Mengenal Anatomi Ginjal, Si Penyaring Racun Tubuh

Anatomi ginjal tersusun atas nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal.
Anatomi ginjal terdiri dari empat bagian, yaitu nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal.

Renal atau ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Ginjal adalah dua organ yang berfungsi untuk menyaring darah serta zat buangan (limbah) dalam tubuh yang berasal dari makanan, obat-obatan maupun zat beracun ini. Seperti apa anatomi ginjal, si organ penyaring racun tersebut?

Anatomi ginjal terdiri dari 4 bagian, apa saja?

Anatomi ginjal secara umum terdiri dari empat bagian, yaitu nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal. Berikut ini penjelasannya.

1. Nefron

Pada masing-masing ginjal, terdapat sekitar satu juta nefron. Salah satu bagian terpenting dalam ginjal ini bertugas menyaring darah, menyerap nutrisi dan membuang zat sisa hasil metabolisme melalui urine. Masing-masing nefron terdiri dari sebuah struktur berisi:

  • Korpus renal (badan malphigi):

    Korpus renal terdiri dari dua bagian, yaitu glomerulus atau kumpulan kapiler yang menyerap protein dari darah, serta kapsul Bowman.
  • Tubulus renal:

    Kumpulan tabung yang menjalar dari kapsul Bowman menuju tabung pengumpul (tubulus kolektivus) ini terdiri dari tubulus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus distal.

Darah mengalir melalui nefron menuju korpus renal. Selanjutnya, protein di dalam darah akan diserap oleh glomerulus. Sementara itu, sisa cairan akan dialirkan ke saluran pengumpul atau duktus kolektivus. Kemudian, sebagian akan diserap kembali ke dalam darah, termasuk air, gula dan elektrolit.

2. Korteks renal

Korteks renal atau korteks ginjal merupakan bagian terluar dari ginjal. Bagian ini dilapisi jaringan lemak yang dikenal sebagai kapsula renal atau kapsul ginjal. Korteks berfungsi untuk melindungi struktur bagian dalam ginjal.

3. Medula renal

Medula renal merupakan jaringan lembut yang terdapat di dalam ginjal. Di dalamnya, terdapat:

  • Piramida ginjal (renal pyramids):

    Ini merupakan struktur kecil yang mengandung nefron dan tubulus. Tubulus ini yang mengangkut cairan ke ginjal. Kemudian cairan bergerak menuju struktur bagian dalam yang mengumpulkan dan mengangkut urine keluar dari ginjal
  • Duktus kolektivus:

    Setiap ujung nefron terdapat duktus kolektivus yang menyaring cairan keluar dari nefron. Setelah dari duktus kolektivus, cairan akan bergerak ke pelvis ginjal.

4. Pelvis renal

Pelvis renal merupakan bagian ginjal yang terdalam. Bentuk organ ini menyerupai corong dan berperan sebagai tempat penyimpanan urine, serta saluran perlintasan air dari ginjal menuju kandung kemih.

Sejauh mana fungsi ginjal bagi tubuh manusia?

Sepasang ginjal terletak di kiri dan kanan, sepanjang dinding otot bagian belakang (otot posterior) rongga perut. Karena rongga perut yang berbentuk asimetris, ginjal terletak pada ketinggian yang tidak sama persis.

Kedua organ berbentuk kacang sebesar kepalan tangan ini memiliki panjang hingga 10-12 cm dan lebar 6 cm.

Setiap hari, ginjal berfungsi menyaring 150 liter darah. Sementara itu, 2 liter di antaranya merupakan zat buangan yang berasal dari makanan, obat-obatan dan zat beracun dikeluarkan melalui urine. Karena itu, organ ini dilengkapi ureter atau kandung kemih yang bertugas membawa urine keluar dari tubuh.

Selain menyaring darah dan membuang limbah dalam tubuh, ginjal juga berfungsi menyerap kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti asam amino, gula, natrium, kalium serta kandungan nutrisi lainnya. Ginjal juga berfungsi mengatur keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh.

Jika kesehatan ginjal tidak dijaga, ini risikonya

Apabila kesehatan ginjal tak dijaga, ada berbagai
risiko yang mengancam.

Tidak menjaga kesehatan ginjal secara optimal, dapat menyebabkan berbagai penyakit ginjal yang berbahaya bagi tubuh, seperti gagal ginjal kronis, batu ginjal, nefritis akut, hingga infeksi saluran kencing.

Sayangnya, individu yang mengalami gangguan ginjal kerap tidak menyadari gejala yang ditimbulkan hingga penyakit ginjal memasuki stadium lanjut. Beberapa gejala yang mungkin dialami individu dengan ginjal bermasalah antara lain:

  • Mudah cemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Susah tidur
  • Penurunan nafsu makan
  • Kulit kering dan gatal
  • Kram otot
  • Perubahan frekuensi buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kencing berbusa
  • Kencing berdarah
  • Bengkak di sekitar mata dan kaki

Selain itu, bertambahnya usia juga dapat membuat organ tubuh mengalami penurunan fungsi, termasuk ginjal.

Catatan dari SehatQ

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Menjaga kesehatan organ ini pun begitu penting agar Anda dapat terhindar dari berbagai komplikasi penyakit berbahaya.

Anda dapat menjaga kesehatan ginjal dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi, memperbanyak minum air putih, rutin melakukan olahraga, menghindari minuman beralkohol serta menjauhi rokok.

NIDDK.
https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidneys-how-they-work
Diakses pada 11 Februari 2020

Thougt.co.
https://www.thoughtco.com/kidneys-anatomy-373243
Diakses pada 11 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/human-body-maps/kidney#renal-cortex
Diakses pada 11 Februari 2020

Artikel Terkait