-they-work
Diakses pada 11 Februari 2020
Thougt.co.
https://www.thoughtco.com/kidneys-anatomy-373243
Diakses pada 11 Februari 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/human-body-maps/kidney#renal-cortex
Diakses pada 11 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-health#stay-active
Diakses 24 April 2020
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/kidneydisease/howkidneyswrk
Diakses pada 9 Oktober 2019
Live Science. https://www.livescience.com/52047-kidneys.html
Diakses pada 9 Oktober 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/kidney-anatomy-4801539. Diakses pada 15 November 2021Cincinnati Childrens’. https://www.cincinnatichildrens.org/health/u/urinary-system. Diakses pada 15 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait