Alergi Telur, Apakah Bisa Disembuhkan?


Alergi telur bisa muncul segera atau beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi telur atau memakanan makanan yang mengandung komponen telur. Gejalanya akan dimulai dengan iritasi kulit kemerahan, bengkak, dan juga gatal.

(0)
03 Jul 2019|Azelia Trifiana
Alergi telur pada anakAlergi telur umum terjadi pada anak-anak, tetapi akan menghilang seiring pertambahan usia
Menu dengan bahan dasar telur adalah favorit banyak orang. Selain terjangkau, rasanya lezat, mudah dikreasikan, kandungan gizinya pun baik. Meski demikian, tak sedikit orang yang justru mengalami alergi telur.Telur merupakan penyebab alergi paling umum bagi anak-anak. Biasanya, alergi telur ini terdeteksi sejak usia dini dan menjadi kian parah ketika mereka mulai belajar untuk makan.

Penyebab tiba-tiba alergi telur

 Reaksi yang tidak biasa saat mengonsumsi makanan tertentu adalah salah satu tanda alergi makanan. Salah satu jenis makanan yang bisa jadi penyebab alergi makanan adalah telur.Alergi telur lebih banyak dialami oleh anak-anak daripada orang dewasa. Penyebab alergi telur bisa dipicu dari sistem kekebalan tubuh yang keliru saat merespons protein dari telur dan menganggapnya sebagai ancaman.Alergi telur sebaiknya tidak Anda disepelekan karena pada kondisi tertentu dapat mengakibatkan anafilaksis atau reaksi alergi parah. Jika tidak ditangani sesegera mungkin, anafilaksis bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Tanda anak mengalami alergi telur

Ketika seorang anak dengan kondisi alergi telur memakan sesuatu yang memiliki bahan telur di dalamnya, hal tersebut dapat menimbulkan reaksi atau gejala yang menandakan kondisinya. Berikut ini beberapa contoh gejala yang akan dialami oleh anak.Beberapa reaksi alergi yang ringan mungkin hanya akan menimbulkan satu gejala seperti rasa gatal pada kulit. Namun, bukan tidak mungkin reaksi dan gejala tersebut berkembang menjadi lebih parah jika terjadi lagi di kemudia hari.

Gejala alergi telur pada orang dewasa

Dibandingkan dengan alergi telur pada anak-anak, alergi telur pada orang dewasa adalah hal yang sangat jarang terjadi. Hal ini dikarenakan anak-anak biasanya telah berhasil mengatasi alergi telur seiring dengan pertumbuhannya.Gejala alergi telur bisa muncul dengan cepat atau beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi telur maupun bahan makanan yang mengandung komponen telur.Tanda yang biasanya terjadi di antaranya adalah:
  • Iritasi kulit: merah, bengkak atau gatal
  • Hidung berair dan bersin-bersin
  • Bibir pucat atau bengkak
  • Gangguan pencernaan seperti kram perut, mual muntah
  • Batuk-batuk, sesak napas atau asma
Meski demikian, bukan berarti tidak ada kasus alergi telur pada orang dewasa. Bisa saja kekebalan tubuh mereka masih sensitif terhadap telur dan menimbulkan reaksi defensif.Tingkat keparahan gejala yang terjadi pun bisa berupa demam, muncul eksim, hingga reaksi anafilaksis. Gejala yang disebut terakhir ini adalah reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan kematian.

Apakah alergi bisa sembuh total?

Biasanya, reaksi alergi pada tubuh anak bisa berupa wajah memerah hingga ruam di sekitar mulut. Usia yang paling umum melihat anak mengalami alergi telur adalah 6-15 bulan. Kabar baiknya, sebagian besar anak-anak yang mengalami alergi telur akan beradaptasi dengan sendirinya seiring bertambahnya usianya.Alergi adalah reaksi berlebihan saat tubuh terkena zat asing dari lingkungan atau makanan yang dikonsumsi. Perlu diperhatikan, kondisi ini tidak bisa sembuh total dan bisa membahayakan sebagian orang. Meskipun demikian, obat-obatan dan penanganan darurat bisa menyelamatkan nyawa pasien.

Bagaimana cara mengatasi alergi telur?

Ada kalanya alergi telur pada seseorang bereaksi cukup parah. Reaksinya seperti napas tersengal-sengal, lidah atau bibir membengkak, hingga penderitanya merasa tenggorokannya tercekat.Ketika hal ini terjadi, pertolongan pertama yang bisa diberikan adalah membawanya ke unit gawat darurat. Reaksi alergi yang terkait dengan jantung dan pernapasan harus segera mendapatkan penanganan medis darurat.Hal yang sama juga perlu dilakukan jika seseorang yang mengalami alergi dan telah mengonsumsi obat namun gejalanya tak kunjung membaik.Pengobatan alergi telur yang bisa Anda mulai dengan tidak mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Obat-obatan juga bisa Anda gunakan apabila kondisinya masih cenderung ringan dengan tujuan untuk mengurangi gejala yang timbul. Beberapa obat yang umum digunakan adalah:
  • Antihistamin. Obat ini bisa Anda berikan setelah pengidap mengonsumsi telur dengan tujuan untuk menghindari reaksi alergi yang berat.
  • Adrenalin. Obat ini bisa Anda gunakan dengan cara disuntikkan untuk menangani reaksi alergi yang serius berupa anafilaksis. Pengidap alergi telur dengan gejala yang serius harus segera dibawa ke rumah sakit.
Selain itu, cara yang bisa Anda lakukan terutama jika alergi telur terjadi pada bayi dan anak-anak adalah:
  • Basuh kulit dan mulut bayi untuk membersihkan sisa kontak dengan telur. Cara ini bisa mengurangi reaksi alergi pada kulit seperti ruam dan gatal-gatal.
  • Oleskan salep hidrokortison (obat antiradang) ke ruam di kulit untuk mencegah peradangan dan rasa gatal
  • Beri obat antihistamin sesuai dengan dosis usia dan berat badan anak
  • Untuk sementara, jangan beri makan telur atau olahannya kepada anak
Selalu sedia salep hidrokortison dan obat antihistamin apabila ada anak atau orang di sekitar Anda yang memiliki alergi telur. Namun tak perlu terlalu khawatir, mengingat sebagian besar anak-anak akan sembuh dari alergi telur seiring dengan bertambahnya usia.
alergitelur
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/egg#7
Diakses pada 29 Mei 2019
Journal of Allergy and Clinical Immunology. http://www.jiaci.org/issues/vol17issue01/11.pdf
Diakses pada 29 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/egg-allergy/diagnosis-treatment/drc-20372119
Diakses pada 29 Mei 2019
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/499906-how-to-treat-an-allergic-reaction-to-eggs-in-an-infant/
Diakses pada 29 Mei 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/egg-allergy.html?WT.ac=ctg
Diakses pada 6 Mei 2020
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19369862/
Diakses pada 26 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/egg
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait