Berlebihan Menjaga Kebersihan Justru Membuat Anak Mudah Sakit


Melarang anak untuk main keluar karena takut kotor ternyata bisa jadi bumerang bagi orang tua. Pasalnya, teori Hygiene Hypothesis menyebutkan bahwa bakteri baik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Jika anak Anda terpapar bakteri-bakteri yang ada di lingkungan sekitar, sistem imunnya belajar untuk beradaptasi dan mengatur perlindungan yang diperlukan. Hal itu dapat menurunkan risiko alergi dan asma di kemudian hari. Walaupun begitu, anak Anda harus tetap menjaga kebersihan agar ter

(0)
28 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Anak atau bayi yang terpapar bakteri justru memiliki daya tahan tubuh yang lebih baikBiasanya, dokter tidak menyarankan anak untuk benar-benar terbebas dari bakteri maupun kuman.
Tidak sedikit orang tua yang menganggap bakteri adalah musuh nomor satu dan harus dihindari Si Kecil. Akibatnya, orang tua lantas menjaga kebersihan anak dengan ekstrem. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, tidak sedikit jumlah bakteri baik yang justru dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.Itulah sebabnya, dokter umumnya tidak menyarankan anak Anda benar-benar terbebas dari bakteri atau kuman. Biarkanlah ia berkembang dengan bebas, selama langkah-langkah untuk membersihkan tubuhnya juga dilakukan dengan baik.[[artikel-terkait]]

Terlalu menjaga kebersihan bisa bahayakan daya tahan tubuh anak

Terdapat sebuah teori yang kebenarannya diamini banyak ahli. Teori tersebut dinamakan “Hygiene Hypothesis”. Terdapat penelitian yang menyebutkan, jika anak atau bayi yang terpapar bakteri, justru memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan berisiko lebih kecil memiliki alergi dan asma, di kemudian hari.Sama seperti otak bayi yang membutuhkan banyak stimulasi, masukan, dan interaksi untuk dapat berfungsi dengan baik, imunitas pada anak pun perlu mengalami hal serupa. Anak juga perlu terpapar bakteri-bakteri dari lingkungan sekitar, agar sistem kekebalan tubuhnya dapat belajar untuk beradaptasi, dan mengatur perlindungan yang diperlukan. Pada anak yang tumbuh di lingkungan yang terlalu bersih, dapat terbentuk hipersensitivitas pada sistem imunnya. Hal ini membuat anak menjadi lebih mudah terserang kondisi autoimun seperti asma dan alergi.Anak yang tumbuh dengan memiliki kakak, atau tinggal di daerah peternakan serta masuk ke day care lebih awal, memiliki tingkat alergi yang lebih rendah.

3 Tips penting jaga kebersihan

Setiap bakteri yang ditemui anak, akan mengajarkan sistem imunnya untuk lebih efektif melawan komponen asing berbahaya yang masuk ke tubuh. Sehingga, selama anak mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, istirahat cukup, dan memenuhi semua imunisasinya, maka ia akan tumbuh sehat dan kuat. Tapi tentunya, kebersihan juga tetap penting untuk dijaga. Berikut ini tips untuk menjaga anak tetap bersih tanpa berlebihan.

1. Cuci tangan

Tangan merupakan tempat favorit dari bakteri dan kuman untuk bersarang. Sehingga, mencuci tangan adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan Si Kecil. Namun, melakukannya secara berlebihan pun tidak baik. Berikut ini adalah waktu yang ideal untuk mengajak Si Kecil mencuci tangan.
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Saat tangan sudah terlihat kotor, terutama sehabis bermain
  • Setelah berada di tempat yang ramai orang
Bahan pencuci tangan yang efektif untuk anak adalah air hangat dan sabun, yang diusapkan selama 15 detik. Bagi bayi yang berusia di bawah 6 bulan, Anda dapat menggunakan sabun dan handuk lembut yang sudah dibasuh air hangat.

2. Bersihkan alat makan dengan benar

Percaya atau tidak, Anda akan menemukan lebih banyak bakteri dan kuman di talenan dapur, dibandingkan dengan di pegangan toilet. Sebagian besar perabotan dapur, terutama yang banyak berkontak dengan makanan mentah, telah terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Staphilococcus.Permasalahannya bukanlah Anda tidak cukup sering membersihkannya. Namun, lebih banyak orang yang membersihkannya dengan salah. Tidak hanya talenan, lap dapur juga sering menjadi sarang bakteri.Oleh karena itu, cucilah lap dapur setidaknya setiap satu minggu sekali, dan pastikan talenan Anda telah dicuci dengan baik dan benar.

3. Sharing makanan yang aman

Sharing makanan dengan orang lain bisa menjadi satu cara anak terkontaminasi bakteri. Namun, bukan berarti Si Kecil sama sekali tidak boleh melakukannya. Jika ia masih berbagi makanan dengan saudara kandungnya, hal itu tidak masalah. Lain halnya jika salah satunya dari mereka sedang terkena penyakit menular tertentu.Satu hal yang terkadang dilupakan adalah justru risiko kontaminasi bakteri yang lebih tinggi, jika makanan tersebut sudah tersentuh mulut orangtuanya. Sebab, jumlah bakteri di mulut orang dewasa lebih banyak dari anak kecil.Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Keseimbangan perlu dijaga, termasuk dalam hal ini menjaga kebersihan anak. Membiarkannya terkena paparan bakteri, tentu harus diimbangi dengan langkah-langkah menjaga kebersihan yang tepat pula.
tumbuh kembang bayiinfeksi bakteritumbuh kembang anak
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/news/media/releases/newborns_exposed_to_dirt_dander_and_germs_may_have_lower_allergy_and_asthma_risk
Diakses pada 15 Mei 2019
Parents. https://www.parents.com/baby/health/sick-baby/the-dirt-on-germs-/
Diakses pada 15 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/kids-and-dirt-germs#1
Diakses pada 15 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait