Anak Autis Bisa Sembuh atau Tidak? Ini Terapi yang Diperlukan


Autisme adalah kondisi yang tak bisa disembuhkan atau dihilangkan. Ini membuat penderitanya kesulitan berkomunikasi dan memiliki perilaku yang berbeda. Akan tetapi, dengan berbagai terapi yang tepat, anak autis bisa hidup dan berinteraksi dengan orang sekitarnya selayaknya anak kebanyakan.

0,0
anak autisme tidak bisa sembuhAutisme tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan agar anak dapat berinteraksi dengan baik
Anak yang mengalami autisme umumnya tidak memiliki perbedaan signifikan dari segi fisik. Namun, mereka mungkin memiliki masalah dalam berinteraksi dan sulit mengontrol perilakunya. Itu sebabnya, penderita autisme, terutama anak-anak, kadang kesulitan menjalani kehidupan, bahkan perlu pemantauan lebih dari orang tua. Apakah anak autis bisa sembuh total? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa itu autisme?

Autis, atau gangguan spektrum autisme, adalah gangguan perkembangan sistem saraf yang memengaruhi komunikasi dan perilaku seseorang. Kondisi ini berlangsung seumur hidup jika tidak mendapat terapi secara optimal. Umumnya, gejala autisme bisa berbeda tiap individu. Tanda tersebut bisa muncul di usia 12-24 bulan. Namun, pada beberapa kasus tanda-tanda ini tidak disadari hingga dewasa. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders menyatakan bahwa anak autis biasanya memiliki kesulitan dalam berinteraksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, menunjukkan perilaku berulang, dan pikiran yang tak terkendali. 

Apakah anak autis bisa sembuh?

Autisme bisa diterapi sehingga anak dapat mengomunikasikan maksudnya dengan sekitarnya
Autisme bisa diterapi sehingga anak dapat mengomunikasikan maksudnya dengan sekitarnya
Anak yang mengalami autis tidak bisa disembuhkan. Namun, Anda tak perlu berkecil hati sebab kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan perawatan tertentu. Bahkan, dengan terapi untuk anak autis yang tepat, sang anak dapat berinteraksi dan berperilaku layaknya anak kebanyakan. Tujuan perawatan pada penderita autisme adalah membantu anak berkomunikasi lebih baik, meminimalkan kecemasan dalam lingkungan sosial, dan mengurangi perilaku menantang. Dalam hal ini, tenaga medis biasanya melakukan kombinasi antara pengelolaan gejala, pengembangan keterampilan, dan dukungan, yang mencakup obat-obatan, terapi perilaku, terapi psikologis, terapi wicara, terapi okupasi, terapi pendidikan, dan pola makan.

Cara terapi anak autis 

Mengingat gejala dan kondisi tiap penderita autisme berbeda, perawatannya pun tidak bisa disamakan. Berbagai perawatan atau intervensi diberikan sesuai dengan kondisi penderita, dan ini bisa berubah seiring waktu. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini pilihan pengobatan untuk anak autis yang bisa Anda diskusikan dengan dokter.

1. Terapi perilaku dan komunikasi

Terapi perilaku dan komunikasi bertujuan mengatasi kesulitan sosial, bahasa, dan perilaku yang berkaitan dengan autisme. Terapi ini berisi serangkaian program yang menekankan pada:
  • Mengurangi perilaku yang sulit diatur
  • Mengajarkan keterampilan baru
  • Mengajarkan cara bertindak
  • Mengajarkan cara berkomunikasi lebih baik

2. Terapi pendidikan

Terapi pendidikan berisi program pendidikan terstruktur yang mencakup berbagai kegiatan untuk meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku. 

3. Terapi keluarga

Terapi keluarga biasanya dilakukan bersama orang tua atau anggota keluarga lainnya. Dalam terapi ini, mereka dapat belajar cara bermain dan berinteraksi dengan anak yang meliputi:
  • Keterampilan interaksi sosial dan komunikasi 
  • Mengelola perilaku bermasalah
  • Mengajarkan keterampilan hidup

4. Terapi kreatif

Terapi kesenian juga bisa membantu meminimalkan gejala autisme pada anak
Terapi kesenian juga bisa membantu meminimalkan gejala autisme pada anak
Terapi kreatif termasuk terapi alternatif dan bersifat pelengkap dalam menangani gejala autisme. Terapi kesenian ini bisa dalam bentuk seni rupa atau terapi musik untuk mengurangi kepekaan anak terhadap sentuhan dan suara. 

5. Terapi berbasis sensorik 

Meskipun belum terbukti secara ilmiah, terapi sensori kerap dilakukan untuk mengatasi ciri-ciri autisme. Hal ini berdasar atas anggapan bahwa orang yang menderita autis memiliki gangguan sensorik. Inilah yang menyebabkan penderita autisme tidak mampu menoleransi dan memproses informasi sensorik, seperti sentuhan, keseimbangan, dan pendengaran.Terapi berbasis sensorik biasanya dilakukan untuk merangsang indra dengan menggunakan kuas, trampolin, dan bahan lainnya. 

6. Terapi hewan 

Terapi lain yang bisa Anda diskusikan dengan dokter sebagai perawatan tambahan untuk mengatasi  autisme adalah terapi hewan. Terapi hewan bertujuan memberikan relaksasi dan perasaan bersahabat untuk mengatasi gejala gangguan spektrum autisme. Terapi lumba-lumba misalnya jadi salah satu pilihan.

7. Terapi lain

Selain terapi di atas, terapi lain juga bisa diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak, antara lain:
  • Terapi wicara, untuk meningkatkan keterampilan komunikasi
  • Terapi okupasi, untuk mengajarkan aktivitas sehari-hari
  • Terapi fisik, untuk meningkatkan gerakan dan keseimbangan 

8. Obat-obatan 

Obat-obatan diberikan oleh dokter untuk mengendalikan gejala, bukan menyembuhkan autisme. Misalnya, pada anak autis yang hiperaktif, dokter akan meresepkan obat antipsikotik untuk mengatasi masalah perilaku. Sekali lagi, pemberian obat harus berdasarkan rekomendasi dokter untuk mencegah efek samping dan kemungkinan interaksi obat yang negatif. 

9. Pijat

Belum ada bukti ilmiah yang mendukung pijatan berkontribusi positif pada penderita autisme. Namun, pijatan yang tepat dipercaya dapat membuat tubuh penderita autis lebih rileks dan nyaman. 

Catatan dari SehatQ

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan komunikasi dan perilaku seseorang. Tidak hanya anak-anak, autisme pun bisa saja baru teridentifikasi saat dewasa. Perawatan yang tepat bisa mengendalikan gejala dan membuat penderitanya hidup lebih berkualitas. Jika mencurigai anak Anda mengalami gejala keterlambatan perkembangan atau gejala autisme lainnya, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan penilaian dan melakukan beberapa tes untuk menegakkan diagnosis. Selanjutnya, dokter akan memberikan rangkaian perawatan yang komprehensif.Masih ragu apakah anak autis bisa sembuh atau tidak dan cara penanganannya? Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
gejala autisautismeterapi wicara
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/diagnosis-treatment/drc-20352934
Diakses pada 13 Oktober 2021
Food and Drugs Administration. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/be-aware-potentially-dangerous-products-and-therapies-claim-treat-autism
Diakses pada 13 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/can-autism-be-cured#current-treatments
Diakses pada 13 Oktober 2021
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. https://www.nidcd.nih.gov/health/autism-spectrum-disorder-communication-problems-children
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait