Anak Kurus, Ini Penyebab dan Langkah Penting Orangtua

(0)
05 Jun 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Anak kurus bisa menandakan beberapa gangguan kesehatan.Anak kurus bisa meningkatkan berat badannya dengan menjalani diet seimbang.
Berat badan memang tidak bisa seratus persen mencerminkan kondisi kesehatan anak. Namun, indikator tersebut tetaplah menjadi informasi yang penting. Sebagai orangtua, Anda mungkin kesulitan untuk menyimpulkan Si Kecil kurus dan memiliki berat badan rendah.Namun sebenarnya jika pernah mengukur tinggi dan berat badan Si Kecil, Anda bisa menggunakan kalkulator BMI yang tersedia di Internet, untuk mengetahui status gizinya. Untuk memastikannya, Anda bisa membawa Si Kecil ke Puskesmas, klinik, maupun rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Mengapa anak kurus? Ini bisa jadi penyebabnya

Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan melihat sejumlah faktor sebelum menyimpulkan anak kurus karena berat badan kurang. Pemeriksaan ini antara lain meliputi kebiasaan makan anak, kondisi kesehatannya secara keseluruhan, berat dan struktur tubuh, dan gangguan kesehatan tertentu.Dokter juga akan menghitung indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) anak. Jika hasil BMI di bawah persentil 5%, maka anak masuk kategori kekurangan berat badan.Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak kurus karena berat badan kurang. Anak yang terlahir prematur biasanya memiliki berat badan rendah. Sebab, ia harus "mengejar" tumbuh kembang anak-anak lain seusianya.Namun, yang menjadi penyebab umum kekurangan berat badan pada anak adalah asupan makanan yang tidak mencukupi kebutuhannya. Bisa jadi karena anak memilih-milih makanan alias picky eater, atau akibat kondisi lain, seperti berikut ini:

1. Penggunaan obat-obatan tertentu:

Obat-obatan, misalnya yang digunakan untuk mengatasi kondisi attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD), bisa mengurangi nafsu makan anak.

2. Alergi makanan:

Alergi makanan bisa membuat anak kekurangan kalori. Oleh karena itu, semakin banyak alergi makanan yang dimiliki anak, maka risiko kekurangan kalori bisa semakin besar.

3. Masalah hormon atau pencernaan:

Gangguan hormon, masalah pencernaan atau persoalan lain dalam penyerapan nutrisi, terkadang bisa membuat anak sulit meningkatkan berat badannya, seiring bertambahnya usia.

Diet seimbang untuk anak kurus

Semua anak membutuhkan kalori dan nutrisi yang berasal dari diet gizi seimbang dan bervariasi. Diet di sini bukan berarti diet untuk menurunkan berat badan.Diet sehat untuk anak pun berbeda dari diet untuk orang dewasa. Sebab, makanan sehat yang direkomendasikan untuk orang dewasa, belum tentu cocok dikonsumsi anak-anak.Mengapa begitu? Kapasitas perut anak-anak tentu tidak sebesar orang dewasa. Oleh karena itu, porsi makan yang ideal untuk anak-anak adalah makan besar 3 kali sehari, ditambah 3 kudapan kecil.Memang, mungkin sebagai orangtua Anda tergoda untuk memberikan kudapan tinggi kalori tapi tidak sehat seperti permen, cokelat, cake, minuman manis, maupun makanan berlemak. Namun ingat, biasakan anak menjalani diet seimbang, untuk bisa meningkatkan berat badannya secara sehat. Seperti apa contoh makanan dan minuman diet seimbang ini?

Mempersiapkan menu diet seimbang untuk anak

Berikan berbagai asupan sehat untuk anak.
Berikut ini panduan menu makanan atau minuman dalam diet seimbang bagi anak yang kekurangan berat badan:
  • Setidaknya 5 porsi buah dan sayur yang beragam, setiap hari
  • Makanan yang mengandung tepung berkabohidrat seperti kentang, roti, nasi dan pasta
  • Produk susu atau beberapa alternatifnya, seperti susu soya dan yogurt, pilih yang rendah lemak dan rendah gula
  • Sumber protein seperti kacang-kacangan, ikan, telur, atau daging. Berikan 2 porsi ikan setiap minggu, yang terdiri dari 1 porsi ikan yang mengandung minyak, seperti salmon atau tenggiri
  • Porsi kecil minyak tak jenuh atau lemak tak jenuh
  • Cairan dalam jumlah banyak, setidaknya 6-8 gelas air per hari
Anak berusia di bawah 2 tahun, mebutuhkan energi terkonsentrasi yang berasal dari lemak. Selain itu, ada beberapa vitamin yang juga hanya bisa diperoleh dengan mengonsumsi lemak.Itulah sebabnya, makanan atau minuman pada energi seperti susu, yogurt, keju, ikan dengan kandungan minyak, sangat penting bagi anak. Setelah anak menginjak usia 2 tahun, Anda bisa mulai secara bertahap memperkenalkan produk susu rendah lemak, dan tidak lagi memberikan lemak dari makanan lain. Lakukan ini, selama anak gemar makan dan tumbuh dengan baik.Ketika mencapai usia 5 tahun, anak harus terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan rendah lemak, seperti halnya yang direkomendasikan dalam diet untuk orang dewasa.

Selain itu, orangtua harus lakukan ini

Sebagai orangtua, Anda bertanggung jawab dalam membangun kebiasaan sehat Si Kecil. Apa saja yang bisa Anda lakukan?
  • Pastikan anak aktif bergerak setidaknya 60 menit dalamm satu hari. Meski kurus karena kekurangan berat badan, penting bagi anak untuk tetap aktif secara fisik. Sebab, aktivitas ini akan membantu anak tumbuh kuat, serta memiliki otot dan tulang yang sehat.
  • Isi separuh piring makanan anak dengan sayur serta buah. Berikan Si Kecil air putih, bukan minuman manis.
  • Pastikan anak tidur dengan cukup. Sebab jika kurang tidur, tubuh anak akan mengalami stres.
  • Batasi screen time, termasuk untuk smartphone, TV, video game, maupun komputer.
Kebiasaan sehat mendasar tersebut dipercaya mampu memberikan perkembangan signifikan bagi kesehatan anak.

Catatan dari SehatQ:

Vitamin A, vitamin C, dan vitamin D penting untuk anak berusia 6 bulan-5 tahun. Asupan ini terutama dibutuhkan untuk anak yang memiliki berat badan kurang karena tidak menjalani diet sehat bervariasi, dan kekurangan nutrisi. Untuk mengetahui dosis yang tepat, periksakan anak ke dokter.
makanan dietgizi anakdiet sehatgizi buruk
NHS.
https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/underweight-children-2-5-advice-for-parents/
Diakses pada 26 Mei 2020
Firstcry.
https://parenting.firstcry.com/articles/underweight-child-causes-symptoms-and-remedies/
Diakses pada 26 Mei 2020
Cleaveland Clinic.
https://health.clevelandclinic.org/dietitians-best-advice-child-underweight/
Diakses pada 26 Mei 2020
WebMD.
https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/move/features/skinny-kid-unhealthy#1
Diakses pada 26 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait