Herpes pada Bayi, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya


Herpes pada bayi merupakan penyakit yang diakibatkan virus herpes simplex. Virus ini menjangkiti bayi dengan dua cara, yaitu Si Kecil mendapatkan ciuman dari orang lain hingga ibu mengidap herpes sejak hamil.

0,0
Herpes pada bayi ditandai dengan adanya lesi melenting di sekitar mulutHerpes pada bayi terjadi akibat ciuman ke bayi dari bibir orang yang memiliki cold sore
Herpes pada bayi adalah penyakit yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), dan sangat menular. Tidak hanya pada orang dewasa, virus ini pun bisa menjangkiti anak-anak dan bayi.
Ada dua jenis virus herpes, yaitu HSV tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). Jenis virus HSV-1 umumnya akan mengakibatkan infeksi herpes di mulut.Sementara itu, jenis virus HSV-2 dapat menyebabkan infeksi herpes di alat kelamin.

Herpes pun bisa menyerang bayi

Herpes pada bayi terjadi akibat imunitas belum sempurna
Herpes juga berpotensi dialami bayi. Penyakit ini dapat menjadi kondisi yang berbahaya apabila menyerang bayi karena sistem imun tubuh yang belum terbentuk sempurna.Diperkirakan, ada 4% herpes pada bayi merupakan herpes bawaan sejak lahir. Hal ini juga menyebabkan bayi mengalami kondisi hidrosefalus, koroiditis, dan mikrosefali.Dampak infeksi HSV ini menyebabkan lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, ditemukan pula lesi dengan gelembung berisi cairan di sekujur tubuhnya.

Penyebab herpes pada bayi

Penyebab herpes pada anak bisa beragam, tergantung kondisi serta lingkungan di sekitarnya. Salah satunya, lewat ciuman dari orang lain.Untuk itu, kewaspadaan mengenai herpes perlu lebih ditingkatkan, agar anak Anda dapat terhindar dari kondisi ini. 

1. Penularan saat di dalam kandungan dan proses kelahiran

Herpes pada bayi bisa dibawa melalui kehamilan
Penyebab herpes yang terinfeksi saat proses kelahiran dan saat dalam kandungan adalah karena Ibu yang menderita penyakit herpes genitalia (alat kelamin) untuk pertama kalinya pada 6 minggu terakhir kehamilan.Risiko bayi tertular herpes akan muncul apabila proses kelahiran dilakukan secara normal. Risiko akan menurun apabila sebelumnya ibu belum pernah menderita herpes.Jika sedang mengandung dan memiliki riwayat penyakit herpes, Anda disarankan untuk memberitahukan kondisi ini kepada dokter.Apabila infeksi tersebut masih aktif menjelang persalinan, dokter mungkin akan menyarankan operasi caesar, untuk mengurangi risiko penularan herpes ke bayi.

2. Penularan herpes pada bayi setelah dilahirkan

Herpes pada bayi ditularkan melalui payudara dengan cold sore saat menyusui
Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui kontak antara penderita herpes yang memiliki lepuhan-lepuhan kecil (cold sores) dengan bayi.Contoh yang paling umum terjadi adalah ketika penderita herpes tersebut memiliki cold sores di bibir, kemudian tanpa menyadari bahayanya, mencium bayi karena merasa gemas.Selain itu, penyebab salah satu penyakit bayi ini adalah paparan cold sore dari payudara ibu menyusui, kepada bayi.Cold sore pada payudara bisa terjadi setelah ibu memegang lepuhan kecil di area tubuh lain sebelumnya.Bayi paling berisiko terkena herpes pada usia empat minggu pertama setelah dilahirkan.Anda disarankan untuk tidak mencium bayi, apabila sedang memiliki cold sores untuk mengurangi risiko penularan.

Gejala herpes pada bayi

Terkadang, tanda-tanda herpes pada bayi tidak menunjukkan ciri yang khas. Hal ini membuat penanganan pun terhambat.Umumnya, gejala yang dibawa sejak lahir adalah munculnya luka berbentuk gelembung di sekitar kulitnya. Gejala ini umumnya terlihat sejak bayi baru lahir hingga bayi berusia tiga minggu.Gejala penyakit herpes lainnya yang harus diperhatikan adalah:

1. Demam

Gejala herpes pada bayi ditandai dengan demam
Saat permulaan bayi terinfeksi, suhu tubuh bayi meningkat, tetapi dengan demam suhu rendah, yaitu 38 derajat Celcius. Biasanya, demam permulaan ini muncul pada hari kedua hingga hari ke-12.Namun, jangan salah. Demam pun bisa mencapai 39 derajat Celcius ke atas. Hal ini pun bisa menimbulkan kejang.Untuk itu, cari tahu terlebih dahulu penyebab bayi demam sebelum Anda membeli obat demam untuk bayi. Bisa jadi, bayi mengalami gejala herpes berupa demam.

2. Luka melenting di sekitar kulit

Luka ini adalah ciri khas herpes. Mula-mula, luka atau lesi ini timbul di sekitar  mulut saja. Namun, lesi ini menyebar. Area penyebarannya biasanya di tempat-tempat yang kerap dicium.

3. Rewel

Herpes pada bayi menyebabkan Si Kecl rewel
Sebenarnya, bayi rewel merupakan tanda umum saat lapar, mengantuk, ataupun popok perlu diganti. Namun, saat herpes menyerang, bayi menjadi lebih sering rewel daripada biasanya.

4. Lemas

Apabila bayi terkena herpes, ia menjadi lemas. Sebab, bayi sedang menahan rasa sakitnya.

5. Susah minum ASI

Lepuhan kulit herpes pada bayi membuat bayi tidak mau menyusu
Ada kecenderungan bayi tidak mau menyusu ketika mengalami herpes. Sebab, adanya luka gelembung di sekitar mulut membuatnya merasa tidak nyaman untuk mengisap payudara ataupun makan dan minum.

6. Sulit bernapas dan kebiruan di tubuh

Saat herpes semakin parah, bayi mengalami komplikasi pada paru-paru, misalnya sesak napas maupun gangguan lainnya ketika bernapas. Ujung jari dan sekitar mulut pun juga menjadi membiru.Selain itu, gejala yang juga kerap ditemukan pada herpes bisa berupa:

Diagnosis herpes pada bayi

Komplikasi herpes pada bayi sebabkan gagal saluran pernapasan
Untuk menentukan hasil diagnosis, dokter akan memeriksa fisik dengan lengkap. Selain itu, dokter juga akan melakukan pengecekan darah, cairan dari lesi kulit, dan mengambil sampel di bagian sekitar hidung, mata dan jaringan mukosa.Dokter pun juga akan mengambil cairan serebrospinal, cairan yang ditemukan di otak dan tulang belakang, jika diperlukan. Pengambilannya pun dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).Diagnosis harus dilakukan dengan segera untuk menghindari komplikasi. Menurut riset yang diterbitkan pada National Center for Biotechnology Information, herpes pada bayi yang tidak ditangani segera mampu menimbulkan komplikasi berupa:

Cara mengobati herpes pada bayi

Salep herpes untuk bayi bantu lawan infeksi dan percepat penyembuhan
Cara mengobati herpes pada bayi umumnya menggunakan salep herpes untuk bayi. Apa saja jenis-jenis salep herpes untuk bayi?

1. Salep acyclovir 5%

Salep ini mampu menghambat pertumbuhan serta penyebaran virus. Efeknya, tubuh pun mampu melawan infeksi virus.Salep acyclovir ini digunakan setiap empat jam. Dalam sehari, ada lima kali pengolesan salep. Dosis salep pun akan diresepkan dokter. Inilah cara menggunakan salep acyclovir 5%:
  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat.
  • Letakkan salep herpes untuk bayi seukuran kacang polong ke ujung jari.
  • Oleskan di bagian dengan lesi kulit tipis-tipis.
  • Oles dengan lembut agar terhindar dari iritasi akibat menyentuh kulit terlalu kencang.
  • Hanya oleskan salep di tempat yang terdapat lesi.

2. Salep zovirax

Salep ini juga mengandung acyclovir. Salep zovirax bisa dioleskan ke bagian sekitar mulut dan kulit wajah. Meski demikian, salep ini tidak mampu mengatasi iritasi.Salep ini hanya mampu membantu meredakan dan mempercepat penyembuhan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum pemberian salep ini.Sama seperti salep acyclovir 5%, oleskan salep selama 5 kali dalam sehari. Berikan rentang jeda setiap 4 jam.

3. Salep penciclovir

Salep penciclovir berguna untuk mengobati cold sore. Meski demikian, salep ini tidak menyembuhkan herpes simpleks.Hanya saja, salep ini membantu pemulihan rasa sakit dan rasa tidak nyaman dan mempercepat proses penyembuhan luka.Perlu diingat, salep ini hanya bisa didapat melalui resep dokter. Obat ini hanya boleh dioles di daerah kulit bagian bibir atau wajah.Hindari penggunaan di area mata maupun di dalam hidung dan mulut.

Cara mencegah penularan herpes pada bayi

Cuci tangan sebelum memegang bayi cegah herpes pada bayi
Jika pada area kemaluan Anda muncul lepuhan-lepuhan atau benjolan tertentu, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.Bisa jadi, hal tersebut merupakan tanda infeksi herpes. Dengan begitu, dokter Anda akan dapat merencanakan tindakan pengobatan yang tepat.Jika Anda sedang terinfeksi herpes dan muncul cold sores, maka lakukan hal berikut sebagai langkah pencegahan penularan pada bayi.
  • Jangan mencium bayi.
  • Cuci tangan sebelum melakukan kontak dengan bayi.
  • Cuci tangan sebelum menyusui dan tutupi lepuhan-lepuhan yang muncul, untuk menghindari risiko tidak sengaja menyentuh cold sores, lalu secara tidak sadar memegang payudara.
  • Gunakan kondom saat akan berhubungan seks agar mengurangi risiko penularan herpes.
  • Pilih persalinan caesar agar bayi terhindar dari herpes genitalia saat ibu melahirkan normal.

Catatan dari SehatQ

Herpes pada bayi perlu Anda waspadai. Pasalnya, penyakit ini begitu mudah ditularkan dan dapat berbahaya bagi kesehatan sang buah hati.Segera hubungi dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ  dan temui dokter apabila Anda menemukan tanda maupun gejala herpes yang muncul pada anak, mendapatkan perawatan segera.Jika Anda ingin melengkapi keperluan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit anaktumbuh kembang bayiherpesherpes simplex tipe 1herpes genital
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/babies-and-cold-sores
Diakses 11 Februari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/neonatal-herpes/
Diakses 11 Februari 2019
UT Southwestern Medical Centre. https://utswmed.org/medblog/herpes-simplex-pregnancy-baby/
Diakses 11 Februari 2019
National Center for Biotechnology Information.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470205/
Diakses pada 4 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait