Anak Sering Sakit? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

(0)
27 Mar 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab anak sering sakit dapat berasal dari dalam dan luar dirinyaAda sejumlah penyebab anak sering sakit
Sebagai orangtua, tentunya Anda dapat merasa khawatir dan sedih jika melihat anak sering sakit. Pilek, demam, infeksi telinga, atau gangguan pencernaan merupakan sederet penyakit yang sering terjadi pada anak. Namun, selama anak masih terlihat ceria saat sehat dan berat badan tetap bertambah, kondisi anak sering sakit sebetulnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Kemungkinan penyebab anak sering sakit

Ada beberapa kemungkinan penyebab anak sering sakit yang perlu Anda waspadai sebagai orangtua. Kemungkinan ini dapat berasal dari diri anak (internal) dan faktor-faktor luar yang memengaruhinya (eksternal).

1. SIstem imun tubuh yang belum sempurna

Setelah menginjak usia 6 bulan, biasanya anak mulai sering sakit. Hal ini dikarenakan anak mulai lebih aktif bergerak, tapi di sisi lain imunitas yang didapatkannya dari ibu mulai menghilang.Pada usia ini, tubuh anak mulai menciptakan imunitasnya sendiri. Tentu saja, imunitas ini tidak langsung terbentuk sempurna sehingga dapat menjadi penyebab anak gampang sakit.

2. Paparan patogen dari lingkungan sekitar

Patogen seperti virus, bakteri, atau parasit penyebab penyakit ada di mana-mana dan jenisnya pun beragam. Setiap hari, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua dapat terpapar patogen.Saat bayi berusia 6 bulan atau lebih, mereka banyak meraba dan sering memasukkan jari, tangan, serta apa saja yang ada pada genggaman ke dalam mulutnya.Kebiasaan tersebut dapat menjadi jalan bagi anak terpapar patogen. Apalagi jika anak sudah bisa merangkak atau berjalan dan semakin banyak berinteraksi dengan lingkungan.Pada saat ini, sistem imun tubuh anak akan berhadapan dengan berbagai jenis kuman yang berbeda untuk pertama kali sehingga bisa membuat anak sering demam dan sakit.

3. Sering berinteraksi dengan orang lain dalam jarak dekat

Setelah mengikuti daycare atau mulai sekolah, umumnya anak kecil sakit pilek bisa sampai 5-7 kali dalam setahun. Selain pilek, mereka juga dapat menderita diare sekitar 2-3 kali dalam setahun.Yang jadi penyebab anak mudah sakit di sini adalah tingginya intensitas berinteraksi dengan orang lain dalam jarak dekat. Kondisi ini memungkinkan terjadi penularan kuman penyebab penyakit. Pada masa ini, mereka juga semakin aktif, tapi sistem imun tubuh belum sepenuhnya terbentuk.

Dampak anak sering sakit

Berikut adalah beberapa dampak dari anak sering sakit yang perlu Anda antisipasi.
  • Anak mungkin dapat lebih rewel dan muram karena sering sakit.
  • Beberapa anak mungkin dapat terlihat pendiam, lemah, dan lesu sehingga bisa membuat orangtuanya merasa bingung dan khawatir.
  • Anak juga terpaksa mengurangi aktivitas dengan tidak masuk daycare atau izin dari sekolah sehingga dapat menghambat kemajuan proses belajarnya
  • Anak mungkin harus mengejar banyak pelajaran yang tertinggal saat meninggalkan kelas.
Namun, di sisi lain, sistem imun tubuhnya juga kian terbentuk dan terlatih saat anak sering sakit. Hanya saja, proses ini tentunya memerlukan waktu. Seiring bertambahnya usia, biasanya frekuensi balita sakit akan terus berkurang.

Cara mencegah anak sering sakit

Kebiasaan cuci tangan
Ajarkan anak kebiasaan mencuci tangan supaya tidak sering sakit
Anda dapat melakukan sejumlah cara untuk mencegah anak agar tidak sering sakit.
  • Pastikan anak cukup tidur dan beristirahat.
  • Cukupi kebutuhan gizi yang seimbang. Jika anak sudah mengonsumsi makanan padat, pastikan ia mendapatkan banyak asupan sayuran dan buah.
  • Hindarkan anak dari paparan asap rokok yang dapat mengiritasi jalan napas dan mengganggu kekebalan tubuh. Kondisi ini juga meningkatkan risikonya terhadap berbagai penyakit pernapasan.
  • Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan.
  • Ajarkan anak kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan cara melakukannya dengan benar.
  • Ajarkan anak cara melakukan bersin dan batuk yang benar, dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku.
  • Bersihkan secara rutin setiap permukaan barang yang sering digunakan anak beraktivitas.
  • Ajarkan anak menjaga jarak dari teman yang sakit.
  • Boleh berbagi makanan, tapi ajarkan agar anak tidak menggunakan peralatan makan dan minum bersama orang lain.
  • Hentikan kebiasaan anak menggigiti kuku.
  • Buka sepatu dan tas sekolah sebelum memasuki rumah.
Jika anak sering sakit dan tidak mengalami perbaikan gejala dalam beberapa hari, sebaiknya periksakan mereka ke dokter. Misalnya, jika demamnya tidak kunjung turun setelah 3-5 hari atau anak menunjukkan gejala dehidrasi.Selain itu, apabila anak terlihat sering muram dan lesu meski tidak sakit atau mengalami penurunan berat badan terus-menerus, sebaiknya juga bawa mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Jika Anda punya pertanyaan kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit anakanak sakit
Health Care. https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_5nzgsffm
Diakses 22 Maret 2021
Web MD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/qa/why-do-children-get-sick-so-often
Diakses 22 Maret 2021
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/health/other-issues/what-to-do-about-recurring-illnesses/
Diakses 22 Maret 2021
Cone Health. https://www.conehealth.com/services/primary-care/12-ways-to-keep-your-child-from-getting-sick-at-school/
Diakses 22 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait