Anak Mulai Senang Dandan? Orangtua Wajib Tahu Make Up Anak yang Aman

Sebelum membiarkan anak berdandan, cari tahu mengenai kandungan bahan dalam make up anak yang aman untuk kulitnya
Jangan kaget melihat anak perempuan Anda mulai meniru ibunya untuk berdandan

Bagi para ibu yang memiliki anak perempuan, siap-siap saja jika Si Kecil mulai meniru kebiasaan Anda berdandan. Jangan kaget bila tiba-tiba si bocah 3 tahun Anda dengan luwes berpura-pura menggambar alis atau memoles pipi memakai blush on. Sebenarnya, adakah make up anak yang aman untuk usia Si Kecil?

Memang lucu melihat tingkah Si Kecil, namun perlu diingat makeup mengandung bahan-bahan kimia yang belum tentu cocok bagi anak-anak. Lantas apa yang sebaiknya dilakukan?

Anak dan makeup

Penggunaan makeup bagi anak kadang menuai pro-kontra di kalangan orang dewasa. Sebagian orangtua tidak ingin anak mereka terlihat sok tua karena menggunakan makeup. Beberapa lainnya menganggap make up anak adalah hal yang berlebihan. 

Jika melihat dari sudut pandang anak-anak, mereka biasanya mulai ingin mengenakan makeup untuk alasan yang sederhana. Misalnya, agar bisa bermain dengan teman-temannya yang juga ingin memakai makeup atau ingin menunjukkan bahwa mereka bukan lagi bayi kecil. 

Sementara Eva Kubiczek-Love, seorang dokter anak, berpendapat bahwa tidak ada salahnya anak-anak ingin mencoba menggunakan makeup. Cara yang tepat untuk memakai riasan tergantung pada perspektif keluarga dan pandangan yang diterima di komunitas Anda. Jika putri Anda sering mengikuti kompetisi menari atau modelling, misalnya, penggunaan makeup mungkin lebih lazim untuk diterima. 

Namun jika anak tetap ingin mencoba, tak perlu dilarang. Dokter Eva menyarankan untuk berbicara secara terbuka tentang minat anak akan makeup. Tetapkan batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka pakai atau lakukan dalam berdandan.

Hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih make up anak

Bila Anda berniat membelikan anak makeup sendiri, ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Beli produk makeup yang aman untuk anak

Saat ini sudah banyak produsen kosmetik yang memproduksi make up anak dengan formula khusus yang disesuaikan usia anak-anak. Namun bila sulit menemukannya, Anda bisa memilih kosmetik berlabel ‘alami’ atau ‘organik’. Produk-produk ini biasanya menggunakan bahan dasar alami dan non-toksik sehingga lebih aman untuk digunakan berbagai tahapan usia. 

Akan tetapi, banyak dari kosmetik alami maupun organik yang beredar dengan standar keamanan yang kurang. Terkadang ada yang sembarangan mencantumkan label tanpa melewati pengujian terlebih dahulu. Untuk menghindarinya, pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM atau lembaga pengawasan lainnya seperti FDA (badan pengawas dari Amerika Serikat). 

Pilih produk yang hanya mengandung sedikit sekali bahan berbahaya atau bahkan tidak ada bahan berbahaya sama sekali. Anda bisa memeriksa keamanan bahan-bahan baku yang ada di dalam kemasan pada situs berikut https://www.ewg.org/skindeep/

Selain itu, perhatikan juga jumlah kandungan zat yang dimiliki produk tersebut. Suatu penelitian yang dilakukan di Italia telah mengamati 283 produk kosmetik yang ada di pasaran. 

Hasilnya hampir 58% dari produk-produk tersebut mengandung kadar yang lebih besar dari yang diperbolehkan. Jika kosmetik mengandung kadar yang lebih tinggi dari batas amannya, maka iritasi dan keracunan bisa saja terjadi. Bahan yang tadinya aman pun menjadi tidak aman.

2. Mulai dari makeup sederhana

Tak perlu rangkaian makeup lengkap untuk anak-anak. Mulailah dari lip gloss untuk anak-anak yang masih ada di bangku sekolah dasar. Untuk anak yang sudah beranjak remaja dapat menambahkan bedak dan produk dasar lainnya. Hindari lipstik dengan warna menyala dan eyeliner tebal.

3. Perhatikan tanda-tanda iritasi

Iritasi kulit akibat makeup ditandai dengan ruam merah pada kulit, gatal-gatal, dan pembengkakan. Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut segera hentikan penggunaan makeup, berikan Anak obat antialergi, dan hubungi dokter. Reaksi alergi yang muncul di wajah anak Anda dapat menyebar ke saluran napasnya. 

Apabila anak Anda mengalami mengi, sakit perut atau muntah, segera larikan ke IGD untuk mendapatkan perawatan medis.

4. Hindari produk-produk berbasis minyak

Jauhi produk-produk berbahan dasar minyak pada krim, losion, atau foundation. Produk ini dapat memicu kondisi kulit yang sensitif seperti eksim, jerawat, dan kondisi lainnya mungkin saja muncul. Sebaliknya, pilih produk dengan bahan dasar bebas minyak. 

5. Lakukan perawatan kulit

Selain memilih produk yang aman dan tidak berbahan dasar minyak, langkah perawatan kulit wajib dilakukan. Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Cuci wajah anak setiap hari dengan pembersih ringan
  • Hindari sabun antibakteri dan produk pengelupasan kulit (exfoliating agents). Produk tersebut dapat merusak kulit anak-anak dan menyebabkan jerawat
  • Hapus semua riasan sebelum tidur
  • Ganti kosmetik setiap 6 hingga 12 bulan untuk meminimalkan risiko kontaminasi mikroba

Selain hal di atas, penting untuk mengajari anak bahwa makeup sejatinya berfungsi untuk meningkatkan penampilan mereka. Bukan untuk mengubah rupa atau menjadi tergantung kepadanya jika ingin tampil cantik. Katakan pada buah hati Anda bahwa dengan atau tanpa makeup, wanita sejatinya adalah makhluk yang cantik. 

Ingatkan  anak jika terlalu sering menggunakan make up dapat menyebabkan penuaan dini, jerawat, dan tekstur wajah menjadi kasar. 

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6477564/
Diakses pada 9 April 2020

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/does-your-child-want-to-wear-makeup-5-things-you-should-know/
Diakses pada 9 April 2020 

EWG. https://www.ewg.org/skindeep/
Diakses pada 9 April 2020

Sheknows. https://www.sheknows.com/parenting/articles/819083/whats-the-right-age-to-wear-makeup/
Diakses pada 9 April 2020

Artikel Terkait