logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

15 Cara Mengatasi Anak Ngompol yang Dianggap Efektif

open-summary

Terdapat berbagai cara mengatasi anak ngompol yang bisa dicoba, seperti memberikan dukungan pada anak, beri pujian dan hadiah jika tidak ngompol, hingga berkonsultasi ke dokter.


close-summary

5

(2)

3 Mei 2019

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara mengatasi anak ngompol yang efektif

Cara mengatasi anak ngompol dapat dilakukan dengan kesabaran.

Table of Content

  • 15 cara mengatasi anak ngompol yang bisa dicoba
  • Penyebab mengompol pada anak
  • Kapan harus ke dokter?

Sadarilah bahwa mengompol adalah bagian normal dari pertumbuhan. Kebanyakan anak-anak tidak akan tetap kering pada malam hari sampai mereka berusia sekitar 3 tahun, dan biasanya bukan masalah besar bagi orangtua hingga anak berusia 6 tahun. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak ngompol yang bisa Anda simak.

Advertisement

15 cara mengatasi anak ngompol yang bisa dicoba

Terdapat beberapa cara mengatasi anak ngompol yang bisa dicoba oleh orangtua, di antaranya:

1. Berikan dukung pada anak

Tenangkan anak Anda dengan menjadi orangtua yang suportif. Anak Anda pasti tidak dengan sengaja mengompol, dan mengompol bukan pertanda masalah fisik maupun emosi. Jelaskan bahwa hal ini normal, sangat biasa, dan tidak selamanya mereka akan mengompol.

2. Berbagi pengalaman

Ceritakanlah pada si kecil momen saat Anda atau pasangan Anda mengompol saat masih kecil. Cerita tersebut akan membantunya untuk menyadari bahwa fase mengompol akan dilewati. Hal ini juga akan membantunya untuk tidak merasa sendiri dan malu.

3. Bantu anak mencari solusinya

Jika ia berusia di atas 4 tahun, tanya apa solusi darinya untuk berhenti mengompol. Diskusikan secara bersama-sama. Minum lebih sedikit saat malam hari dan kurangi konsumsi minuman berkafein. Dengan melibatkannya dalam pencarian solusi, Anda membantu anak untuk meningkatkan kepercayaan diri.

4. Beri pujian dan hadiah jika tidak ngompol

Stiker atau bintang bisa menjadi penanda yang seru ketika ia tidak mengompol. Namun, jika ia mengompol, ingatkan anak bahwa ia akan mendapatkan hasil yang diinginkan jika ia berusaha.

5. Biasakan anak untuk ke kamar mandi sebelum tidur

Cara mengatasi anak ngompol secara tradisional yang patut dicoba adalah membiasakan anak untuk selalu ke kamar mandi sebelum tidur. Hal ini dapat membuat kandung kemih anak kosong sehingga kebiasaan mengompol dapat dicegah.

Jangan lupa untuk mengingatkan anak bahwa bangun pada malam hari untuk ke kamar mandi itu tidak masalah.

6. Libatkan anak saat membersihkan kasur

Ketika anak mengompol, biarkan anak meletakkan baju tidurnya pada bak cuci atau biarkan anak membantu Anda untuk mengganti sprei. Pastikan ia menyadari bahwa ini bukan hukuman, namun bagian dari hal yang harus dikerjakan jika ia mengompol.

7. Meredakan perasaan stres

Stres dipercaya sebagai salah satu penyebab anak mengompol. Jika anak mengalami stres saat menginap, ingatkan si kecil tentang langkah-langkah yang biasa ia lakukan di rumah agar tidak mengompol. Bawakan ia celana yang menyerap dan baju untuk jaga-jaga jika ia mengompol.

Selain itu, Anda juga perlu memberitahu orang dewasa di tempat ia menginap bahwa anak Anda mungkin akan mengompol dan bicarakan dengan anak Anda untuk mengatasinya jika ia mengompol.

8. Sabar

Memarahi anak tidak akan membuat anak berhenti mengompol. Jangan bicarakan hal tersebut di depan orang lain untuk membuat ia malu. Rasa malu hanya akan meningkatkan rasa stres dan cemas mereka.

9. Jangan meledek anak

Mengompol membuat anak menjadi sasaran empuk ledekan. Untuk membantunya, pastikan rumah Anda aman untuknya. Jangan biarkan anggota keluarga Anda meledeknya.

10. Mengatasi sembelit pada anak

Cara mengatasi anak ngompol selanjutnya adalah mengatasi sembelit yang ia alami.

Pasalnya, sembelit menjadi salah satu penyebab anak ngompol. Kondisi medis ini dapat membuat kandung kemih tertekan dan mengalami iritasi. Alhasil, anak pun dapat mengompol.

Pada anak yang lebih besar, misalnya 12 tahun, kondisi ini mungkin bisa lebih mudah diketahui. Ada banyak cara mengatasi anak ngompol usia 12 tahun karena sembelit, mulai dari rutin minum air putih hingga mengonsumsi makanan yang tinggi serat.

11. Hindari makanan dan minuman yang membuat kandung kemih iritasi

Cara mengatasi anak ngompol 5 tahun ke atas yang patut dicoba adalah menghindari makanan dan minuman yang dapat membuat kandung kemih iritasi.

Makanan dan minuman tersebut meliputi susu cokelat dan kakao (yang mengandung kafein), jus buah-buahan sitrus, perasa dan pewarna makanan buatan, hingga pemanis.

Beberapa orangtua tidak menyadari bahwa makanan dan minuman di atas dapat membuat kandung kemih anak iritasi sehingga menyebabkan si kecil ngompol.

13. Menggunakan alarm ompol

Alarm ompol adalah alarm yang didesain untuk bisa berbunyi saat sensornya mendeteksi keberadaan air kencing atau kelembapan pada kasur. Gawai ini dapat digunakan oleh anak kecil maupun remaja.

Saat alarm berbunyi, anak dapat tahu bahwa dirinya mengompol sehingga ia bisa segera ke kamar mandi.

Cara mengatasi anak ngompol 9 tahun ini dianggap ampuh. Lambat laun, anak dapat mengenali ciri-ciri kandung kemih yang sudah penuh sehingga kebiasan mengompol bisa diatasi.

14. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Dikutip dari Very Well Health, jika anak sudah beranjak dewasa tapi masih memiliki kebiasaan mengompol, terdapat obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi masalah tersebut.

Memang tidak ada obat yang bisa menghilangkan kebiasaan mengompol. Namun, terdapat obat-obatan yang bisa mengurangi produksi urine yang di lepas ginjal dan meningkatkan jumlah urine yang bisa disimpan kandung kemih.

Namun ingat, berkonsultasilah dulu pada dokter untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat dari obat-obatan tersebut.

15. Berkonsultasi ke dokter

Jika anak Anda mengompol pada usia 7 tahun, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Mungkin saja terdapat kondisi medis yang menyebabkan anak memiliki kebiasaan mengompol.

Dengan berbicara bersama dokter, Anda bisa mendapatkan solusi terbaik untuk bisa mengatasi kondisi medis tersebut. Sehingga, kebiasaan ngompol pada anak dapat diatasi.  

Baca Juga

  • Perkembangan Mata Bayi Sejak Lahir Hingga Dua Tahun
  • Kenali Perbedaan Fungsi Ruang IGD, UGD, PICU, dan ICU di Rumah Sakit
  • Mengenal Gejala ADHD pada Anak dan Cara untuk Menanganinya

Penyebab mengompol pada anak

Setelah mengetahui berbagai cara agar anak tidak ngompol lagi, pahami juga berbagai penyebab anak ngompol berikut ini.

  • Kandung kemih yang kecil

Kandung kemih anak masih dalam fase pertumbuhan sehingga belum cukup besar untuk menampung urine yang diproduksi di malam hari.

  • Ketidakseimbangan hormon

Terkadang, adanya ketidakseimbangan hormon antidiuretik (anti-diuretic hormone) dapat membuat anak mengompol. Hormon ini berfungsi untuk memperlambat proses produksi urine di malam hari.

  • Infeksi saluran kemih

Jika anak Anda mengidap kondisi infeksi saluran kemih, ia dapat sering mengompol. Kondisi medis ini dapat membuat anak sulit menahan urinenya.

  • Sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi medis yang dapat membuat pernapasan anak terganggu saat tidur. Umumnya, kondisi medis ini terjadi akibat pembesaran atau peradangan amandel.

Ternyata, sleep apnea juga bisa menyebabkan anak sering mengompol di malam hari.

  • Sembelit kronis

Otot yang digunakan untuk mengontrol urine juga memiliki tugas untuk mengeluarkan feses dari dalam tubuh. Jika anak mengalami sembelit dalam waktu yang lama, fungsi otot tersebut bisa rusak dan menyebabkan anak ngompol di malam hari.

Kapan harus ke dokter?

Sebenarnya, mengompol adalah kebiasaan yang wajar jika terjadi pada anak, apalagi jika ia masih berusia dini.

Namun, jika beberapa hal di bawah ini terjadi, segeralah datang ke dokter untuk berkonsultasi.

  • Anak masih suka ngompol meski usianya sudah di atas 7 tahun.
  • Anak tiba-tiba sering ngompol, padahal sebelumnya tidak pernah.
  • Rasa sakit saat mengompol.
  • Perasaan haus yang tidak biasa.
  • Air kencingnya berwarna merah atau merah muda.
  • Feses yang bertekstur keras.
  • Sering mendengkur.

Jika Anda ingin bertanya seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

klinik tumbuh kembang anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved