Anak Hiperaktif Adalah Anak yang Memiliki Keaktifan Tak Biasa, Kenali Tanda-tandanya

(0)
31 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak hiperaktif adalah anak yang keaktifannya tak biasa hingga sulit dikendalikanAnak hiperaktif seringkali sulit untuk tetap diam atau duduk
Ketika melihat anak seringkali tak bisa diam, banyak bicara, dan bergerak sangat aktif, Anda mungkin merasa bahwa ia hiperaktif. Anak hiperaktif adalah anak yang memiliki keaktifan tak biasa sehingga sulit dikendalikan.Karakteristik dari anak yang hiperaktif, yaitu gerakan konstan, perilaku agresif, perilaku impulsif, dan mudah terganggu. Hal ini dapat menyebabkan anak kesulitan belajar di sekolah, memiliki hubungan yang tak baik dengan keluarga atau teman, dan terjadinya kecelakaan atau cedera.

Penyebab anak hiperaktif

Hiperaktif dapat disebabkan oleh kondisi mental atau fisik yang mendasarinya, misalnya yang memengaruhi sistem saraf atau tiroid. Adapun penyebab paling umum hiperaktif pada anak, di antaranya:ADHD menjadi yang paling sering dikaitkan dengan hiperaktif. Kondisi tersebut bisa membuat anak menjadi terlalu aktif, sulit konsentrasi, dan cenderung bertindak tanpa berpikir. Di sisi lain, banyak pula orang yang percaya bahwa gula bisa memicu anak menjadi hiperaktif. Namun, penelitian tidak mendukung hal tersebut. Meski begitu, bukan ide yang bagus apabila membiarkan anak mengonsumsi gula secara berlebihan.

Tanda-tanda anak hiperaktif

Anak yang lincah tak selalu merupakan anak hiperaktif. Sebab hal yang normal bagi anak untuk memiliki banyak energi dan bersemangat dalam melakukan suatu hal. Anak-anak seringkali bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, serta tak memiliki rentang perhatian yang sama dengan orang dewasa. Agar tidak keliru, berikut tanda-tanda yang dapat ditunjukkan oleh anak hiperaktif:
  • Sulit konsentrasi di sekolah
  • Sulit untuk tetap diam atau duduk
  • Berlari kesana kemari
  • Melompat-lompat
  • Mengotak-ngatik benda
  • Berbicara dengan cepat
  • Banyak berbicara hingga melontarkan semuanya
  • Terkadang memukul orang lain
Apabila anak menunjukkan tanda tersebut secara teratur bahkan hingga menyebabkan masalah di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan, berkonsultasilah pada dokter. Merasa tertekan dengan kondisi hiperaktif yang dimiliki bisa membuat anak mengalami kecemasan atau depresiTak hanya pada anak-anak, hiperaktif juga ternyata bisa dialami oleh orang dewasa. Orang dewasa dengan hiperaktif mungkin mengalami rentang perhatian yang pendek, sulit konsentrasi di tempat kerja, dan sulit mengingat informasi, nama, atau angka. 

Pengobatan anak hiperaktif

Jika hiperaktif anak disebabkan oleh kondisi fisik yang mendasarinya, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengobati kondisi tersebut. Sementara, apabila disebabkan oleh kesehatan mental, maka pengobatan harus dilakukan dengan psikolog atau psikiater. Pilihan pengobatan yang dilakukan, meliputi:
  • Terapi

Terapi perilaku kognitif dan terapi bicara (talk therapy) seringkali digunakan untuk mengobati anak hiperaktif. Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku anak. Sementara, terapi bicara cenderung mendiskusikan gejala yang anak rasakan bersama terapis. Terapis pun akan membantu mengembangkan strategi untuk mengatasi hiperaktif dan mengurangi efeknya.
  • Obat-obatan

Anak juga mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan untuk membantu mengendalikan hiperaktifnya. Obat-obatan ini akan diresepkan oleh dokter untuk memberi efek menenangkan. Obat yang digunakan antara lain, dexmethylphenidate, dextroamphetamine dan amphetamine, dextroamphetamine, lisdexamfetamine, serta methylphenidate. Jika digunakan secara tidak benar, maka dapat menimbulkan masalah baru. Oleh sebab itu, dokter pun akan memantau penggunaan obat tersebut.Selain itu, dokter akan menyarankan agar anak menghindari stimulan seperti kafein dan nikotin yang dapat memicu gejala. Jadi, pastikan Anda tidak memberi anak apa pun yang mengandung kafein dan nikotin.Terkadang, terlalu banyak keributan dan aktivitas di rumah juga bisa membuat anak sulit untuk rileks sehingga berperilaku hiperaktif. Jadi, usahakan agar suasana tetap tenang dan luangkan waktu bersama keluarga. Anda dapat membacakannya buku cerita sambil merangkulnya untuk membuatnya terkendali.Anak-anak juga bisa menjadi gelisah apabila tak mendapat aktivitas fisik yang cukup untuk membakar energinya. Oleh sebab itu, Anda dapat mengajaknya berjalan-jalan, berenang, atau naik sepeda. Jangan ragu pula untuk berdiskusi dengan guru di sekolah mengenai kondisi anak Anda guna mendapat metode pembelajaran yang tepat. Ajak juga anak untuk menggali potensi dan mengembangkan kelebihan yang dimilikinya.
kesehatan anaktips membesarkan anak adhdadhdgangguan hiperaktivitas
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperactivity#treatment
Diakses pada 16 Juli 2020
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/why-child-hyper#1
Diakses pada 16 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait