Anak Terbiasa Jajan Sembarangan, Waspada Penyakit Ini Menghantui

Anak yang jajan sembarangan rentan terserang penyakit
Anak yang jajan sembarangan rentan terkena berbagai penyakit seperti diare hingga keracunan makanan

Kebiasaan jajan sembarangan dan tidak memilah makanan apa yang sehat atau tidak bisa terjadi bahkan sejak anak berusia 1 tahun. Banyak faktor yang memicunya, seperti kelonggaran dari orangtua, akses terhadap jajanan, hingga kebiasaan. Akibatnya, bisa muncul banyak penyakit seperti batuk, radang tenggorokan, diare, tipes, dan lainnya.

Lebih buruk lagi, kebiasaan jajan sembarangan bisa berlanjut hingga mereka dewasa. Jadi, langkah terbaik adalah mencari cara agar kebiasaan buruk ini bisa segera dihentikan.

Dampak jajan sembarangan bagi kesehatan

Idealnya, anak-anak mengonsumsi makanan besar sebanyak 3 kali dan camilan sebanyak 2 kali. Lebih jauh lagi, camilan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak adalah yang kaya nutrisi, bukan hanya tinggi gula atau garam saja.

Namun apakah yang ideal ini semudah menuliskannya? Tentu tidak. Lihat bagaimana paparan iklan tentang makanan yang tidak sehat atau telah diproses panjang justru lebih banyak ketimbang iklan tentang buah dan sayur.

Belum lagi jika anak mudah jajan sembarangan karena aksesnya begitu mudah tersedia di sekitar mereka. Beberapa dampaknya bagi kesehatan adalah:

  • Diare

Ketika anak jajan sembarangan terutama di tempat yang belum tentu terjamin kebersihannya, diare adalah penyakit yang paling umum dialami. Ini terjadi karena makanan yang mereka konsumsi belum tentu bersih dan baik kualitasnya. Baik dari bahan bakunya, proses pengolahannya, hingga penyimpanannya.

  • Kerusakan gigi

Anak-anak cenderung menyukai makanan yang rasanya kuat, seperti makanan manis. Jajanan di luar sana banyak menyediakan makanan manis yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi. Bahkan meski anak masih memiliki gigi susu, jajan sembarangan bisa membuat gigi mereka keropos atau berlubang.

  • Radang tenggorokan

Jajan sembarangan terutama jika diproses dengan cara digoreng atau diberi bumbu sintetis tambahan juga dapat membuat anak mengalami radang tenggorokan. Biasanya, gejala awalnya adalah anak merasa gatal di tenggorokan hingga sakit saat menelan. Tak jarang, radang tenggorokan disertai dengan batuk.

  • Demam tifoid

Biasa juga disebut tipes atau tifus adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini menyerang saluran usus manusia lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Lagi-lagi, jajan sembarangan memberi jalan anak mengonsumsi produk yang telah terkontaminasi itu.

  • Keracunan

Tidak ada yang tahu bagaimana proses pembuatan jajan yang ada di luar sana. Memang bukan berarti semuanya tidak layak konsumsi atau tidak higienis, namun waspada tetap perlu. Jika tidak, sudah banyak kasus anak mengalami keracunan akibat jajan sembarangan yang tak jelas asal-usulnya.

Pola jajan anak yang menjebak

Memang penyakit-penyakit di atas tidak serta merta bisa menyerang anak-anak yang jajan sembarangan. Biasanya, dampak negatif ini terjadi ketika jajan sembarangan dilakukan terus menerus tanpa ada pengawasan.

Para orangtua sebaiknya jangan sampai terjebak dalam pola jajan atau snacking anak yang menjebak, seperti:

1. Anak menolak sayur

Seperti keluhan banyak orangtua lainnya, anak menolak sayur sudah menjadi hal biasa. Untuk menyiasatinya, coba suguhkan sayur dengan minyak zaitun atau keju sehingga membuat anak semakin tertarik. Selain itu, jangan perlakukan sayuran sebagai “hukuman” bagi anak saat mereka melakukan kesalahan.

2. Jajan terus menerus

Ketika anak terus menerus jajan atau mengonsumsi snack, mereka tak bisa mengenal sinyal lapar dari tubuh. Padahal, hal ini penting hingga mereka tumbuh dewasa. Untuk itu, coba atur jadwal teratur kapan bisa mengonsumsi snack dan pilih yang mengandung protein dan lemak sehingga anak merasa kenyang lebih lama.

3. Terlalu banyak minum jus

Memang tidak ada salahnya minum jus buah atau sayuran untuk anak-anak, namun jika berlebihan, perut mungil mereka tak lagi memberi ruang untuk makanan. Bahkan, terlalu banyak minum jus yang ditambahkan gula atau susu kental manis dapat menyebabkan diare hingga kelebihan berat badan.

4. Konsumsi gula berlebih

Secara alami, bayi memang terlahir dengan preferensi tersendiri terhadap makanan atau minuman yang terasa manis. Tak heran, mereka suka dengan jajanan manis. Untuk memutus hal ini, beri batasan makanan manis yang boleh mereka konsumsi dalam sehari. Selain itu, pilih juga makanan favorit mereka seperti sereal dan yogurt dengan kadar gula lebih rendah.

Catatan dari SehatQ

Memutus kebiasaan dan pola makan anak memang tidak mudah, namun bisa dilakukan. Setidaknya, batasi agar anak tidak jajan sembarangan di luar dengan mengawasinya secara ketat. Orangtua juga perlu menyediakan snack sehat atau setidaknya dibuat sendiri di rumah sehingga terjamin kebersihannya.

Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/feeding/healthy-eating/break-your-kids-bad-food-habits/

Diakses 16 April 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-Children-Develop-Unhealthy-Food-Preferences.aspx

Diakses 16 April 2020

Eat Right. https://www.eatright.org/food/nutrition/dietary-guidelines-and-myplate/when-should-my-kids-snack

Diakses 16 April 2020

Parents. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/4-toddler-snacking-mistakes-to-avoid/

Diakses 16 April 2020

Artikel Terkait