Anak Tekak Bengkak, Sinyal Tubuh Saat Ada yang Tidak Beres

(0)
27 Aug 2020|Azelia Trifiana
Anak tengkak bengkak merupakan sinyal masalah kesehatan pada tubuhAnak tengkak bengkak memberikan rasa tak nyaman pada mulut
Anak tekak merupakan sebutan untuk katup pengatur lalu lintas makanan dan udara yang terletak di pangkal mulut. Bentuknya seperti daging kecil dengan warna kemerahan. Keluhan yang paling sering muncul adalah anak tekak bengkak atau uvulitis. Ketika ini terjadi, artinya terjadi inflamasi yang terkadang hanya terjadi sementara.Meski demikian, apabila kondisi anak tekak bengkak cukup parah, bisa berpengaruh terhadap kemampuan menelan. Bahkan dalam kasus yang lebih langka, anak tekak bengkak bisa mengganggu pernapasan.

Gejala anak tekak bengkak

Anak tekak bengkak biasa diikuti oleh panas dalam
Gejala awal yang langsung terasa ketika mengalami uvulitis adalah anak tekak tampak kemerahan, bengkak, dan ukurannya lebih besar dari biasa. Selain itu, beberapa gejala lainnya adalah:
  • Panas dalam
  • Sensasi terbakar di tenggorokan
  • Mendengkur saat tidur
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
Apabila gejala uvulitis disertai dengan demam serta nyeri perut, segera konsultasikan kepada dokter. Bisa jadi, ada kondisi medis yang perlu penanganan sesegera mungkin.

Penyebab anak tekak bengkak

Ada banyak hal yang menyebabkan anak tekak bengkak. Intinya, ketika terjadi uvulitis artinya tubuh merespons substansi asing sebagai bentuk pertahanan diri. Beberapa penyebabnya adalah:

1. Faktor lingkungan dan gaya hidup

Terkadang, seseorang mengalami anak tekak bengkak karena faktor lingkungan dan gaya hidup. Beberapa contoh pemicunya adalah:
  • Alergen

Menghirup alergen tertentu seperti bulu binatang, debu, atau makanan tertentu. Ketika mengalami reaksi alergi, ada beberapa bagian tubuh yang mengalami pembengkakan, salah satunya adalah anak tekak.Menghirup substansi kimia atau zat beracun juga bisa mengakibatkan reaksi anak tekak bengkak. Contohnya mulai dari tembakau atau ganja.
  • Konsumsi obat

Orang yang menjalani pengobatan tertentu juga bisa mengalami efek samping berupa pembengkakan anak tekak
  • Dehidrasi

Jika terlalu parah, dehidrasi atau kekurangan cairan juga bisa menyebabkan uvulitis. Pemicu lainnya adalah ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak alkohol dan mengalami dehidrasi, maka anak tekak atau uvula bisa membengkak.
  • Mendengkur

Selain merupakan gejala dari anak tekak bengkak, mendengkur juga dapat menimbulkan getaran cukup hebat yang mengiritasi anak tekak seseorang. Namun, kasus ini lebih langka terjadi.

2. Infeksi

Beberapa jenis infeksi dapat menyebabkan anak tekak mengalami iritasi. Contohnya seperti infeksi virus penyebab mononukleosis, infeksi pernapasan anak (croup), common cold, dan juga flu. Untuk bakteri, pemicu yang paling umum adalah bakteri Streptococcus pyogenes. Seseorang yang mengalami infeksi pada tonsil atau tonsilitis juga bisa menyebabkan anak tekak mengalami tekanan. Akibatnya, anak tekak menjadi iritasi atau bengkak.

3. Trauma

Prosedur medis atau kondisi medis tertentu dapat menyebabkan trauma pada anak tekak seseorang. Contohnya ketika seseorang sering memuntahkan asam lambung akibat GERD yang dideritanya, maka anak tekak bisa mengalami iritasi.Selain itu, anak tekak juga bisa mengalami luka saat prosedur operasi dilakukan. Contohnya ketika prosedur tonsillectomy, yaitu pengangkatan tonsil yang terletak di sisi kanan dan kiri anak tekak.

4. Genetik

Lebih jarang, faktor genetik juga bisa menjadi pemicu terjadinya anak tekak bengkak. Istilah medisnya adalah hereditary angioedema yang menyebabkan wajah, tangan, kaki, tenggorokan, dan juga anak tekak membengkak. Pada penderitanya, ukuran anak tekak memang lebih besar dari normal. Penanganan paling memungkinkan untuk kondisi ini adalah operasi.

Siapa yang rentan mengalami uvulitis?

Selain faktor pemicu di atas, ada juga orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi mengalami uvulitis alias anak tekak bengkak. Mereka adalah:
  • Anak-anak
  • Penderita alergi tertentu
  • Kerap terpapar tembakau (perokok pasif atau thirdhand smoke)
  • Kerap terpapar substansi kimia berbahaya
  • Memiliki sistem imun lebih lemah

Meredakan uvulitis di rumah

wanita berkumur dengan air putih
Berkumur dengan air garam hangat dapat meredakan gejala uvulitis
Ketika anak tekak membengkak, itu adalah sinyal tubuh bahwa ada sesuatu yang salah. Beberapa cara di bawah ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman, yaitu:
  • Mengonsumsi es krim, makanan, atau minuman dingin untuk mendinginkan tenggorokan
  • Berkumur air hangat dan garam untuk menenangkan tenggorokan yang kering dan gatal
  • Sebisa mungkin banyak beristirahat
  • Minum banyak cairan hingga warna urine berwarna terang
Pada sebagian besar kasus, kondisi anak tekak bengkak akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun terkadang, perlu juga konsultasi langsung dengan dokter apabila uvulitis terjadi karena masalah medis tertentu.

Catatan dari SehatQ

Apabila uvulitis tidak mereda setelah beberapa hari ditangani sendiri di rumah bahkan berpengaruh terhadap cara pernapasan, segera periksakan diri ke dokter. Dengan demikian, bisa diketahui cara penanganan yang tepat sekaligus mencegahnya terjadi kembali.
penyakitradang tenggorokansakit tenggorokan
Healthline. https://www.healthline.com/health/swollen-uvula
Diakses pada 16 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315997
Diakses pada 16 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/causes-swollen-uvula
Diakses pada 16 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait