Jangan Cuek, Ini 7 Strategi Ketika Anak Bertanya Tanpa Henti


Memiliki anak yang sering bertanya terkadang melelahkan. Namun itu bisa menjadi ciri anak Anda memiliki keingintahuan yang tinggi. Gunakan strategi yang baik untuk menghadapi mereka.

0,0
15 Jun 2021|Azelia Trifiana
Anak yang sering bertanya bisa jadi tanda ia pintarAnak yang sering bertanya bisa jadi tanda ia pintar
Memiliki anak jenius atau gifted child bisa jadi anugerah luar biasa. Namun, tentu konsekuensinya adalah harus terbiasa anak bertanya tentang hal apapun yang terlintas di benak mereka. Bahkan, situasi anak sering bertanya ini seakan tidak mudah terpuaskan hanya dengan satu-dua jawaban sederhana.Di sinilah orangtua perlu menerapkan strategi agar dialog dua arah dengan anak jenius berlangsung efektif. Jangan sibuk merutuki mengapa anak suka bertanya, tapi asah kemampuan menjawab yang paling efektif.

Cara menghadapi anak sering bertanya

Berikut ini ada beberapa taktik bagi orangtua yang hari-harinya selalu diwarnai anak bertanya:

1. Jangan meminta mereka berhenti

Terkadang mungkin anak terus melontarkan pertanyaan “mengapa?” di saat yang kurang tepat. Ketika Anda tengah sibuk bekerja, kelelahan, atau sedang tidak memungkinkan untuk menjawab. Apapun itu, jangan pernah meminta mereka berhenti bertanya.Ubah perspektif Anda. Anak bertanya bukanlah gangguan, melainkan rasa haus mereka untuk mendapatkan banyak informasi baru. Ingat pula, mereka baru hidup beberapa tahun di dunia. Sangat wajar jika mereka ingin tahu tentang segala hal baru, yang menurut orangtua sebenarnya adalah hal yang biasa.

2. Menunda menjawab

Ketimbang meminta anak berhenti bertanya, strategi yang bisa diterapkan adalah menunda memberikan jawaban. Jadi, dengarkan pertanyaan anak lalu sampaikan bahwa Anda akan mencari tahu terlebih dahulu dan membahasnya lagi nanti.Jangan pernah takut untuk mengakui bahwa Anda tak tahu jawabannya. Anak bisa paham bahwa orangtuanya bukan pakar seputar topik yang mereka tanyakan.Namun ketika sudah menjanjikan hal ini, jangan lupa untuk mencari tahu lebih lanjut. Mengajak anak mencari tahu bersama-sama juga tak kalah menyenangkan.

3. Buat daftar

Untuk menghadapi anak sering bertanya, terkadang ada lebih dari satu pertanyaan yang masih belum terjawab. Agar tidak lupa, tak ada salahnya menuliskannya di kertas, buku, post it di kulkas, atau sudut di kamar si kecil.Kemudian ketika sudah akhir pekan atau momen family time bersama, lihat apa saja topik yang perlu dibahas lebih jauh. Terlebih bagi orangtua dengan anak jenius, mereka punya daya ingat sangat tajam dan tidak akan lupa apa yang telah dijanjikan orangtua.

4. Pilihan kata

Orangtua juga perlu memilih dengan hati-hati diksi atau kata demi kata yang diucapkan. Sebagai contoh ketika anak bertanya hal yang cukup rumit, klarifikasikan kembali apa yang sebenarnya ingin mereka ketahui. Ketika meminta anak mengulang pertanyaan mereka, ini akan memberi waktu bagi Anda untuk memilih kata yang tepat.

5. Jeda sebelum merespons

Terkadang, anak bertanya tentang suatu topik bukan karena ingin tahu betul jawabannya. Melainkan, ada pemicu lain seperti melihat objek atau berada di situasi tertentu. Oleh sebab itu, ada baiknya orangtua memberi jeda sebelum merespons.Tak ada salahnya juga bertanya kembali kepada mereka, mengapa tiba-tiba penasaran tentang hal itu? Dengan demikian, informasi yang diberikan kepada anak bisa cukup dan tidak berlebihan.

6. Sesuaikan dengan usia

Berbeda usia, akan berbeda pula cara anak memproses informasi. Oleh sebab itu, jawab pertanyaan mereka dengan fakta namun tetap sesuaikan dengan kemampuan mereka. Tak perlu dibuat rumit, karena anak memproses informasi sama seperti mereka makan camilan. Dengan mudah, mereka bisa move on ke topik lainnya atau kembali beraktivitas.

7. Berbagi emosi

Anak sering bertanya bukan berarti topik yang Anda bicarakan dengan mereka hanya seputar fakta saja. Tak kalah menarik dan penting, jangan lupa libatkan obrolan seputar validasi emosi. Sampaikan apa yang Anda rasakan hari itu, begitu pula dengan mereka.Membiasakan bicara tentang emosi yang dirasakan akan membuat mereka tumbuh menjadi sosok utuh. Mereka tahu bagaimana harus memproses emosi tertentu tanpa mengabaikannya.

Catatan dari SehatQ

Anak bertanya terus menerus memang sebuah hal yang alami. Bahkan anak yang bukan termasuk gifted child pun akan sering bertanya tentang topik apapun. Rasa penasaran anak berada di puncaknya ketika mulai sadar tentang dirinya dan perannya terhadap lingkungan sekitar.Tak kalah penting, orangtua perlu ingat bahwa tidak ada topik yang tabu untuk dibicarakan. Bahkan ketika anak bertanya seputar hal yang tak biasa seperti kematian hingga seks, jadikan itu hal biasa. Jangan minta anak segera mengganti topik atau memarahi mereka karena justru akan berdampak buruk.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tahapan perkembangan pola pikir anak sesuai usianya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Today’s Parent. https://www.todaysparent.com/toddler/toddler-behaviour/constant-question-why/
Diakses pada 31 Mei 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/dealing-with-never-ending-questions-1449272
Diakses pada 31 Mei 2021
NPR. https://www.npr.org/2019/02/28/698304854/when-kids-ask-really-tough-questions-a-quick-guide
Diakses pada 31 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait